Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Direktur PDAM Karangasem Ditahan

PDAM
I Gede Baktiyasa saat digelandang ke Lapas Karangasem Jumat kemarin.

Amlapura, Bali Tribune

Kejaksaan Negeri (Kejari) Amlapura akhirnya menahan Direktur PDAM Karangasem, I Gede Baktiyasa dengan berbagai petimbangan. Baktiyasa yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi pengangkatan lima karyawannya untuk menjadi pegawai tetap di PDAM Karangasem itu, sempat diperiksa selama hampir tiga jam oleh penyidik Kejari Amlapura, namun secara tiba-tiba Baktiyasa langsung ditetapkan penahanannya pada Jumat (20/5).

Penahanan Gede Baktiyasa sontak membuat ketiga penasihat hukum yang mendampinginya masing-masing I Made Somia Putra SH, I Made Suka Ardana SH, dan AA Anom Wedaguna SH, kaget. Meski sempat mempertanyakan keputusan penahanan kliennya itu kepada penyidik, namun ketiga penasihat hukum tersebut tidak bisa berbuat banyak selain menerima penetapan penahanan klien mereka itu lantaran itu merupakan kewenangan penyidik.

“Ya kami kaget saja, karena tiba-tiba klien kami langsung ditahan. Kami mengira akan ada pemeriksaan lagi terhadap klien kami tapi tadi (Jumat kemarin,red) katanya pemeriksaan terakhir dan langsung ditahan,” keluh AA Anom Wedaguna kepada wartawan kemarin.

 Penjelasan penyidik terkait penahanan kliennya itu pun dinilainya sangat normatif, di antaranya untuk memudahkan pemeriksaan, agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti dan alasan lainnya. “Karena itu sudah menjadi kewenangan penyidik yang kami tidak bisa berbuat banyak,” sebutnya.

Lantas apakah pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan untuk Baktiyasa? Dilempar pertanyaan seperti itu, Anom Wedaguna sedikit tak bersemangat dengan mengatakan jika untuk kasus korupsi biasanya penangguhan penahanan akan sangat sulit dikabulkan

 “Kalian kan tau, kalau untuk kasus korupsi sangat sulit untuk dapat penagguhan penahanan?” tanggapnya, sebari menegaskan jika pihaknya akan tetap mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap kliennya kendati itu sangat kecil dikabulkan oleh Kejari. Dan jika itu tidak bisa, pihaknya mendorong kepada Kejari agar mempercepat pelimpahan berkas perkara kliennya itu ke Pengadilan Tipikor Denpasar agar segera disidangkan.

Dipihak lain, Kasi Pidsus Kejari Amlapura, Bekti Wicaksono SH atas seizin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Amlapura, Ivan Jaka Marsudi SH, kemarin menegaskan jika penahanan tersangka Gede Baktiyasa dilakukan atas perintah pimpinan dengan berbagai pertimbangan di antaranya agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti, untuk memudahkan pemeriksaan dan untuk melindungi para saksi dari intimidasi.

 Sebab menurutnya pelindungi para saksi inilah yang cukup berat, kendati sampai saat ini dari 18 saksi yang ada belum ada laporan ada saksi yang mendapat intimidasi dari oknum tertentu. “Sejauh ini memang belum ada saksi yang diintimidasi, namun langkah ini sebagai antisipasi agar itu tidak terjadi,” tandasnya.

Dijelaskannya, Baktiyasa sendiri akhirnya ditahan setelah beberapa kali diperiksa antara lain tiga kali diperiksa sebagai saksi dan dua kali diperiksa sebagai tersangka.”Kami akan mempercepat proses kasus ini untuk segera bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Denpasar untuk bisa disidangkan,” pungkasnya.

 Terkait dengan penahanan Direktur PDAM ini sebagai tersangka, Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri saat dikonfirmasi oleh wartawan kemarin mengaku belum menggetahui secara persis soal penahanan yang bersangkutan karena baru mendapat informasi dari wartawan. “Belum ada pemberitahuan dari Kejaksaan Negeri Amlapura kepada kami,” ujarnya.

