Gubernur Bantu Balita Penderita Epilepsi Asal Blasinga | Bali Tribune
Diposting : 9 June 2016 15:50
redaksi - Bali Tribune
epilepsi
DIKUNJUNGI - Keluarga Kadek Santi Ayundari (1,5) bocah penderita epilepsi dari keluarga kurang mampu saat dikunjungi tim Humas Pemprov Bali, Selasa (7/6).

Gianyar, Bali Tribune

Pemberitaan di media tentang Kadek Santi Ayundari (1,5) bocah penderita epilepsi dari dari keluarga kurang mampu asal Banjar Blasinga, Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar, direspons cepat Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Pada Selasa (7/6), Gubernur mengutus tim Humas Pemprov Bali untuk melakukan kunjungan awal ke rumah Kadek Santi.

Dituturkan sang ibu, Made Martini (31), Kadek Santi terlahir dengan keadaan normal. Namun setelah berusia satu bulan, tiba-tiba mengalami gangguan pada pencernaan yang mengharuskanya dirawat di RS Sanjiwani Gianyar. Setelah umur tiga bulan, Kadek Santi mengalami panas tinggi dan kejang-kejang sehingga kembali harus dirawat selama sebulan di RS Sanjiwani.

Dokter mendiagnosa Kadek Santi menderita epilepsi yang disebabkan tidak normalnya aktivitas sel otak. Hal itu membuat Kadek Santi mengalami kejang-kejang secara berkala. Ditambahkan ayahnya, Nyoman Arnawa (35), selama ini putrinya menjalani perawatan menggunakan fasilitan BPJS Kesehatan. Namun, sampai kondisi putri keduanya tersebut tidak kunjung membaik.

“Anak saya tidak bisa makan makan dengan baik, jika tidak dibantu dengan selang. Anak saya juga sampai saat ini hanya tergolek lemas di umurnya yang masih belia ini,” tutur pegawai swasta yang juga ayah dua orang anak ini. Ia berharap pemerintah dapat membantu keluarganya agar anaknya bisa mendapat penanganan yang intensif dan pulih kembali.

Kepala Dusun Blangsinga, I Gusti Made Oka, yang turut mendampingi tim saat berkunjung ke lokasi, menceritakan, keluarga ini memang dalam kondisi yang memprihatinkan. Karena belum terdata sebagai KK miskin, belum bisa diajukan sebagai penerima bantuan program-program pemerintah. Namun, ia tetap berusaha mencarikan bantuan kemanusiaan.

Bantuan itu di antara sudah datang dari Dinas Sosial Kabupaten Gianyar dan beberapa relawan. Ia juga mengungkapkan bahwa di desanya masih terdapat 43 KK miskin dari total 550 jumlah KK yang ada. Pihaknya sampai saat ini masih terus berusaha untuk menjembatani masyarakat miskin di desanya dengan program-program bantuan dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.

Tim pada kesempatan itu menyalurkan bantuan sementara berupa uang tunai, agar lebih bermanfaat bagi pengobatan bocah malang itu. Bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait. Gerakan responsif Pemprov Bali ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat mampu terhadap sesama yang membutuhkan.