Duh, iBadung Salah Pasang Logo Badung, Semboyan “Cura Dharma Raksaka” Diganti Jadi “Cura Dharma Raksasa” | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 19 September 2020
Diposting : 22 November 2018 20:37
I Made Darna - Bali Tribune
SALAH SEMBOYAN – Logo Badung di aplikasi iBadung berisikan semboyan Cura Dharma Raksasa. Padahal, semboyan yang terpampang di bawah gambar keris tersebut mestinya Cura Dharma Raksaka.
BALI TRIBUNE - Duh, tagline logo Pemerintah Kabupaten Badung pada aplikasi perpustakaan digital iBadung salah tulis. Semboyan bergambar keris yang semestinya berisi tulisan “Cura Dharma Raksaka” justru dalam aplikasi smart city ditulis “Cura Dharma Raksasa”.
 
Kesalahan semboyan pemerintah terkaya di Bali ini sontak menjadi sorotan di dunia maya. Pasalnya, jelas-jelas kata “Raksaka” dengan “Raksasa” mengandung makna yang sangat berbeda.
Aplikasi yang diklaim pertama di Bali oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Badung padahal sebelumnya diluncurkan langsung oleh Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa pada September lalu.
 
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Badung, I Wayan Kristiani yang dikonfirmasi hal ini sempat dengan pedenya menyebut logo yang terpasang pada aplikasi tersebut merupakan logo Pemkab Badung.
 
“Nike (itu) logo Pemkab Badung,” ujarnya lewat pesan WhatApps, Rabu (21/11).
 
Kok, tulisan “Cura Dharma Raksaka” menjadi “Cura Dharma Raksasa” ? Disodok begitu, istri Wakil Bupati Badung ini langsung bingung.
 
“Wah ternyata saya yang salah lihat. Makasi nggih (ya) pak,” katanya.
 
Atas kesalahan tulis tersebut, Kristiani berjanji akan segera memperbaikinya. “Segera pak,” ucap Kristiani.
 
Perpustakaan digital “iBadung” ini dibuat oleh rekanan dari Jakarta. Sejak dilounching September lalu, aplikasi ini telah mengalami perkembangan yang cukup baik. Per Rabu (21/11) sudah terdaftar 581 anggota. Jumlah peminjam buku tercatat sebanyak 595 untuk periode 20 Septermber sampai 21 November.
 
“Untuk iBadung sejauh ini tidak ada kendala yang berarti, hanya kurang sosialisasi dan koleksi buku saja,” kata Kristiani.
 
Untuk program ke depan, pihaknya akan menambah koleksi buku digital secara bertahap dan sosialisasi lebih banyak ke sekolah dan masyarakat.
 
“Aplikasi iBadung akan terus kita update, terutama untuk kontennya,” tukasnya.