Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dua Bulan Kemarau, Sejumlah Wilayah Krisis Air

BANTUAN AIR - Petugas BPBD Kabupaten Jembrana menyalurkan bantuan air bersih diwilayah yang mengalami krisis air.

BALI TRIBUNE - Pasca musim kemarau yang terjadi sejak dua bulan belakangan ini, kini dampak kekeringan sudah dirasakan. Warag di sejumlah wilayah di Jembrana mengalami kekurangan air bersih. Seperti kekurangan air bersih yang belakangan ini dialami warga di Banjar Katulampa, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.  Ratusan orang warga, khususnya yang tinggal di Tempek II dan III yang selama ini mengandalkan suplai air dari pegunungan melalui pipa, sejak dua bulan belakangan ini, air yang dikelola kelompok air setempat sudah tidak mengalir lagi. Terlebih di wilayah tersebut minim sumber air, sehingga menyebabkan warga kesulitan untuk mencari air. Bahkan bantuan air dari warga lain yang memiliki sumur bor juga tidak bisa menjangkau seluruh warga yang mengalami kesulitan air.  Salah seorang warga Katulampa, Nyoman Deleng (60) mengungkapkan selama ini warga mengandalkan air dari hutan. Ada ratusan anggota kelompok air yang mengandalakan mata air dihutan. Selain warga Desa Manistutu, kelompok air itu juga banyak dari desa lain seperti Desa Kaliakah, Negara. Warga sudah mulai kekurangan air bersih setelah air pipa kelompok tidak mengalir. Selama dua bulan itu, warga mendapatkan air dari warga yang memiliki sumur. Namu karena jumlah warga yang memiliki sumur sedikit dan debit air sumur kecil, warga tetap kekurangan air.  Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana kini juga sudah mulai menyalurkan air bersih menggunakan tangki kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air diwilayah tersebut. Sedikitnya 40 ribu liter air bersih telah disuplai untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada warga didaerah dataran tinggi ini. Kepala Kewilayahan (Klian) Banjar Katulampa Ketut Sudana dikonfrimasi Rabu kemarin mengatakan dari total 91 KK yanga ada di Tempek II dan telah mendapatkan pasokan bantuan air dari BPBD Kabupaten Jembrana, diakuinya terdapat 31 KK yang menurutnya memang belum memiliki sumur bor dan sangat tergantung dengan air dari pipa yang bersumber dari mata air hutan. Namun adanya bantuan air dari BPBD Kabupaten Jembrana kepada warganya itu membuat pihaknya kaget lantaran sebelumnya pihaknya belum menerima pemberitahuan dan justru mendapatkan komplain dari warganya.  “Selama ini warga saling bantu membantu, warga yang punya sumur memberikan air yang tidak punya. Tidak ada pemberitahuan ke saya terkait bantuan air ini, malah saya tahu dari warga yang bertanya kenapa pembagian air tidak merata? Ternyata kemarin (Rabu) ada pembagian air,” ujar Ketut Sudana.  Pihaknya mengaku berterimakasih ada bantuan suplai air bersih tersebut, namun agar dalam penyaluran diharapkannya tetap berkoordinasi dengan perangkat dibawah. Menurutnya selain puluhan KK di tempek II, 51 KK di tempek III juga saat ini sudah mengalami kekurangan air bersih.  Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana dikonfrimasi, Kamis kemarin, mengatakan setelah pihaknya mendapatkan laporan serta permintaan dari pihak desa yang kesulitan air, pihaknya Sejak Rabu lalu langsung menyalurkan air bersih. Pihaknya bekerjasama dengan PDAM Kabupaten Jembrana untuk mengambil air bersih dari hydrant. Menurutnya sudah ada 8 tangki air bersih yang disalurkan. Selain di Katulampa, Desa Manistutu, pihaknya juga menyalurkan air kepada puluhan KK di dusun Puncak Sari dan Warnasari Kaja di Desa Warnasari, Melaya. “Di dua dusun itu ada sekitar 35 KK yang dipasok dua tangki air bersih,” tandasnya.  

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Kurangi Kemacetan di Pecatu, Dishub Badung Mulai Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

balitribune.co.id | Mangupura - Guna mengurangi kemacetan di wilayah Desa Pecatu, Kuta Selatan dan sekitarnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Perubahan arus ini pun berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jaringan Pipa Transmisi Hancur Diterjang Longsor, Perbaikan Menunggu Pipa dari Pabrik

balitribune.co.id I Bangli - Perbaikan jaringan pipa transmisi sumber mata air Gamongan I di Desa Kayubihi Bangli yang hancur akibat tergerus longsor beberapa hari yang lalu butuh waktu yang panjang. Pasalnya untuk pergantian pipa yang hancur masih menunggu datangnya pipa pengganti  dari pabrik.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkab Buleleng Kucurkan Rp4,18 Miliar untuk 7 Partai Politik

balitribune.co.id I Singaraja - Sebanyak 7 partai politik di Kabupaten Buleleng telah menerima Bantuan Keuangan Partai Politik yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026. Pencairan bantuan tersebut dilaporkan sebagai bagian dari pelaksanaan ketentuan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan partai politik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Truk Pasir Anjlok Lintangi Separuh Jalan, Perparah Kemacetan Lalin di Ubud

balitribune.co.id I Gianyar - Kemacetan lalu lintas  di Jalan Raya Sayan, Ubud, menjadi semakin parah, Rabu (3/6/2026) pagi. Kerena sebagian badan jalan terhalang truk pasir yang anjlok ban hingga rebah. Sementara kendaraan yang melintas harus berjalan pelan karena material pasir tumpah ke badan jalan.

Baca Selengkapnya icon click

Dinas Kesehatan Karangasem Temukan 4.724 Orang Suspect TBC Sepanjang Tahun 2024-2026

balitribune.co.id I Amlapura - Penyebaran kasus Tuberkolosis atau TBC di Kabupaten Karangasem menjadi perhatian serius sejumlah kalangan, termasuk pemerintah daerah dan pusat. pasalnya banyak kasus tubekolosis yang yang tidak terdeteksi sehingga terlanjur menular ke orang sekitar yang terjangkit tuberkolosis itu sendiri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.