Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Empat Pekerja Migran Asal Ubud Tak Diungkap

Bali Tribune/ Made Gede Wisnu Wijaya
Balitribune.co.id | Gianyar - Empat orang warga Gianyar di antara puluhan Pekerja Migran Indonsia (PMI) yang pulang dari luar negeri Minggu malam lalu, hingga kini belum diketahui penanganannya.  Pihak pemerintah pun enggan menerangkan apakah PMI ini dikarantina atau memang sudah dipulangkan ke keluarganya masing-masing.
 
Dari informasi yang diterima, Senin (23/3), empat PMI ini  semuanya berasal dari Desa Mas, Kecamatan Ubud. Sayang, Pemkab Gianyar tidak mengungkapkan di mana saat ini keempat ‘pahlawan devisa’ tersebut.
 
Saat dikonfirmasi, Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, sesuai laporan yang diterimanya, PMI asal Kabupaten Gianyar sebanyak empat orang. Wisnu juga membenarkan jika mereka berasal dari Desa Mas, Kecamatan Ubud. Namun Wisnu tidak mengungkapkan, dimana keberadaan apakah empat orang ini telah dikarantina di tempat khusus atau telah pulang ke rumahnya.
 
Disebutkan, keberadaan PMI yang pulang dari luar negeri sudah  sesuai protokol kesehatan PMI yang datang, dipantau oleh Satgas Covid-19 Provinsi Bali.  Dimana  kondisinya setelah dicek oleh Tim Kesehatan Provinsi Bali tidak ada keluhan apa-apa, dan suhu tubuh tidak mengalami peningkatan dan lanjut bisa menunjukkan sertifikat bebas Covid-19 dari negara asal dimana dia kembali, maka akan dipulangkan. “Kita di Tim Pokja Kabupaten yang memberi edukasi untuk dilakukan pemantauan dan mau diisolasi secara mandiri,” ujarnya.
 
Sementara dari data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Gianyar, jumlah PMI Gianyar relatif banyak mendapai 807 orang. Dari total tersebut, sebanyak 279 orang bekerja di Italia, 345 orang bekerja di Turki, 25 orang di Maldives, 23 orang di Polandia, 17 orang di Rusia, dan sisanya di Asia.
wartawan
Nyoman Astana
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.