Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hanya Empat Besar Petarung Lolos PON

Bali Tribune/ AA Bagus Tri Candra Arka
balitribune.co.id | Denpasar - Seluruh Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) se-Indonesia nampaknya harus mempersiapkan diri secara ekstra untuk menyambut Pra-PON yang akan datang di Bandung. Pasalnya, petarung yang mendapat tiket menuju PON 2020 hanya dicari 4 besar saja di tiap kelasnya di luar tuan rumah Papua.
 
"Jadi bisa dibilang Pra-PON nanti sangat berat. Seluruh provinsi pasti menginginkan tiket itu, termasuk Bali," ucap Sekum Pengprov Kodrat Bali, AA Bagus Tri Candra Arka, Minggu (12/5).
 
Pasalnya, tuan rumah Papua yang menentukan kuota tersebut, jadi di PON nanti, di setiap kelas hanya bertanding 5 petarung saja. Hitungannya 1 petarung tuan rumah dan sisanya hasil dari Pra-PON. "Dua kali menang saja, hitungannya sudah emas, jika syaratnya petarung itu mendapat bye. Tapi, kalau melewati babak penyisihan ya maksimal 3 kali tarung," tegas pria yang akrab disapa Gung Cok ini.
 
Lantas, bagaimana persiapan petarung Pra-PON Bali saat ini? Dijelaskan Gung Cok, berdasarkan hasil rapat koordinasi Pengprov Kodrat Bali belum lama ini bersama pelatih dan pengurus se-Bali, saat ini seluruh penghuni tim bayangan Pra-PON dikembalikan ke pengkab masing-masing.
 
Sebab, lanjut Gung Cok, petarung tersebut disiapkan menuju Porprov Bali 2019 mendatang. Pihak Kodrat Bali pun merasa terbantu dengan persiapan porprov karena para petarung Bali itu digenjot latihan di daerah asalnya.
 
Kemudian, pihaknya berharap kepada KONI Bali bisa dibantu soal anggaran karena usai Porprov Bali, seluruh petarung langsung menjalani latihan terpusat. Mengingat, porprov nanti dijadikan seleksi akhir bagi Pengprov Kodrat Bali dalam menentukan tim definitif.
 
"Selain itu, pada pertengahan bulan Juni mendatang, petarung Pra-PON itu bakal ditempa fisik, mental dan tekniknya oleh Sang Guru Muda, Badai Meiga Negara. Beliau langsung memberikan pelatihan selama kurang lebih seminggu di Bali," tandas Gung Cok.
wartawan
Djoko Purnomo
Category

Pecatu Darurat Air dan Marak Pencurian Meteran, Made Sumerta Desak Progres Nyata PDAM Badung

balitribune.co.id | Mangupura -  Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Made Sumerta, memberikan atensi serius terhadap rentetan kasus pencurian meteran air (water meter) milik Perumda Tirta Mangutama (PDAM) Badung yang kian masif di wilayah Kuta Selatan. Selain masalah kriminalitas, politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti krisis distribusi air yang tak kunjung teratasi di Desa Pecatu.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Adi Arnawa Hadiri Prosesi Ngodak Pelawatan di Pura Dalem Bebalang Carangsari

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri sekaligus menjadi upasaksi dalam rangkaian Karya Ngodak Pelawatan Ida Sesuhunan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Rabu (25/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mahkamah Agung Ambil Sumpah Dewan Komisioner OJK Baru, Perkuat Stabilitas Sektor Keuangan Nasional

balitribune.co.id | Jakarta - Tujuh Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengucapkan sumpah jabatan di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Sunarto berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 30/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Anggota Dewan Komisioner OJK.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kadisparbud Bangli Tegaskan Pungutan Retribusi Kintamani yang Viral Adalah Resmi dan Sesuai SOP

balitribune.co.id | Bangli - Pungutan retribusi wisata Kintamani, Bangli kembali viral dan menuai pro-kontra. Pasalnya, pungutan retribusi dilakukan di badan jalan. Menyikapi realita tersebut, Kadis Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli I Wayan Dirgayusa angkat bicara. Mantan Camat Kintamani ini mengatakan bahwa petugas yang melakukan pungutan adalah petugas resmi Pemkab Bangli. 

Baca Selengkapnya icon click

Proyek Shortcut 9-10 Terancam Mandek, Warga Pegayaman Tolak Ganti Rugi Lahan

balitribune.co.id I Singaraja - Pembangunan proyek jalan pintas (shortcut) titik 9 dan 10 yang melintasi Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, masih menyisakan persoalan pelik. Sejumlah warga pemilik lahan menyatakan keberatan dan menolak nilai ganti rugi yang ditetapkan pemerintah karena dianggap tidak adil dan jauh dari harapan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.