Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Fraksi Badung Gede DPRD Badung Minta Potensi Pendapatan Dikaji Lagi agar Realistis

Bali Tribune/ FRAKSI BADUNG GEDE - Made Retha saat menyampaikan pemandangan umum Fraksi Badung Gede.
Balitribune.co.id | Mangupura - Fraksi Badung Gede DPRD Badung yang merupakan gabungan Partai Gerindra dan Demokrat dapat memahami penurunan pendapatan daerah dan belanja daerah pada APBD Perubahan Badung 2020. Ini merupakan dampak pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini.
 
Dalam rapat paripurna DPRD Badung yang dipimpin Ketua DPRD Putu Parwata bersama dua wakilnya Wayan Suyasa dan Made Sunarta serta dihadiri Sekwan IGA Made Wardika itu, Selasa (18/8), juru bicara Fraksi Badung Gede Made Retha menyatakan, dampak pandemi Covid-19 memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan daerah yang bertumpu pada sektor industri pariwisata sebagai potensi unggulan.
 
"Untuk itu kami sangat menyadari hal tersebut, bahkan kami dorong pemerintah untuk mengkaji secara mendalam potensi pendapatan sehingga menjadi lebih realistis di era pandemi ini," ujar Retha.
 
Sementara itu, terkait belanja daerah, katanya, yang terdiri atas belanja tidak langsung, belanja langsung dan pembiayaan daerah sudah tentu mengalami penurunan yakni dirancang turun 38,71 persen dari APBD induk 2020. Penurunan belanja daerah ini, ujar politisi Partai Demokrat itu, diharapkan dapat selaras dengan penurunan pendapatan daerah.
 
"Kami sependapatan pada belanja daerah tahun ini mengedepankan penanganan pandemi Covid-19 serta dampaknya. Sedangkan belanja lainnya tetap mengedepankan skala prioritas program/kegiatan strategis wajib dan mengikat yang termuat dalam 6 bidang prioritas yakni pangan, sandang dan papan; kesehatan dan pendidikan; jaminan sosial dan ketenagakerjaan; adat, agama dan budaya; pariwisata dan infrastuktur," ujarnya.
 
Pada kesempatan itu, fraksi yang dipimpin politisi Gerindra Made Wijaya ini memberikan apresiasi kepada pemerintah terkait komposisi rancangan APBD perubahan 2020 ini. Dalam kondisi pandemi Covid-19 pemerintah mampu berinovasi merancang komposisi pendapatan maupun belanja daerah dengan baik. 
 
"Untuk itu kami sependapat dengan komposisi rancangan APBD perubahan Badung tahun anggaran 2020 ini," ujar Made Retha.
 
Sebelumnya terungkap, pendapatan daerah pada APBD perubahan 2020 dirancang Rp 3,58 triliun. Pendapatan daerah ini berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp2,7 triliun, dana perimbangan dirancang Rp 563,7 miliar, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah dirancang Rp 318,8 miliar.
 
Sementara belanja daerah dirancang Rp 3,86 triliun. Belanja daerah ini terdiri atas belanja tidak langsung Rp 2,04 triliun serta belanja langsung Rp 1,81 triliun.  
wartawan
I Made Darna
Category

Sambut Wajib Belajar 13 Tahun, Bunda PAUD Karangasem Tekankan Pentingnya Satu Tahun Prasekolah

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten Karangasem terus mematangkan kesiapan dunia pendidikan dalam menyambut program nasional Wajib Belajar 13 Tahun. Langkah nyata ini diawali dengan penguatan pada jenjang prasekolah sebagai fondasi utama pendidikan anak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jelang Idul Adha, Pasar Hewan Kayuambua Sepi Aktivitas

balitribune.co.id I Bangli - Menjelang hari raya Idul Adha aktivitas jual beli sapi di Pasar Hewan Kayuambua, Kecamatan Susut, Bangli, mengalami penurunan drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut diutarakan  Koordinator Pasar Hewan Kayuamba I Nengah Degdeg, pada Senin (25/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Penataan Jalan Gajah Mada dan Terminal Pesiapan Segera Dimulai

balitribune.co.id I Tabanan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan memastikan proyek penataan Jalan Gajah Mada dan Terminal Pesiapan segera dimulai pada minggu ini. Kepastian tersebut menyusul rampungnya proses tender dan jadwal penandatanganan kontrak kerja yang direncanakan pada Selasa (26/5/2026) mendatang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Satgas PASTI Hentikan Dugaan Penipuan Appeninc, VID, dan Sensenowai

balitribune.co.id | Jakarta - Satgas PASTI kembali mengambil langkah tegas dengan menghentikan kegiatan tiga entitas yang diduga terlibat dalam praktik penipuan digital, yakni Appeninc, VID, dan Sensenowai.

Dalam siaran pers yang dirilis Senin (25/5/2026), Satgas mengungkap bahwa ketiga entitas tersebut menjalankan modus berbeda, mulai dari impersonasi perusahaan asing hingga investasi kripto fiktif.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.