Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gelombang Tinggi, Nelayan di Karangasem Cuti

Bali Tribune / TIDAK MELAUT – Tampak sejumlah nelayan di Karangasem kembali ke pantai setelah sejenak melaut ke tengah, yang ternyata ombaknya tinggi dan anginnya kencang. Mereka memilih cuti melaut demi keselamatan.

balitribune.co.id | AmlapuraCuaca buruk dengan gelombang tinggi dan angin kencang, hingga saat ini masih berpotensi terjadi di wilayah perairan Karangasem hingga ke Selat Lombok.

Kondisi ini berdampak pada aktivitas melaut nelayan di sejumlah pesisir di Karangasem. Di Pesisir Ujung Karangasem, sebagian besar nelayan lebih memilih tidak melaut sementara waktu guna menghindari risiko di tengah laut.

Namun demikian, ada beberapa nelayan memilih tetap melaut kendati terjadi cuaca buruk karena terhimpit kebutuhan ekonomi keluarga mereka.

Muhammad Ibra, salah seorang nelayan di Pesisir Ujung, Karangasem, kepada Bali Tribune, Minggu (17/3) mengatakan, cuaca di tengah perairan Karangasem saat ini sangat ekstrem. Selain ombaknya tinggi, anginnya juga kencang.

Menurutnya, ketinggian gelombang di tengah perairan dekat Selat Lombok berkisar antara 2,5 hingga 3 meter. Selain itu, sambung Ibra, angin juga bertiup sangat kencang yang menurutnya cukup menyulitkan nelayan untuk mengatur arah laju perahu mereka.

“Cuaca di tengah laut sangat ekstrem. Tinggi gelombangnya mencapai kira-kira 3 meter, trus anginnya juga pak sangat kencang sekali. Pokoknya melaut di tengah cuaca buruk begini ini seperti uji nyali,” ujarnya.

Untuk hasil tangkapan saat cuaca buruk ini memang lumayan karena biasanya nelayan akan menangkap jenis ikan tongkol, karena untuk mennangkap atau memancing ikan dasar tidak memungkinkan lantaran arus dan gelombang cukup deras.

Sejumlah nelayan memperkirakan kondisi cuaca buruk atau di kalangan nelayan disebut musim angin barat seperti ini akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

“Sebagian besar nelayan sini tidak melaut, hanya yang berani saja yang melaut,” sebutnya. Sementara nelayan yang tidak melaut memilih memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jukung dan peralatan melaut mereka.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mengumumkan bahwa dalam sepekan hingga Minggu (17/3) telah terjadi sejumlah bencana di Bali sebagai dampak dari Hidrometeorologi Basah.

Kepala BPBD Bali Made Rentin mengatakan, di Bangli terdapat 9 titik bencana, 20 titik di Buleleng, 21 titik Karangasem, 9 titik di Jembrana, 32 titik di Tabanan, 6 titik di Badung, dan 5 titik di Gianyar.

“Kejadian tesebut menyebabkan 3 orang meninggal dunia dengan estimasi kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp1,5 miliar,” ujar Made Rentin.

wartawan
AGS
Category

Mahakarya Bertema Alam Menggunakan Bahan Bekas Dipamerkan di Sudakara ArtSpace

balitribune.co.id | Denpasar - Seniman Bali asal Tejakula Kabupaten Buleleng, Nyoman Handi Yasa menghadirkan mahakarya seni yang unik dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas pakai. Seni lukis yang menggunakan media dari kayu bekas dan ranting bekas salah satu upaya sang seniman menjaga lingkungan alam Bali ini tetap bersih. 

Baca Selengkapnya icon click

Praktisi dan Akademisi Buleleng Bedah KUHAP Baru

balitribune.co.id | Singaraja – Sejumlah praktisi hukum dan akademisi membedah pemberlakuan  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan KUHAP Nasional yang akan berlaku mulai 2 Januari 2026. Dalam acara yang dikemas diskusi panel bertajuk Menilik KUHP dan KUHAP Baru digelar di Aula Kampus Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja, Jumat (19/12).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kolaborasi Pansus TRAP dan Pemkab Tabanan Tegakkan Aturan, Fokus Sejahterakan Petani

balitribune.co.id | Denpasar - Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Perizinan, dan Aset (TRAP) DPRD Provinsi Bali menegaskan komitmennya menjaga kelestarian Kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, dari berbagai pelanggaran tata ruang dan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan serta sistem irigasi tradisional Subak.

Baca Selengkapnya icon click

PERJAKA Bajra Shandi Ajak Lansia Hidup Sehat dan Bahagia

balitribune.co.id | Denpasar - Sebuah komunitas sosial bernama Perkumpulan Jalan Kaki (PERJAKA) Bajra Shandi, resmi berdiri pada 25 Juli 2025. Komunitas ini hadir sebagai ruang kebersamaan bagi warga senior, khususnya mereka yang berusia 55 tahun ke atas, untuk menjalani masa lanjut usia secara sehat, bahagia, dan harmonis.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.