Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Cegah Penyebaran Covid-19, FKRH Jembrana Semprot Kawasan TPA Peh

Bali Tribune / FKRH Jembrana secara swadaya melaksanakan penyemprotan disinfektan dan edukasi protokol kesehatan di TPA Peh dan permukiman warga disekitarnya.
balitribune.co.id | Negara - Setelah beberapa bulan merebaknya penyebaran virus corona, akhirnya kawasan TPA Peh, dan permukiman warga sekitarnya Sabtu (28/3) disemprot disinfektan. Desinfeksi ini dilakukan secara swadaya oleh sejumlah remaja yang tergabung dalam Forum Komunikasi Remaja Hindu (FKRH) Jembrana.
 
Ditengah diberlakukannya social distancing, aktifitas di TPA Peh tetap bergeliat. Puluhan truk sampah setiap harinya dikirim ke TPA di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara ini. Para pemulung yang tetap beraktiftas di TPA Peh juga mengaku khawatir terhadap penyebaran virus corona. TPA Peh menjadi satu-satunya tempat pembuangan akhir yang aktif menampung sampah dan dari seluruh wilayah di Jembrana. 
 
Belasan pemulung mengais rejeki dari timbunan sampah yang menggunung. Peranan pemulung dan pemilah sampah sangat penting dalam meminimalisir menggunungnya sampah di areal TPA. Ditengah merebaknya penyebaran virus corona, para pemulung dan pemilah sampah yang merupakan warga local dan beberapa diantaranya lansia tetap memilah sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
 
Pemulung dan pemilah sampah yang hingga kini tetap mengais rejeki dengan bergelut diatas tumpukan sampah yang kotor dan berbau tersebut mengaku hanya bisa waspada dan berhati-hati. “Takut sebenarnya. Tapi karena pungupa jiwa  (mata pencaharian) harus seperti ini, ya lebih sering nunas ica (memohon keselamatan)” ujar salah seorang pemulung, I Komang Mara Adi (28) pemuda asal Banjar Peh, Kaliakah ini.
 
Pemilah sampah lainnya, Putu Wati (45) mengatakan sedikitnya ada 15 pemulung dan pemilah sampah yang aktif mencari barang bekas di TPA Peh.”Setelah corona ini memang disini belum ada penyemprotan. Kami berharap tiap hari ada disinfektan” ujar warga Banjar Peh ini. DIitengah kekhawatiran atas penyebaran virus corona, mereka mengaku waspada, “Kami hanya cuci tangan saja” ujar Ayu Putu Rame (60).
 
Kondisi ini juga menjadi perhatian serius kalangan anak muda di Jembrana. Salah seorang Anggota FKRH Jembrana, I Putu Yuda Sastra Wirawan mengatakan pihaknya mengaku penyemprotan ini dilaksanakan secara swadaya, “ini bentuk kepedulian dan kontribusi kami sebagai anak muda dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di Jembrana. Kami berusaha mengakses warga yang belum terjangkau” ujar siswa SMA Negeri di Mendoyo ini.
 
Selain menyasar TPA Peh, Kordinator Tim Tanggap Sosial FKRH Jembrana, I Kade Surya Cita mengatakan disenfeksi juga menyasar permukiman warga disekitar TPA Peh dan bank sampah ada di masyarakat serta krama yang menggelar upacara yadnya, “selain penyemprotan desinfektan, kami juga terus edukasi terkait langkah pencegahan dan protokol kesehatan. Karena semua harus terlindungi” tandas mahasiswa keguruan ini. 
wartawan
I Putu Agus Mahendra
Category

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click

Anggaran Daerah Cekak, Pemkab Bangli Tunggu Regulasi Pusat Pengangkatan PPPK Jadi PNS

balitribune.co.id I Bangli - Wacana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta peralihan PPPK paruh waktu menjadi Penuh Waktu membuat sumringah  para tenaga pendidik di Kabupaten Bangli.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.