Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Efek Pandemi, Perangkat Gong Jadi Sasaran Maling

Bali Tribune / HILANG - Satu buah gong di Balai Banjar Tangkup, Desa Bukian, Payangan yang hilang digondol maling

balitribune.co.id | Gianyar - Pandemi Covid-19 merusak pondasi ekonomi semua kalangan yang berakibat beragam tindak pidana pun ikut menyembul. Tidak hanya pelaku pencurian yang menyasar pretima Pura, pencuri gong pun ikut kambuh lagi. Di Balai Banjar Tangkup, Desa Bukian, Payangan, sebuah Gong jenis Kempur pun didapati hilang. Meski yang hilang hanya sebuah, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 12 juta.

 

Kapolsek Payangan, AKP I Made Tama saat dikonfirmasi Senin (11/1) membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Disebutkan sesuai keterangan saksi Made Andika, gong tersebut didapati hilang sekitar pukul 08.00. Saat itu saksi akan  berangkat bekerja melewati Balai Banjar Tangkup. Saat melintas ia melihat satu buah gong kempur sudah tidak ada di tempatnya. Kemudian pada jam istirahat kerja sekitar pukul 12.00 ia pun kembali ke  Balai Banjar Tangkup dan mengecek gong tersebut dan ternyata 1 buah gong kempur sudah tidak ada di tempatnya.  

"Pencurian itu lantas diberitahukan ke Kelihan Adat dan Dinas Banjar Tangkup, lanjut  dilaporkan ke Mapolsek Payangan," ungkapnya.

Mengenai kepastian terjadinya pencuriann itu, tidak diketahui jelas. Perangkat gong tersebut digunakan terakhir kali pada tanggal 2 januari 2021 pada saat upacara piodalan. Sementara kerugian akibat peristiwa pencurian gong tersebut sekitar Rp. 12.500.000. Untuk mengantisipasi kasus yang sama pihaknya pun telah menyarankan agar dilaksanakan ronda atau sistem pakemitan yang dilakukan oleh warga secara bergilir.

"Mengantisipasi kejadian serupa terlebih pencurian yang menyasar pura juga meningkat, kami juga sudah sarankan bendesa setempat agar dilakukan pakemitan," pungkasnya.

wartawan
I Nyoman Astana
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.