Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Harga Telur Turun, Harga Pakan Naik

AYAM - I Kadek Budiarta di kandang ayam petelur miliknya.

BALI TRIBUNE - Sejak sepekan belakangan ini harga telur ditingkat peternak menurun. Harga telur ukuran besar (TB) sebelumnya Rp1430 per butirnya  turun Rp 1260 per butirnya. Di tengah turunnya harga telur justru harga pakan  ayam naik.  Hal tersebut diungkapkan peternak ayam petelur,  I Kade Budiarta, Minggu (12/8). Menurut Kadek Budiarta, menurunnya harga telur dikarenakan adanya intervesi pemerintah dalam bentuk oprasi pasar. Selain itu juga sudah ada peningkatan produksi telur dibebeberpa sentra peternak ayam petelur. “Oprasi pasar yang dilakukan pemerintah serta mulai meningkatnya produksi  menyebabkan harga telur turun,” ujar peternak telur asal Dusun Buwungan, Desa Tiga, Susut ini. Di tengah turunnya harga telur justru harga pakan naik, seperti halnya jenis pakan Cosentrat yang sebelumnya harganya Rp 6675 per kilonya naik menjadi Rp 6975 per kilonya. Begitu juga untuk jagung yang dulu harganya Rp 3900 per kilonya naik menjadi Rp 4400 per kilonya. “Kebijakan pemerintah terakit pembatasan tonase juga memberatkan peternak, dulunya kami bisa mendatangkan  pakan dari Surabaya untuk satu kali angkut seberat 11 ton namun sekarang hanya diperbolehkan 8 ton dengan ongkos angkut  sama Rp 2,5 juta,” ujar Kadek Budiarta. Papar Kadek Budiarta harga telur di Indonesia termasuk murah ,bahkan harganya paling rendah di Asean Tenggara. Menurutnya, naiknya harga telor dikarenakan  naiknya harga pokok produksi (HPP). “Naiknya harga telor bukan karena adanya permainan kartel tapi disebabkan  meningkatnya HPP,” sebutnya.   Bebernya, harga pakan sangat sensitif dengan pergerkana nilai  tukar dolar, pasalnya untuk bahan pakan masih didatangkan dari luar. “Untuk tepung daging, ikan, tulang harus import dari luar negeri,” ujar pria yang mengaku memelihara ayam petelur  sebanyak 30 ribu ekor.   Dari total populasi ayam 30 ribu untuk rata- rata telur yang dihasilnya  berkisar 24.000  butir per harinya. Ia menggap pelarangan penggunaan antibiotika tambahan atau antibiotic growth promotores (AGP) oleh pemerintah sangat tepat, karena  berbicara masalah kesehatan . Memang pelarangan itu berdampak pada semakin meningkatnya biaya produksi. “Tanpa AGP perkembangan ayam khusunya ayam pedaging lebih lambat, kalau dengan AGP umur ayam 30 hari sudah bisa dipanen, sedangkan tanpa AGP umur ayam 40-45 hari baru bisa dipanen,” sebut Kade Budiarta.  

wartawan
Agung Samudra
Category

Sempitkan Alur Sungai, Lima Pemilik Bangunan Dipanggil Satpol PP

balitribune.co.id I Mangupura - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung memanggil paksa lima pemilik lahan di kawasan Jalan Kunti II, Seminyak, atas dugaan pelanggaran penyempitan alur sungai. Tindakan ilegal tersebut dituding menjadi pemicu utama banjir serta terhambatnya proses inspeksi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Unik, Perayaan Cap Go Meh Bertepatan dengan Purnama Kesanga

balitribune.co.id I Kuta - Perayaan Cap Go Meh sebagai penutup rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili berlangsung khidmat di Bali, Selasa (3/3/2026). Suasana religius terasa kian kental lantaran puncak hari ke-15 Imlek ini bertepatan dengan hari suci Purnama Kesanga bagi umat Hindu di Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Jelang Lebaran, Warga Serbu Layanan Penukaran Uang Baru BI

balitribune.co.id I Denpasar -  Layanan penukaran uang pecahan kecil yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H terus diburu masyarakat. Pada Rabu (3/3/2026), layanan ritel BI yang digelar di Masjid Baitul Mukminin BKDI Bali, kawasan Panjer, Denpasar, tampak dipadati warga yang ingin mempersiapkan kebutuhan Lebaran da

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Atasi Jalan Rusak, DPRD Buleleng Pastikan Anggaran Rp 68 Miliar di 2026

balitribune.co..id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buleleng menaruh perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan yang rusak. Sebagai bentuk komitmen, anggaran sebesar Rp 68 miliar telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk tahun 2026 untuk perbaikan jalan di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.