balitribune.co.id | Negara - Ternyata kebahagian masyarakat di suatu wilayah dapat diukur. Terbukti pengukuran telah dilakukan terhadap indeks kebahagiaan masyarakata Jembrana. Bahkan tahun 2022 ini Indeks Kebahagiaan Masyarakat Jembrana berdasarkan survey yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) ternyata melebihi Indeks Kebahagiaan di Provinsi Bali.
Survei indeks kebahagian telah dilakukan di Jembrana. Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis hasil survey Indeks Kebahagiaan Kabupaten Jembrana Tahun 2022 Senin (19/12). Dalam Desiminasi Hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jembrana tersebut, terungkap Indek Kebahagiaan Masyarakat Jembrana mencapai angka rata-rata 72,30.
Pengukuran indeks kebahagiaan berdasarkan pengukuran 3 indikator/dimensi. Diantaranya indeks dimensi kepuasan hidup 75,73, indeks dimensi perasaan 66,64 dan indeks dimensi makna hidup 73,85. Bahkan Direktur Statistik Ketahanan Sosial Dr. Nurma Midayanti mengungkapkan angka indeks kebahagiaanKkabupaten Jembrana lebih tinggi dari indeks kebahagiaan di Provinsi Bali tahun 2021.
Pihaknya pun meminta faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan masyarakat tersebut bisa tetap dijaga, "Indeks kebahagiaan Jembrana lebih tinggi dari Provinsi Bali, namun itu berdasarkan pengukuran tahun lalu. Ini dipengaruhi oleh bagaimana kondisi yang sedang dihadapi, itu sangat mempengaruhi pengukuraan. Maka dari itu , kondisi ini memang harus tetap dijaga setiap tahunnya," ungkapnya.
Ia menyebut pengukuran dilakukan dari beberapa dimensi, yaitu dimensi kepuasan hidup, dimensi perasaan dan dimensi makna hidup. Apabila nilainya ingin ditingkatkan, menurutnya harus dilihat dari dimensi yang paling rendah. "Dari tiga dimensi itu, ada banyak subdimensin yang harus diukur, misal dari pendidikan, pekerjaan, waktu luang dan termasuk perasaan terhadap pelayanan publik juga," imbuhnya.
Pihaknya menerangkan sebelumnya hanya mengukur di level Provinsi di Bali. Namun dikatakannya Jembranamengadakan survei khusus sendiri. Untuk sampel di Kabupaten Jembrana, jajarannya telah melakukan survei terhadap 560 rumah tangga di desa/kelurahan di lima kecamatan yang ada di Jembrana. Sesuai perhitungan statistik, diakuinya angka tersebut sudah mewakili indeks Kabupaten Jembrana.
"Anggap saja satu rumah tangga itu ada empat anggota jadi dari 560 rumah tangga sudah ribuan orang jumlahnya, karena pendekatan kita memang kepada rumah tangga," tegasnya. Ia juga mengakui sejumlah kondisi mempengaruhi indeks kebahagiaan itu, “kondisi perekonomian secara umum salah satunya mempengaruhi kebahagiaan masyarakat. Termasuk juga kualitas pelayanan publik dari pemerintah,” tandasnya.
Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyatakan baru pertamakalinya dilakukan penghitungan indeks kebahagiaan di Jembrana. Ia juga mengakui penilaian sebuah kebahagian sangat majemuk. Bahkan menurutnya dilihat dalam pengertian yang sangat luas, kebahagiaan juga bukan sebuah ukuran yang kuantitatif. "Dari nilai itu berarti saat ini masyarakat Jembrana sudah menunjukan rasa bahagia," ungkapnya.
"Ada beberapa indikator yang saya rasa menyebabkan indeks kebahagiaan Jembrana mencapai target. Misalnya kita telah terlepas dari pandemi covid dan ada gerakan untuk memajukan potensi Jembrana," imbuhnya. Pihaknya pun menyatakan berkomitmen untuk meningkatkan indeks kebahagiaan, “ini akan terus kita tingkatkan setiap tahun, dengan meningkatkan pembangunan,” tandasnya.