Dibayangi PDIP, Sejumlah Partai di Gianyar Krisis Bacaleg | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 17 Juni 2024
Diposting : 27 January 2023 01:49
ATA - Bali Tribune
Bali Tribune/ DOMINASI - PDIP Gianyar diprediksi mendominasi, para tokoh enggan nyaleg karena sulit tembus kursi DPRD Bali.

balitribune.co.id | Gianyar - Minimnya tokoh di Gianyar berminat terjun ke politik diprediksi akan menyulitkan sejumlah partai politik untuk menoreh penambahan perolehan kursi di DPRD. Akibatnya, sejumlah partai terlihat krisis bacaleg meski jauh-jauh hari sudah buka pintu bagi yang berminat tampil di Pileg 2024.

Dari pantauan Bali Tribune dalam beberapa bulan terakhir, salain krisis tokoh, dominasinya PDIP membuat sejumlah tokoh yang masih aktif pikir-pikir untuk tarung pada pileg 2024. Mengingat PDIP yang sebagai partai pemenang memiliki modal yang luar biasa untuk terjun ke masyarakat. “Mereka turun sudah membawa bansos, politik bansos masih melekat di masyarakat kita,” ujar sumber.

Dikatakannya, kalau tidak memiliki ikatan emosional dengan masyarakat, cukup sulit para tokoh tembus DPRD Bali. Hal ini terlihat dari desas-desus tokoh yang sudah malang melintang di DPRD Bali malah turun gunung tarung di Kabupaten. Kata sumber, hanya Puri Ubud yang dinilai masih kuat. Sejumlah partai pun mulai mendekati tokoh Puri Ubud yang memang memiliki akar budaya ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat. “Banyak yang berharap tokoh dari Puri Ubud sebagai penyeimbang, masyarakat menilai pengaruh Puri Ubud masih kuat,” ujarnya.

Di sana ada Cok De Pengelingsiri Puri Ubud, Cok Ibah saat ini Bendesa Adat Ubud, Cok Wah tokoh politik, Cok De akademisi yang juga arsitek Bade. Bahkan generasi muda Puri cukup berpotensi untuk merebut kursi DPRD Bali.

Ketua DPC Gerindra Gianyar Tagel Arjana mengatakan tidak ada pembicaraan dengan Cok Ibah. Namun untuk caleg ke DPRD Gianyar pihaknya sudah siap, nama-nama akan kita munculkan nanti saat penetapan bacaleg. Demikian juga untuk caleg ke DPRD provinsi. Pihaknya mengaku sudah siap. "Kita sudah siap, ada dari kader Gerindra dan ada dari masyarakat yang siap nyaleg dari Gerindra.  Untuk Cok Ibah, tidak ada pembicaraan itu dan sangat kecil itu (peluang) beliau kader Golkar tulen, tidak mungkin menyeberang," ujarnya.