Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bule Ngamuk di Ubud Diikat Warga

Bali Tribune/NGAMUK – Seorang bule asal Jerman mengamuk sehingga diikat warga sambil menunggu pihak Kepolisian, Minggu (1/3/2020).
balitribune.co.id | Gianyar - Di tengah gencarnya  tawaran wisata murah, wisatawan  berulah pun terus  mengusik kepariwisataan di Bali. Seorang wisatawan asal Jerman, Oke Paulsen (52), ngamuk di sebuah supermarket di SPBU Pangosekan, Ubud, Minggu (1/3/2020) sore. 
 
Syukurnya, ulah wisatawan yang diduga menderita depresi ini, dengan cepat diamankan warga dan kemudian diikat sembari menunggu kedatangan aparat kepolisian. Tidak hanya kali ini, pada hari Sabtu (29/2/2020) malam sebelumnya, bule ini juga berulah hingga nyaris dikeroyok warga.
 
Dari keterangan salah seorang karyawan SPBU, Hendra, wisatawan itu datang dengan mengendarai sepeda motor dengan Plat DK 2970 FAB. Motornya pun sedikit nyetrik karena terbalut jaring termasuk helmnya. 
 
“Wisatawan ini bisa ngomong bahasa Indonesia. Kami tidak tahu namanya, namun dia menyebut dirinya Mr Laba-laba,” terang Hendra.
 
Keterangan lain menyebutkan, Sabtu malam sebelumnya, Bule ini juga sempat membuat keonaran di tempat yang sama. Dimana saat ada beberapa anak muda nongkrong,  bule ini datang dan ikutan duduk dan meminum minuman milik anak-anak ini. Tidak terima dengan ulah si Bule, salah satu remaja membantingnya. Syukurnya, beberapa anak muda lainnya  tidak ikut melampiaskan kekesalannya karena tidak ingin mengusik pariwisata.   
 
Minggu sore itu sekitar pukul 16.00 Wita, bule ini datang lagi. Kali ini ia mengambil satu botol bir besar dan tidak mau bayar. Namun demikian, WNA tersebut tak langsung pergi dari sana. Menerima laporan karyawannya,  Asisten Manajer Supermarket, Agus Sudita datang ke lokasi dan mengajaknya berbincang, berharap WNA ini pergi setelah bir tersebut habis. 
 
Namun  setelah minumannya, habis bule ini kembali mau masuk ke dalam supermarket. Namun,  pintu sudah dikunci karyawan. Tidak terima, bule ini  langsung memecahkan kaca pintu.
 
Mendengar teriakan pengawai supermarket, warga di sekitar lokasi pun berdatangan.  Dengan cepat, warga menangkap dan mengikatnya dan sempat disandarkan di emper toko, sambil menunggu kadatangan petugas kepolisian. 
 
“Bule ini sepertinya tidak waras, dia suka makan gratis dan ngamuk,” ungkap salah seorang warga.
 
Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana mengatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung datang ke TKP. Kemudian, pihaknya menyerahkan WNA tersebut ke Satpol PP agar dibawa ke RSJ Bali guna diperiksa kejiwaannya. 
"Sudah dibawa ke RSJ oleh pihak Satpol PP Gianyar," ujar Nuryana. 
wartawan
Redaksi
Category

Frank & co. Hadirkan Gerai ke-53 di Mal Bali Galeria dengan Konsep Terbaru

balitribune.co.id | Mangupura - Frank & co., luxury jewellery brand terkemuka di Indonesia yang berada dibawah naungan Central Mega Kencana (CMK) membuka gerai ke-53 di Mal Bali Galeria, Kuta Kabupaten Badung, Jumat (1/8). Gerai ini hadir dengan konsep baru yang mengedepankan kemewahan, keanggunan klasik, dan kenyamanan maksimal.

Baca Selengkapnya icon click

Barong Brutuk Terunyan Diusulkan Jadi WBTB

balitribune.co.id | Bangli - Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli tahun ini mengusulkan satu unsur budaya untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTB) Indonesia. Adapun yang diajukan adalah tarian Barong Brutuk,  Desa Terunyan, Kecamatan Kintamani.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Akhir 2025 TPA Suwung Tutup Permanen, Mulai 1 Agustus Tidak Terima Sampah Organik

balitribune.co.id | Denpasar - Terhitung mulai 1 Agustus 2025, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung tidak lagi menerima kiriman sampah organik. Selanjutnya, TPA seluas 32,4 hektare ini akan ditutup secara permanen pada akhir Desember 2025. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam siaran pers pada Rabu (30/7).

Baca Selengkapnya icon click

Menjaga Warisan Budaya Dunia Jatiluwih

balitribune.co.id | Dalam beberapa tahun belakangan ini, eksistensi Jatiluwih sebagai warisan budaya dunia terus menjadi perbincangan dari berbagai kalangan karena ditengarai  adanya pembangunan fisik yang semakin masif. Pesatnya pembangunan tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang mengunjungi kawasan Jatiluwih.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.