Diposting : 26 July 2019 23:52
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ DEPRESI - Bun Hwat (53) pasien depresi nyelinap keluar berupaya lakukan bunuh diri di warung Geprek.
balitribune.co.id | Semarapura - Bertepatan dengan Hari Raya Galungan, pengunjung RSU Klungkung dibuat heboh dengan adanya seorang pasien bernama Bun Hwat (53 th) alamat Jalan Pelita No 1 A Lingkungan Tuban Geriya, Kec. Kuta,  Kab. Badung sekira pukul 21.30 Wita yang nyelinap keluar dari tempatnya dirawat di RSU Klungkung, melakukan percobaan bunuh diri di Warung Ayam Geprek BFC di Jalan Flamboyan Kec/Kab. Klungkung dengan cara menusukkan pisau ke lehernya sendiri. 
 
Tentu saja aksi korban ini membuat pengunjung Warung Geprek lainnya semburat keluar ketakutan. Kebetulan saat itu korban didampingi  perawat pasien Sal A RSUD Klungkung, karena korban dalam masa perawatan sehabis tindakan operasi tumor usus yang dideritanya, dan melarikan korban ke UGD RSU Klungkung untuk dirawat intesnsif.
 
Kapolsek Klungkung Kompol Wayan Sarjana, SH membenarkan adanya warga yang juga pasien RSU Klungkung melakukan upaya bunuh diri di warung yang berada di sebelah timur RSU Klungkung, tepatnya di Warung Geprek di Jalan Flamboyan, Semarapura, Klungkung. Adapun saksi yang mengetahyui peristiwa tersebut antara lain Anak Agung Istri Kamarini (35) alamat Br Satria Kawan Desa Paksebali Kec. Dawan Klungkung  yang juga istri korban dan Agus Karisma (31) seorang  perawat di Sal A RSUD alamat Desa Kusamba Kec. Dawan, Klungkung serta Wayan Karsi ( 60 Th) seorang  Karyawan Warung Ayam Geprek BFC berasal dari Negari, Kec.Banjarangkan, Klungkung.
 
Menurut Kompol Wayan Sarjana, tragis ini terjadi Rabu (24/7) sekira pukul 20.00 Wita. Saat itu korban baru saja dipindahkan dari Ruang ICU ke Sal A RSUD Klungkung. Korban awalnya meminta perawat jaga RSU Klungkung untuk menghubungi istrinya, dengan alasan untuk dibelikan susu. Selang beberapa saat kemudian Korban memaksa  keluar RSUD tanpa izin untuk bertemu dengan istrinya di depan Coneto Bakery di Jalan Flamboyan, Klungkung. Mengetahui hal tersebut perawat jaga mendampingi korban dan meminta pihak Keluarga Korban membujuk Korban untuk masuk kembali ke Sal karena masih Puasa,karena  habis operasi. Namun bukannya nurut malah korban tetap memaksa dengan mengatakan dirinya  lapar, karna tidak bisa tidur selama menjalani perawatan sambil marah-marah.
 
Selanjutnya sekira  pukul 21.30 Wita masih di bawah pengawasan Perawat Jaga dan Satpam RSUD Klungkung, korban masuk ke warung Ayam Geprek BFC di sebelah selatan Coneto Bakery yang diikuti oleh Istri Korban. Di tempat tersebut korban langsung meminjam pisau dapur dari Saksi Wayan Karsi ( 60 Th) seorang karyawan warung ayam geprek. Tanpa diduga sama sekali, tanpa alasan jelas Korban langsung  menusukan pisau dimaksud ke lehernya sambil bersandar di tembok dapur warung. Walaupun saat itu ulah korban sempat dihalangi oleh istri korban. 
 
Atas kejadian tersebut korban langsung ditolong Perawat, Satpam dan masyarakat dan dibawa kembali ke IGD RSUD Klungkung dan ditangani oleh Dokter UGD, dr. Dani. “Berdasarkan pemeriksaan pada leher Korban sebelah kiri terdapat luka tusuk sedalam 2 cm. saat ini Korban masih dalam perawatan di IGD RSUD Klungkung,” terang Kapolsek Wayan Sarjana geleng geleng kepala. Kemungkinan yang menjadi penyebab kejadian ulah korban upaya bunuh diri diduga depresi akibat penyakit yang dideritanya dan kasus ini tidak dilaporkan oleh pihak keluarga, sebutnya. (u)