Dua Tahun Refleksi Kepemimpinan Bupati Mahayastra dan Wabup Agung Mayun | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 30 Oktober 2020
Diposting : 20 September 2020 23:21
Nyoman Astana - Bali Tribune
Bali Tribune/REFLEKSI - Bupati Mahayasatra dan Wabup Agung Mayun 2 tahun kepemimpinan Paket Aman.
Balitribune.co.id | Gianyar - I Made Mahayastra dan Anak Agung Mayun merupakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar terpilih periode 2018-2023 yang dilantik pada 20 September 2018. Tepat dua tahun kepemimpinan pasangan AMAN (Agus Mahayastra-Agung Mayun) ini, Pemkab Gianyar menggelar acara penyampaian capaian visi misi Bupati-Wakil Bupati Gianyar, Minggu (20/9) malam. 
 
Diawali dengan penyampaian visi yang diambil dalam mewujudkan janji politik, yakni terwujudnya masyarakat Gianyar yang bahagia, sejahtera, aman dan damai, mandiri, berintegritas Bberlandaskan Tri Hita Karana melalui pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam mewujudkan visi tersebut, pasangan Made Mahayastra dan Agung Mayun menetapkan enam misi yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Gianyar tahun 2018-2020.
 
Misi pertama, membangun pertanian yang produktif, efisien dan mandiri. Dalam dua tahun, ini diwujudkan dengan ditetapkannya Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang merupakan suatu pondasi untuk menjaga lahan pertanian di Kabupaten Gianyar. Dengan ditetapkannya Perda ini nantinya lahan pertanian yang termasuk dalam LP2B akan mendapatkan subsidi dari pemerintah, berupa pupuk, bibit dan lainnya untuk mendukung pertanian. 
 
Misi Kedua, membangun pariwisata yang inklusif dan berbasis budaya. Diwujudkan dengan membangun pondasi pariwisata, infrastuktur yang baik sehingga dapat mewujudkan desa-desa wisata, yang saat ini telah dikukuhkan 24 desa sebagai Desa Wisata. Ini bertujuan mensejahterakan masyarakat desa, memajukan usaha kecil dan mikro, menjaga tradisi dan kearifan lokal desa tersebut dan tentunya untuk menggerakkan sektor perekonomian masyarakat di desa. Selain itu, diterapkan kebijakan peningkatan kualitas manajemen obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar dengan mengadopsi teknologi informasi. Penerapan sistem baru ini diterapkan di obyek wisata Tirta Empul sehingga kini Tirta Empul sebagai salah satu sumber pendapatan tertinggi dari retribusi pariwisata.
 
Misi Ketiga, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas berwawasan lingkungan. Diwujudkan dengan mendirikan pasar umum Sukawati dengan dana 200 miliar lebih, Pasar Umum Gianyar dengan dana 250 miliar. Pembangunan pasar bertujuan menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Gianyar, dan agar tidak kalah saing dengan pasar modern. Selain pembangunan pasar, Kabupaten Gianyar juga telah meresmikan pembangunan Air Minum Dalam Kemasan yang terbesar di Bali. 
 
Misi Keempat, mengembangkan SDM yang berintegritas dan berdaya saing tinggi. Ini diwujudkan dengan membangun sekolah Paud, TK, SD, dan SMP Hindu. Pembangunan gedung-gedung sekolah yang memiliki standar internasional sehingga anak-anak nyaman dan aman belajar di sekolah. Juga dilakukan pelatihan dan peningkatan kemampuan kerja, baik melalui penguatan PKK oleh tim penggerak PKK maupun pelatihan keterampilan lainnya oleh OPD terkait.
 
Misi Kelima, mewujudkan penguatan desa adat yang bertumpu pada nilai-nilai adat, budaya dan Agama Hindu. Desa Adat sebagai garda penjaga kebudayaan Bali turut menjadi perhatian utama Pembangunan Kabupaten Gianyar yang dikembangkan dan dikuatkan. Penguatan dilakukan dengan revitalisasi wantilan pura ataupun balai banjar, pembangunan kantor Majelis Desa Adat Kabupaten Gianyar, bantuan kepada sekaa gong, jaminan kesehatan untuk para seniman, sulinggih, bantuan upacara ngaben, bantuan-bantuan pelaksanaan “karya“ dan yang menjadi terobosan terbaru adalah pemeliharaan benda-benda sakral “Ngodakin Tapakan Ida Betara”.
 
Misi Keenam, meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan publik. Ini diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur seperti taman kota yang dipercantik, lapangan Astina Gianyar yang dibuat dengan fasilitas pendukung yang baik untuk memberikan ruang publik, pembangunan rumah sakit baru di Payangan dan revitalisasi rumah sakit Sanjiwani Gianyar dengan anggaran Rp 300 Miliar. 
 
Dua tahun kepemimpinan Mahayastra-Agung Mayun, berbagai penghargaan diraih di antaranya: Top Pembina BUMD 2020, Top BUMD Award; Respon rate SP Online Tertinggi di Bali, IPKM Tertinggi Kab/Kota se-Indonesia.