Hotelier Siapkan Pelayanan Era New Normal Menjadi Tren Menuju Pariwisata Berkualitas | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 08 Agustus 2020
Diposting : 18 May 2020 19:31
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / Ramia Adnyana

balitribune.co.id | DenpasarPelaku industri pariwisata Bali pascaCovid-19 ini konsisten tampil lebih berkualitas dari sebelumnya. Pasalnya pelaku pariwisata yang bergerak di sektor perhotelan kini telah mempersiapkan diri untuk tampil normal yang baru di era New Normal pasca-Covid-19. 

Tidak dipungkiri, penyebaran pandemi Covid-19 mengguncang industri pariwisata di pulau ini. Para Hotelier atau orang-orang yang berkecimpung di dunia perhotelan kembali bergerak untuk bangkit menyambut era New Normal setelah Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat hidup berdampingan dengan Covid-19, namun tetap mengikuti protokol kesehatan. 

Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Made Ramia Adnyana saat dikonfirmasi terkait pariwisata Bali di era New Normal, Senin (18/5) menyampaikan pada Era New Normal ini di perhotelan akan lebih mengedepankan faktor Hygiene and Sanitasation atau kesehatan dan kebersihan sesuai protokol Covid-19. 

"Kita (pelaku perhotelan) lagi mempersiapkan SOP yang baru untuk mengantisipasi era New Normal ini. Yang jelas protokol kesehatan sangat penting untuk disiapkan di industri pariwisata ke depannya. Cleanliness, Hygiene and Sanitation/CHS," jelas Ramia.

Lebih lanjut Ia mengatakan, pihak Kementrian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif juga sedang mempersiapkan Juklak dan Juknis terkait pariwisata era New Normal Ini," ucapnya. 

Menurut dia, wujud Era New Normal di perhotelan adalah, ketika akan check in ke hotel semua tamu akan di thermo scan terlebih dahulu. Kemudian, disarankan mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir, ditawarkan hand sanitizer. Tamu harus mengunakan masker ketika check in di hotel, proses check in akan dilayani dengan sangat singkat hanya dengan membubuhkan tanda tangan di registration form. 

Lantas semua kunci dan informasi sudah disiapkan di dalam amplop yang bersih dan hygiene kepada tamu. Reception yang melayani juga memakai masker, faceshield dan memakai slop tangan. Kemudian tamu diantar ke kamar langsung. "Untuk kamar-kamar tertentu proses check in akan dilakukan di kamar untuk menghindari kerumunan yang numpuk di lobby," bebernya.

Sementara itu, kata Ramia, kebersihan dan Room Sanitization akan sangat diperhatikan dengan menggunakan teknik Ozone untuk benar-benar memastikan bahwa linen dan kamar terhindar dari Covid-19. Begitupun fasilitas umum seperti lift, restoran, gym dan area kolam renang akan diberlakukan tingkat kebersihan yang ketat. 

Sedangkan di restoran juga memberlakukan thermo scan, hand sanitizer, masker dan social distancing ketika tamu makan di restoran. Sehingga tamu akan merasa nyaman dan aman. Pelayanan era New Normal ini akan menjadi tren pelayanan menuju quality tourism atau pariwisata yang berkualitas karena kuantitas tidak akan bisa lagi di paksakan. 

"Tentu quality akan menjadi prioritas utama pelayanan dan tentunya harga akan semakin mahal. Semua protokol-Covid 19 harus siap dijalankan oleh semua stakeholder pariwisata di Bali. Mulai dari bandara, transportasi, hotel, daya tarik wisata, pusat oleh-oleh dan restoran.  "Selamat datang di era New Normal pariwisata Bali," cetusnya.