Debit Mengecil, Warga Kayubihi Kekurangan Air Bersih | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 04 Desember 2020
Diposting : 25 November 2019 14:16
Agung Samudra - Bali Tribune
Bali Tribune/ AIR BERSIH - Pendistribusian air bersih bagi warga di Banjar Pucangan, Desa Kayubihi, Bangli.
balitribune.co.id | Bangli - Warga di Banjar Pucangan, Desa Kayubihi, Bangli yang biasa memanfaatkan air dari tukad (sungai) Sangsang kini kesulitan air bersih. Pasalnya akibat musim kemarau berkepanjangan debit air menjadi mengecil. Warga pun terpaksa membeli air pada warga yang telah memanfaatkan layanan PDAM.
 
Menurut salah seorang warga I Wayan Suarka, selama ini warga yang tergabung dalam kelompok suka duka buah memanfaatkan air dari Tukad Sangsang. Air tersebut ditarik kemudian ditampung dalam bak penampungan baru dialirkan ke rumah penduduk. Setidaknya ada 64 kepala keluarga (KK). “Karena debit air mengecil sama kemarau ini, jadi kami cukup kesulitan mendapat air. Memang masih ada air di bak penampungan hanya saja tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan warga,” ungkapnya, Minggu (24/11).
 
Lanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan air, tak jarang warga membeli air. Wayan Suarka mengaku membeli air pada warga di Banjar Pucangan yang memanfaatkan layanan PDAM. “Biasanya beli air 3 jerigen dengan harga Rp 5.000. Kami beli pada warga di sini yang punya PDAM,” sebutnya sembari mengatakan tidak semua warga terlayani PDAM karena keterbatasan kapasitas.
 
Sementara itu, pihaknya berharap ada bantuan alat bor sehingga warga bisa mengangkat air. “Ini yang kami butuhkan, kami berharap bisa dibantu alat bor. Setiap kali musim kemarau dipastikan debit air mengecil otomatis kebutuhan warga terhadap air tidak tercukupi,” ucapnya. 
 
Diakui beberapa hari lalu pihaknya mendapat bantuan satu tangki air bersih. Air tersebut dimasukan dalam bak penampungan untuk selanjutnya didistribusikan pada warga. “Kami minta bantuan pada anggota DPRD Bangli, Wayan Merta Suteja, setelah itu dari BPBD turun memdistribusikan air,” imbuhnya.