Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dikeluhkan Pasien, Pelayanan BRSU Tabanan Diharapkan Bisa Ditingkatkan

pelayanan
DITINGKATKAN – Pelayanan BRSUD Tabanan terhadap masyarakat diharapkan agar ditingkatkan.

BALI TRIBUNE - Pelayanan BRSU Tabanan kembali dipertanyakan, karena dinilai mengecewakan masyarakat. Hal itu terjadi setelah salah seorang pasien, warga asal Desa Kediri, Kec. Kediri, Tabanan, hendak meminta surat rujukan namun tidak diberikan, serta operasi yang semestinya ditanggung BPJS dikatakan tetap dikenakan biaya.

Kakak pasien Surya Wirawan (32) menjelaskan, bermula ketika adiknya Panji Artadi (20), yang hendak melakukan operasi Varikokel di RS Sanglah, pergi ke BRSU Tabanan untuk mencari surat rujukan. Namun oleh asisten dokter dan perawat yang berjaga di Poliklinik Urologi, ia tidak diberikan surat rujukan karena dijelaskan bahwa operasi tersebut bisa dilakukan di BRSU Tabanan tanpa harus ke RS Sanglah. “Awalnya adik saya mencari rujukan ke Puskesmas Kediri, kemudian dari Puskesmas dirujuk ke BRSU Tabanan, lalu Jumat (19/1) adik bersama ibu saya ke BRSU Tabanan untuk mencari surat rujukan, namun menurut Asisten Dokter dan Perawat tidak bisa mengeluarkan surat rujukan karena di BRSU Tabanan juga bisa melakukan operasi itu,” ujar Surya Wirawan.

Ditambahkan Surya, perawat tersebut mengatakan bahwa, operasi di RS Sanglah dan BRSU Tabanan sama saja karena operasi Varikokel tersebut tidaklah ditanggung BPJS, yang ditanggung oleh BPJS hanya biaya kamar saja. Saat ditanyakan berapa biayanya, perawat tersebut meminta pasien untuk menanyakan sendiri ke bagian kasir. “Setelah itu ibu saya menelepon saya, dan saya langsung ke rumah sakit untuk memastikan hal itu. Perawat serta asisten dokter itu kembali menjelaskan hal yang sama bahwa operasi Varikokel tidak ditanggung BPJS dan hanya ditanggung kamar saja,” tambahnya.

Karena bingung, dirinya pun berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di dekat rumahnya untuk meminta solusi, hingga akhirnya Sabtu (20/1) ia diminta untuk bertemu langsung dengan Direktur BRSU Tabanan, dr. I Nyoman Susila. “Setelah bertemu Direktur Rumah Sakit saya diberikan penjelasan kalau pasien akan diberikan rujukan ke RS Sanglah kalau di BRSU Tabanan tidak bisa menangani atau sedang padat, sedangkan adik saya masih bisa ditangani di BRSU Tabanan dan hari Senin adik saya diminta menjalani USG sebelum ditetapkan jadwal operasi,” imbuhnya.

Selanjutnya ia mempertanyakan perihal tanggungan BPJS yang mengganjal fikirannya, dan ternyata dr. Susila menjelaskan bahwa untuk operasi Varikokel itu tetap ditanggung BPJS terkecuali untuk memiliki keturunan. Sedangkan penyakit yang diderita adiknya selama ini memang menimbulkan rasa sakit yang cukup parah. “Ini juga yang sangat saya sayangkan, awalnya saya menyayangkan soal surat rujukan yang tidak diberikan, setelah diberikan penjelasan saya mengerti. Tetapi ini, kenapa bisa perawatnya bilang tidak ditanggung BPJS dan hanya ditanggung biaya kamar, sedangkan Direktur mengatakan operasi adik saya ditanggung BPJS,” tegasnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Kediri, I Nyoman Muliadi mengatakan bahwa peristiwa ini harusnya menjadi pelajaran bagi BRSU Tabanan dan instansi pemerintah lainnya dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Karena apabila hal ini terjadi kepada masyarakat kecil yang tidak tahu apa-apa, maka sudah pasti mereka akan kebingungan untuk mencari biaya. “Kalau misalnya ini hanya miss komunikasi saja, saya rasa pihak rumah sakit harus meningkatkan komunikasi antar tenaga medis, tenaga administrasi dan lainnya agar masyarakat tidak kebingungan. Kalau seandainya ini terjadi pada masyarakat kecil, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi,” paparnya.

Ia berharap peristiwa seperti ini tidak terulang kembali, dengan saling meningkatkan komunikasi sehingga masyarakat merasa puas atas pelayanan dari BRSU Tabanan.

Terkait hal tersebut Direktur BRSU Tabanan, dr. I Nyoman Susila mengatakan bahwa hal itu hanya masalah miss komunikasi dan sudah dikomunikasikan dengan keluarga pasien. “Kita sudah komunikasikan dengan keluarga pasien dan menjelaskan hal tersebut, dan pihak pasien sudah mengerti,” ujarnya.