 Pihaknya mengharapkan semua pihak menerapkan asas praduga tidak bersalah, dan terkait penahanan yang bersangkutan sebagai tersangka itu jangan sampai mengganggu pelayanan dan aktivitas di PDAM Karangasem. “Pelayanan PDAM sangat vital bagi masyarakat jangan sampai terganggu, nanti kita akan bahas karena ada aturan dan mekanisme tersendiri dan kita akan lihat dulu,” paparnya.

 Artinya apakah pergantian Direktur PDAM itu harus menunggu hingga ada kekuatan hukum tetap atau bagaimana itu akan dibahas dalam rapat yang akan segera dilaksanakan. Sementara itu Gede Baktiyasa sendiri ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi dan pemerasan pada Kamis (28/4) lalu, dalam kasus ini Gede Baktiyasa yang juga mantan pengacara ini diduga kuat melakukan pemerasan dan gratifikasi terhadap lima orang karyawannya untuk bisa diangkat menjadi pegawai tetap di PDAM. Padahal dari prosedur masa kerja semestinya kelima karyawan itu sudah berhak dan layak untuk diangkat sebagai pegawai tetap karna sudah mengabdi selama puluhan tahun, tapi tersangka meminta sejumlah uang kepada kelima karyawannya itu agar bisa diangkat sebagai pegawai tetap.

 Berdasarkan keterangan dari 18 orang saksi yang diperiksa penyidik, termasuk kelima saksi korban, tersangka menerima uang yang jumlahnya mencapai Rp. Rp 155 juta, dimana masing-masing karyawan yang dimintai uang dengan jumlah bervariasi yakni antara Rp. 35-50 juta.

wartawan
redaksi
Category

Dewan Bangli Kritisi Jalan Rusak hingga Utang PEN 

balitribune.co.id | Bangli - Rapat Paripurna DPRD Bangli yang digelar pada Jumat (25/9/2026) mengungkap RAPBD Bangli 2027 yang disampaikan pihak eksekutif tercatat senilai Rp1,32 triliun. Hal ini mendapat sorotan  DPRD Bangli. Rapat yang berlangsung secara maraton itu. dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. 

Baca Selengkapnya icon click

Dua Rumah Terbakar, Kerugian Tembus Rp260 Juta

balitribune.co.id | Singaraja - Dua rumah warga di Kabupaten Buleleng terbakar dalam waktu berbeda pada Minggu (27/9/2026). Kebakaran terjadi di Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, dan Banjar Dinas Padangbulia, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Namun, kedua rumah mengalami kerusakan berat dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp260 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mulai 1 Oktober 2026, Pelaporan Insidental Sektor Pasar Modal dan Bursa Karbon Wajib Lewat Sistem OJK

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon melalui digitalisasi pelaporan. Mulai 1 Oktober 2026, penyampaian laporan insidental kepada OJK wajib dilakukan melalui sistem pelaporan yang terintegrasi.

Baca Selengkapnya icon click

Transaksi Digital Tumbuh 40,36 Persen, QRIS Tembus 69,32 Juta Pengguna

balitribune.co.id | Jakarta - Ekonomi dan keuangan digital (EKD) semakin dipandang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Untuk mengoptimalkan potensinya, sinergi kebijakan, inovasi teknologi, penguatan talenta digital, serta keamanan sistem pembayaran menjadi agenda utama Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gaya Asyik AHM Edukasi Safety Riding 4.603 Mahasiswa Lewat "Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) menggelar edukasi keselamatan berkendara bagi 4.603 mahasiswa yang dikemas dengan gaya khas anak muda sepanjang September 2026. Bersama seluruh jaringan main dealer sepeda motor Honda, para generasi muda diajak menjadikan aktivitas berkendara sebagai bagian dari perjalanan dalam mewujudkan mimpi dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkab Badung Siapkan Kuliah Gratis 8 Semester untuk Keluarga Kurang Mampu

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung memperluas akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa kuliah hingga delapan semester bagi anak dari keluarga kurang mampu dan keluarga petani.

Program tersebut menjadi salah satu perhatian Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal di tengah perkembangan ekonomi dan investasi di Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.