Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bupati Giri Prasta Inginkan, PTM Dilaksanakan Serentak di Badung

Bali Tribune/ Bupati Giri Prasta.

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah secara resmi telah mengumumkan perpanjangan PPKM Level 4 sampai tanggal 6 September mendatang. Seiring perpanjangan PPKM ini otomatis pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Badung dipastikan tidak bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.
 
Terlebih, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta telah menyatakan bahwa PTM di Badung harus dilakukan serentak di enam kecamatan. Pernyataan Bupati asal Pelaga, Petang ini, sekaligus meralat rencana Pemkab Badung sebelumnya yang ingin melaksanakan PTM di zona hijau seperti di Kecamatan Petang.
 
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta ditemui usai Rapat Paripurna, Senin (30/8), mengatakan, pihaknya sudah sangat siap dalam melaksanakan PTM. Bahkan orang nomor satu di Badung ini mengatakan sudah sering melakukan kunjungan ke lapangan untuk memastikan kesiapan PTM. “Bilamana sudah itu (PTM) sudah diperintahkan untuk berjalan, pasti kami laksanakan,” ujar Giri Prasta.
 
Menurutnya, seluruh sekolah mulai dari SD dan SMP yang ada di enam kecamatan di Kabupaten Badung sudah sangat siap. Baik dari Protokol Kesehatan (Prokes) dan vaksinasi dari tenaga pengajar serta siswa usia 12-17 tahun sudah dilaksanakan. Rencana pelaksanaan PTM ini pun tidak hanya akan digelar di Kecamatan Petang. 
 
“Dalam pelaksanaan PTM ini kami tidak mau membeda-bedakan. Kami akan laksanakan secara serentak biar tidak ada kebijakan yang tumpang tindih. Kami sudah pantau di enam kecamatan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan tim yang ada di kecamatan,” katanya.
 
Sebelumnya hal yang senada juga disampikan Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung  Made Mandi. Menurut pria yang juga Sekertaris Disdikpora Badung ini, seluruh proses PTM sudah dipersiapkan. Bahkan orangtua siswa juga sudah memberikan izin anaknya mengikuti PTM. Namun karena masih dalam kondisi PPKM level 4 saat itu belum dapat dilaksanakan. 
 
“Secara umum orangtua sudah mengizinkan, bahkan ada yang sudah meminta kapan ini tatap mukanya di sekolah, ya karena pandemi saat ini merebak maka kami masih menunda apalagi PPKM level 4 masih diperpanjang tentu kita berhati-hati sekali karena kesehatan menjadin perhatian utama,” katanya.  
wartawan
ANA
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.