Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

DNA NITE Hadirkan Beragam Kreatifitas Anak Muda Denpasar

Bali Tribune / DNA NITE - Suasana Dharma Negara Alaya Nongkrong Inovatif Tampil Entertain (DNA NITE) yang menghadirkan berbagai kreatifitas anak muda Denpasar di Kawasan Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar, Sabtu (2/11). 

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar secara berkelanjutan terus berkomitmen untuk memberikan ruang kreatif bagi anak muda. Kali ini, melalui event kreatif bertajuk Dharma Negara Alaya Nongkrong Inovatif Tampil Entertain (DNA NITE) turut menghadirkan berbagai kreatifitas anak muda Denpasar di Kawasan Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar, Sabtu (2/11). 

Berbagai penampilan turut disajikan, mulai dari Mekendang Show, Band DNA Talent, Talkshow, hingga penampilan berbagai group band dengan sajian khas anak muda. Tampak pula sajian kuliner dari UMKM, Penyandang Disabilitas dan Forkom Osis Kota Denpasar. 

Kepala UPTD Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, I Gede Hendry Kamanjaya mengatakan, DNA NITE ini merupakan rangkaian puncak dari pelaksanaan DNA Creation. Dimana, pelaksanaannya difokuskan untuk memberikan ruang kreatifitas serta menggali potensi anak muda Denpasar. 

Dikatakannya, rangkaian DNA Creation diawali dengan workshop makendang dan workshop communication skill pada tanggal (1/11) lalu. Kemudian puncaknya ada juga rangkaian DNA NITE pada Sabtu (2/11) mendatang, dengan memadukan antara kuliner hingga acara musik.

”Jadi melalui DNA Creation dan DNA Nite diharapkan agar masyarakat diberikan kemampuan untuk tempat terus berkarya. Salah satunya adalah latihan pembuatan liontin resin, mekendang, dan lainya,” kata Hendry. 

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ida Ayu Dewi Citrawati, SE.,M.Si. dalam sambutannya mengatakan, DNA merupakan suatu wadah kreatif bagi anak muda Denasar. Sehingga, melalui DNA Creation dan DNA NITE ini diharapkan masyarakat Kota Denpasar dapat mengembangkan bakat dan potensi di sektor musik, fotografi, kuliner, fashion, kriya dan bidang lainya yang berkaitan dengan ekonomi kreatif. 

Lebih lanjut dijelaskan, rangkaian kegiatan ini telah dimulai sejak 31 Oktober lalu dengan dilaksanakannya Workshop Merangkai Bunga, Pembuatan Kesenian Resin dan Pembuatan Aksesoris. Selanjutnya pada Tanggal 1 November telah dilaksanakan Workshop Communication Skill bagi Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar dan Workshop Mekendang kepada anak-anak. Sedangkan untuk Puncak Acara dilaksanakan pada Sabtu (2/11) dengan menghadirkan ragam kreatifitas, hiburan dan kuliner yang dikrmas dalam acara DNA NITE Tahun 2024. 

"Semoga kegiatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menggali potensi, mendapatkan ilmu serta mampu mengakselerasi komponen ekonomi kreatif dalam meningkatkan nilai tambah guna mewujudkan peluang usaha dan kemandirian ekonomi generasi muda," ujarnya.

wartawan
HEN
Category

Penenun Berusia Lanjut di Sidemen, Mengukir Keindahan Endek dan Songket

balitribune.co.id | Amlapura - Kecamatan Sidemen sejak dulu dikenal sebagai daerah sentra tenun Endek dan Songket di Kabupaten Karangasem. Jika berkunjung dan berwisata ke sejumlah DTW di Kecamatan Sidemen, maka sayup wisatawan akan mendengar derak dan hentakan alat tenun tradisional yang berasal dari beberapa sentra tenun yang ada di dekat sejumlah objek wisata alam di daerah ini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kementerian Perindustrian Dukung Bali Fashion Network® 2026: Sinergi Pemerintah dan Industri Kreatif untuk Masa Depan Fashion di Bali

balitribune.co.id | Mangupura - Menjelang penyelenggaraan Bali Fashion Network® (BFN) 2026 pada 18 Oktober mendatang di International Conference Center (ICC) Bali, dukungan terhadap industri fashion berkelanjutan semakin menguat.

Baca Selengkapnya icon click

Menuju Harmonisasi, Masyarakat Adat Ungasan Minta Akses Jalan di Belakang GWK Tetap Dibuka untuk Warga

balitribune.co.id | Mangupura - Polemik pagar beton pembatas di kawasan Banjar Giri Dharma, Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, kembali bergulir. Pagar yang berdiri di sekitar kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) itu dinilai menutup akses jalan warga menuju permukiman dan sekolah. Menyikapi hal tersebut, masyarakat adat menggelar pertemuan di Pura Dalem Desa Adat Ungasan, Sabtu (12/10) sore.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.