Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dialog Budaya, Angkat Peran Gunung Guncang Pariwisata

KEBERADAAN - Dialog budaya "Mandala Giri" pemaknaan dan penyikapan keberadaan gunung

BALI TRIBUNE - Sebagai destinasi wisata internasional yang populer dengan beragam seni, tradisi dan budaya serta keindahan alam seperti pegunungan, pesisir dan persawahan, seluruh masyarakatnya beserta seluruh pemangku kepentingan diminta bersungguh-sungguh menjaga lingkungan. Begitu pula mewujudnyatakan penghargaan terhadap gunung yang menjadi salah satu sumber kehidupan. Pesan ini tercetus saat dialog budaya dengan tema "Mandala Giri: Pemaknaan dan Penyikapan" bertepatan event Boost Sanur Village Festival (SVF) 2018, Jumat (24/8) di Sanur, Denpasar. Penghargaan terhadap gunung ini guna mengajak khalayak memusatkan perhatian kembali untuk memaknai dan menyikapi erupsi Gunung Agung yang mengguncang berbagai segi kehidupan dan sempat mengganggu aktivitas pariwisata.  Wayan Westa, salah seorang budayawan mengatakan sudah sewajarnya orang Bali memuliakan gunung, bukan hanya untuk memuja Siwa, tetapi juga memuja leluhur. Dia menerangkan, puncak gunung dalam diri manusia berada di kepala. "Oleh karena itu para tetua selalu bernasihat agar berhati-hati membawa kepala, di situlah tempat Batara Siwa. Hal ini dipahami betapa penting arti kepala tempat bersemayam pikiran, wibawa," katanya. Pihaknya meyakini jika orang yang tidak menghargai isi kepala sendiri, apalagi menggunakan isi kepala orang lain, maka akan dianggap tak memiliki kepribadian. "Serentetan pemahaman gunung sebagai pusat dari mana datangnya kerahayuan atau ‘sangkan ingkang hayun teka'," jelas Westa. Selain itu, budayawan asal Perancis, Jean Couteau mengatakan dalam konteks tanda-tanda alam seperti halnya erupsi dirangkai dengan berbagai peristiwa lain seperti kebakaran hutan, pencemaran, hingga ke konsumsi energi dan kebijakan industri serta pangan yang mempengaruhi sumber daya alam. Menurutnya, sudah saatnya kini membuat gerakan penyelamatan ekologis melalui kebijakan yang kemudian diterapkan secara nyata. "Mudah-mudahan kepeloporan seperti itu disuarakan para petinggi saat pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia Oktober nanti," harap Jean Couteau Sementara itu, Risa Permanadeli dari Pusat Kajian Representasi Sosial Indonesia mengajak semua pihak untuk melihat-lihat ulang perubahan arus dan pola pariwisata masyarakat modern dengan ancaman baru. "Kini saatnya merumuskan keberanian untuk menegakkan kedaulatan Bali sebagai sebuah habitat kehidupan sosio-kultural yang tidak mungkin terlepas dari arus dunia,” katanya. Risa juga mengajak untuk mencari Bali dalam arus besar masyarakat dunia dengan melihat ulang seberapa jauh bergesernya dari Mandala Giri ke berhala industri pariwisata yang menjanjikan rejeki dan ilusi. "Pergeseran itu bakal ditentukan pada mentalitas masyarakat Bali sendiri yang telah memiliki bekal Tri Hita Karana," imbuhnya. Dia berharap semua pihak membentengi pulau ini yang ikut bertanggungjawab menjadi salah satu sumber daya ekonomi bagi negara tujuan wisata.

wartawan
Ayu Eka Agustini

Ketua DPRD Tabanan Tinjau Pura Luhur Pekiyisan yang Hancur Tertimpa Pohon

balitribune.co.id I Tabanan - Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa, meninjau langsung kondisi Pura Luhur Beji Pekiyisan, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, yang hancur akibat tertimpa pohon tumbang pada Minggu (17/5/2026). Peninjauan ini difokuskan untuk memantau kerusakan bangunan pura kahyangan jagat tersebut sekaligus memastikan kelancaran persiapan menjelang pujawali pada Hari Raya Kuningan mendatang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Disnaker dan Imigrasi Perketat Pengawasan PMI Ilegal

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bersama Kantor Imigrasi dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) terus memperkuat pengawasan untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan keberangkatan pekerja migran ilegal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Banjir Rob Terjang Pantai Mongalan Kusamba

balitribune.co.id I Semarapura - Air pasang kembali menerjang kawasan Pantai Mongalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (19/5/2026). Kondisi tersebut menyebabkan satu rumah warga yang sudah luluh lantak, kembali diterjang ombak ganas air laut akibat abrasi yang terus terjadi di pesisir pantai tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.