Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hadapi Era Dinamis, BI Institute Gelar Seminar Internasional

BI
Executive Director BI Institute Sugeng dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara (tengah) saat pembukaan seminar “On Neuro Economic Leadership di Nusa Dua.

Nusa Dua, Bali Tribune

Untuk memberikan pencerahan saat ini merupakan era VUCA (era yang tidak menentu, era yang sangat dinamis, dan sarat perubahan, kompleks dan sangat ambigu) diperlukan respon tepat terhadap persoalan tersebut. Respon yang dimaksud adalah kearifan intelektual dan leadership yang sesuai dengan tuntutan jaman. "Ketidakpastian saat ini telah menjadi New normal, dan kepiawaian kita harus disertai dengan tools set baru yang tidak lagi mengandalkan instrumen kebijakan dan gaya kepemimpinan lama. Jadi kepemimpinan yang menuntut kepaiawaian melahirkan breaktrough atau game changer itulah yang disebut dengan Economic Leadership," tutur Executive Director BI Institute Dr.Sugeng di sela acara seminar internasional di Nusa Dua Bali, Senin (26/9) kemarin.

Seminar BI Institute ini mengusung tema "Neuro Economic Leadership" dan akan berlangsung selama dua hari (26 - 27 September). Seminar resmi dibuka oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara. Dihadirkan juga pembicara CEO dan Founding Father Neuro Leadership Institute DR. David Rock, dan CEO HBDI Asia Pacific Michael Morgan. 

Dipaparkan, BI Institute merupakan institusi pembelajaran BI untuk bangsa yang akan mengasah dan menyiapkan para pimpinan masa depan Indonesia dengan pengetahuan dan skill set yang frontier melalui pengayaan capacity building kaliber internasional. "Salah satu pendekatan baru dibidang economic leadership aalah berbasis Neuro science dan optimalisasi empat kecerdasan utama manusia, itulah yang disebut neuro economic leadership," katanya.

Sugeng lantas menjelaskan, optimalisasi neurobrain manusia akan meningkatkan kepedulan (awarness) dan tantangan masa depan serta kelenturan (agility) menghalau dan merespon berbagai ketidakpastian. "Secara konkret kita ingin memunculkan kesadran bersama dari seluruh pihak yang berkompeten dalam menciptakan economic leader, sehingga dapat mempercepat transformasi pertumbuhan ekonomi indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribaian," tukasnya.

Sementara itu Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menuturkan saat ini dunia tengah bergejolak dan di dalamnya selalu mengandung resiko, diantara resiko yang datang dari ekonomi seperti,  inflasi, defisit ekspor impor, APBN dan resiko yang berasal dari luar negeri. "Setiap ada gejolak di pasar keuangan pasti berimbas pada gejolak ekonomi nasional yang (pada gilirannya) berimbas pada perekonomian msyarakat," kata Mirza.

Menyikapi kondisi yang ada, Mirza menegaskan para pimpinan dan staff pimpinan harus dilatih cara mengambil keputusan dalam dunia yang penuh resiko.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Antusiasme Warga Padati Gilimanuk hingga Hutan Cekik Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

balitribune.co.id | Negara - Masyarakat Kabupaten Jembrana tumpah ruah memadati kawasan Gilimanuk hingga Hutan Cekik pada Selasa (25/8/2026). Kedatangan ribuan warga dan pelajar ini guna menyambut kunjungan kerja perdana Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diagendakan melakukan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan hutan Bali Barat.

Baca Selengkapnya icon click

Data 129 Ormas, Kesbangpol Badung Dorong Penataan dan Pemberdayaan

balitribune.co.id | Mangupura - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung mencatat sebanyak 129 organisasi kemasyarakatan (ormas) telah terdata hingga Agustus 2026. Ormas tersebut bergerak di berbagai bidang, di antaranya lingkungan hidup, seni budaya, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, serta kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Ancam Cabut Izin Usaha Besar yang Abaikan Produk Lokal

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung menyiapkan aturan yang mewajibkan pelaku usaha besar, khususnya sektor pariwisata, menggunakan produk unggulan lokal. Pelaku usaha yang mengabaikan kewajiban tersebut nantinya dapat dikenai sanksi administratif secara bertahap hingga rekomendasi pencabutan izin usaha.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.