Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Diselimuti Kabut Asap Kebakaran TPA, Warga Lebih Gerah

Bali Tribune/ PADAMKAN API - Petugas Pemadam Kebakaran, hingga hari kedua terus berupaya memadamkan api di TPA Temesi.
balitribune.co.id | Gianyar - Penanganan kebakaran sampah di TPA Temesi hingga  hari kedua, Selasa (11/6), belum juga tuntas. Meski petugas pemadam kebakaran sudah berupaya maksimal, titik bara api yang tertimbun di balik tumpukkan gunung sampah tidak bisa terjangkau. Akibatnya, kepulan asap terus membungbung hingga menyelimuti kawasan Desa Lebih yag tak jauh dari TPA.
 
Dua hari diselimuti asap tebal kiriman dari kebakaran TPA Temesi, membuat warga Desa Lebih Gerah. Warga was-was, jika kabut asap terus terjadi akan menganggu kesehatan. Jika dalam seminggu, kebakaran ini tidak tertangani, warga berencana mendatangi Kantor Bupati untuk mempetanyakan keseriusan Pemkab Gianyar dalam penanganan sampah. "Mata kami mulai perih, yang kasihan anak-anak dan balita. Di rumah sendiri kami sekarang malah  beresiko sakit karena selimut asap kiriman dari TPA di seberang sungai," keluh salah seorang warga Lebih.
 
Disebutkan, kabut asap kiriman TPA ini sijatinya sudah terjadi sejak February lalu. Dimana sempat terjadi kebakaran di areal TPA sisi barat, pinggir sungai Cangkir. Meski sudah mendapat penanganan dari Petugas Damkar Gianyar, bara api masih terus menyambung hingga kini yang tentunya menyembulkan asap. “Kabut asap terparah terjadi, Senin dinihari, dan hingga kini asapnya terus mengkabut,” keselnya.
 
Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, Selasa (11/6), menyebutkan,  penyelesaian persoalan yang ada di TPA Temesi sudah tidak bisa lagi dengan cara konvensional, seperti yang dilakukan saat ini. Apalagi  dalam timbunan sampah masih ada sumber biogas yang sewaktu-waktu bisa terbakar. Dengan mengundang tim ahli, misalnya dari UNUD atau pihak ketiga lain, maka solusi terhadap sampah itu jelas, baik progresnya dan penanggulangannya. "Saya  akan memerintahkan DLH untuk mulai menyiapkan langkah terhadap penyelesaian tersebut. Dengan kata lain, tim ahli mana yang akan diundang dan seperti apa teknisnya,” ugkapnya.
 
Diakuinya,  TPA Temesi selain kondisinya sudah overload, juga sering terbakar akibat adanya endapan biogas di dalam tumpukan sampah. Biogas ini memicu kebakaran dan asap, sehingga mengganggu warga sekitar. “Pasti ada solusinya, kebakara hutan saja bisa ditanggulangi. Kita tidak ingian petugas Damkar buang-buang tenaga dan biaya,  dan itu dibutuh upaya yang tepat dan efektif,” terangnya singkat.
 
Sebagaimana diberitakan, kobaran api di tumpukan sampah yang menggunung di RPH Temesi Gianyar, resahkan warga, Senin (10/6) dinihari Api besar meletuskan percikan api hingga memicu ratusan titik api ke seluruh areal perbukitan sampah. Petugas Damkar yang menurunkan tiga armada utama dengan teknis menyedot lempar air irigasi, baru berhasil memadamkan beberap titik api dan mengepung bara api dengan pembasahan hingga matahari mulai terbit. Namun,. Beberap jam kemudian bara api terus menyembul di tarusna tempat dan hangga kini, belum bisa ditanggulangi. 
wartawan
Redaksi
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.