Ditambahkan dr. I Nyoman Susila, atas keluhan pasien tersebut pihaknya pun sudah melakukan pertemuan dengan pasien dan keluarganya. Dimana saat itu, pasien menjelaskan kepada pihaknya bahwa operasi Varikokel tersebut dilakukan untuk persiapan test tentara. Selanjutnya, dr. Susila pun menjelaskan bahwa apabila tujuan operasi Varikokel itu untuk tes polisi atau tentara, maka tidak akan ditanggung BPJS. “Tetapi kalau ada indikasi medis, barulah akan ditanggung BPJS. Namun tetap kita bantu dengan melakukan pemeriksaan USG terlebih dahulu pada hari Senin,” jelasnya.

Dr. Susila mengatakan jika varikokel tersebut seperti varises pada kaki hanya saja tempatnya disamping buah pelir. Keluhan biasanya muncul berupa rasa tak nyaman pada buah zakar, dan dapat menimbulkan kemandulan pada pria. “Tidak semua varikokel mesti dioperasi, kalau tidak ada indikasi medis maka tidak perlu dioperasi,” paparnya.

Namun apabila akan mengikuti tes polisi atau tentara, maka biasanya varikokel harus dihilangkan. Maka dari itu, Senin (22/1) pihaknya akan melakukan USG terlebih dahulu terhadap pasien. “Jadi kalau ada indikasi medis kita operasi dan ditanggung BPJS, kalau tidak indikasi medis maka tidak ditanggung. Dan kalau minta operasi untuk mencari tentara atau polisi, memang tidak ditanggung BPJS. Karena operasi untuk kepentingan pendidikan atau mendapat keturunan tidak ditanggung,” tegas dr. Susila. 

wartawan
Komang Arta Jingga
Category

Rayakan HUT Pertama, NSWAC Gelar ‘Road to Signature Experience’ untuk Perkuat Layanan dan Awareness

balitribune.co.id | Denpasar – Tak terasa, NgoerahSun Wellness & Aesthetic Center (NSWAC) kini telah genap berusia satu tahun. Pusat layanan kesehatan dan kecantikan yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 25 Juni 2025 ini, merayakan hari jadinya dengan menggelar rangkaian kegiatan bertajuk ‘Road to Signature Experience’ sepanjang bulan Juni 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Tinjau Lokasi Banjir Baktiseraga, Bupati Sutjidra Soroti Sampah dan Pelanggaran Sempadan Sungai

balitribune.co.id | Singaraja – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna turun langsung meninjau lokasi banjir yang melanda Dusun Tista, Desa Baktiseraga, Jumat (12/6/2026). Bencana yang dipicu hujan deras sejak pagi itu menyebabkan aliran sungai meluap, merobohkan satu rumah warga di kawasan Griya Mahadewa dan menimbulkan korban jiwa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tragedi Banjir Buleleng, Mahasiswa Undiksha Tewas Tertimbun Saat Selamatkan Keluarga

balitribune.co.id | Singaraja - Bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Buleleng, Jumat (12/6/2026) siang, berujung duka mendalam. Seorang mahasiswa Undiksha bernama Ricardo Razaq Alghiveri (20) ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan rumahnya yang roboh diterjang banjir bandang di Blok A4 Perumahan Mahadewa, Jalan Laksamana, Gang Sahadewa, Desa Bhaktiseraga, Kecamatan Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click

Ariel Suardana Resmi Daftar Ketua Peradi SAI Denpasar, Siap "All Out" Lawan Mafia Peradilan

balitribune.co.id | Denpasar - Pengacara kondang, I Made "Ariel" Suardana, secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Peradi SAI Denpasar untuk masa jabatan empat tahun ke depan. Langkah ini diambil setelah ia menerima dukungan kuat dari lebih dari 200 anggota yang tergabung dalam kelompok Solidaritas Advokat Untuk Perubahan (SAUP).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resmikan Pos AHASS TEFA, AHM Jembatani Siswa Masuki Dunia Industri

balitribune.co.id | Jakarta – Mendukung kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berkompeten dalam Industri otomotif, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Astra Motor Jawa Tengah menghadirkan sekolah SMK Mitra Binaan Astra Honda bertaraf Pos AHASS Teaching Factory (TEFA) di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya icon click

BRI Perkuat Pembiayaan Usaha Tenun Ikat Bali

balitribune.co.id | Semarapura - Permintaan kain tenun tradisional Bali terus meningkat, namun kapasitas produksi pelaku UMKM kerap tertahan keterbatasan modal dan mahalnya bahan baku. Kondisi inilah yang mendorong BRI memperkuat pembiayaan usaha pertenunan milik I Wayan Bagiarta, pelaku UMKM tenun ikat yang telah bertahan sejak 1989.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.