Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Harris Hotel Cokroaminoto Hadirkan Mezzanie Cafe

launching
Suasana grand launching Mezzanie Cafe

BALI TRIBUNE - Harris Hotel Cokroaminoto Denpasar menambah fasilitas bagi para tamu yang menginap juga mengakomodir keperluan anak-anak muda di Kota Denpasar dengan menyediakan tempat untuk nongkrong (Mezzanie Cafe). Tempat nongkrong yang dikemas ala cafe kopi ini berada di  lantai 1 dan 2 Harris Hotel Cokroaminoto Denpasar. Bagi yang pengunjung berusia 30 tahun keatas disediakan tempat duduk sofa yang nyaman di lantai 1. Sedangkan anak-anak muda yang ingin menikmati pemandangan di sekitar hotel bisa memilih tempat di lantai 2.

Grand Launching Mezzanie Cafe diselenggarakan pada Minggu (23/7) dengan mengundang sejumlah komunitas. "Kami menghadirkan konsep ini untuk mengakomodir semua kebutuhan tamu-tamu hotel dan komunitas juga anak-anak nongkrong di seputar Denpasar," ujarnya di hotel setempat.

Food & Beverage Manager Harris Hotel Cokroaminoto Denpasar, Herbert Hutagaol menjelaskan menu yang ditawarkan cukup beragam terdiri dari berbagai jenis minuman dan makanan. 
"Kita jual makanan yang terkenal kaki lima, angkringan, bakso empek-empek dan lainnya. Kita juga memasukkan modern konsep ada masakan Eropa dan juga ada bar yang menyediakan banyak minuman termasuk kopi premium, teh,  jus dan aneka minuman lainnya," jelas Herbert.

Harga yang ditawarkan pun kata dia sangat bersaing mulai Rp 15 ribu untuk minuman kopi premium. Sedangkan makanan dibandrol mulai Rp 5 ribu sampai Rp 35 ribu. Mezzanie Cafe buka dari pukul 10.00 pagi sampai 10 malam. Namun saat hari-hari tertentu weekend buka hingga pukul 11 malam.

"Konsep ini kami hadirkan sesuai dengan permintaan di pasaran. Karena di area di Denpasar memang banyak yang mengusung coffee shop dimana anak-anak muda banyak nongkrong.  Tetapi di Mezzanie Cafe kita mau memperkenalkan kopi kualitas premi dengan harga lebih murah," ucapnya.

Selain menyasar kalangan muda, Mezzanie Cafe juga bisa menampung pengunjung dari kalangan keluarga. "Untuk keluarga juga sangat terbuka. Kami ada fasilitas outdoor dengan kapasitas 80 orang. Karena kami menawarkan suasana cozy sehingga nyaman untuk semua kalangan," tutupnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.