Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jelang Imlek Okupansi Hotel Masih "Single Digit"

Bali Tribune / Kamar hotel di Bali

balitribune.co.id | Kuta - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang dirayakan oleh warga keturunan Tionghoa pada 12 Februari 2021 mendatang, tampaknya belum membawa angin segar bagi kalangan pelaku pariwisata Bali khususnya di sektor perhotelan. Pasalnya, Imlek tahun ini bertepatan pandemi Covid-19, sejumlah daerah di Tanah Air masih memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat. 

Hal tersebut yang memicu Bali kehilangan potensi kedatangan wisatawan domestik untuk liburan Imlek di Pulau Dewata. Momen perayaan Tahun Baru China tersebut yang ditunggu-tunggu oleh pelaku pariwisata Bali guna meningkatkan hunian kamar hotel (okupansi). Mengingat Imlek menjadi momen long weekend (liburan akhir pekan yang panjang) yang biasanya dimanfaatkan oleh wisatawan domestik liburan di Pulau Seribu Pura.  

Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), I Made Ramia Adnyana, Minggu (7/2) menyampaikan bahwa pesanan kamar hotel untuk libur Imlek belum ada peningkatan, karena adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di beberapa daerah. Saat ini kondisi okupansi di sejumlah hotel di Kuta, Badung terpantau sangat kecil.

"Sekarang single digit (dibawah 10%) okupansinya di sejumlah hotel. PPKM dari sisi praktisi pariwisata menilai berdampak pada okupansi kamar hotel dan adanya penurunan tingkat pengunjung, karena apa? Adanya pembatasan-pembatasan," ungkapnya. 

Kata dia, asosiasi general manager hotel ini sangat memahami kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah terutama untuk menurunan kasus pandemi Covid-19. Pemerintah beranggapan terjadi peningkatan kasus ketika musim liburan panjang atau long weekend dan perayaan tahun baru 2021. 

"Padahal hingga saat ini belum bisa dibuktikan adanya peningkatan kasus berasal dari klaster pariwisata. Justru klaster keluarga, upacara adat dan perkantoran yang memicu terjadinya penyebaran Covid-19," ucap Ramia. 

Ia mendukung pemerintah dalam mengutamakan kesehatan yang diiringi menggeliatnya perekonomian yaitu masyarakat produktif aman Covid-19. "Makanya ada pernyataan dari Presiden Jokowi, PPKM tidak efektif. Ini harus benar-benar dikaji oleh pemerintah agar tidak berdampak lebih buruk lagi terhadap dunia usaha. Terutama industri pariwisata yang ada di Bali dan sudah terpuruk sebagai dampak dari Covid-19," bebernya. 

Kondisi sulit yang berkepanjangan akibat pandemi Covid-19 tentunya menyeret pengusaha di industri ini ke jurang kebangkrutan. Terbukti sejumlah hotel dinyatakan pailit dan sekarang ini puluhan hotel di Badung mulai dijual. Sebab pemiliknya tidak mampu lagi menahan beban biaya operasional tanpa adanya pendapatan.

Ditambahkan Ramia, untuk saat ini pinjaman lunak menjadi hal yang mendesak bagi pelaku usaha pariwisata di Bali agar bisa bernafas. Sehingga bisa lebih produktif karena jangka waktu 10 tahun dengan suku bunga terjangkau. "Saya kira pinjaman lunak menjadi salah satu solusi dan harus dipercepat oleh Pemerintah Pusat karena kontribusi Bali terhadap pariwisata Indonesia cukup besar yaitu US 18 miliar. Ini penting agar pinjaman lunak dipercepat realisasinya," katanya. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, IGN Rai Suryawijaya pun mendesak Pemerintah Pusat segera merealisasikan pinjaman lunak bagi pengusaha hotel. "Kita menginginkan agar pandemi bisa terkendali segera. Jika segera mendapat vaksin untuk masyarakat pariwisata ini akan membantu dan memberikan rasa percaya diri," katanya. 

Setelah vaksinasi bagi masyarakat pariwisata, selanjutnya akan segera mengusulkan tahap ketiga yaitu pembukaan untuk turis asing. "Jika dilihat dari domestik belum mampu mengembalikan geliat ekonomi Bali. Persoalannya warga dari Jakarta dan Jawa juga sedang PSBB. Jadi agak sulit mendatangkan wisatawan domestik," ujarnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini

DPRD Bangli Terima RAPBD 2027 Senilai Rp1,32 Triliun, Fraksi-Fraksi Tekankan Keadilan dan Efektivitas Anggaran

balitribune.co.id | Bangli - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangli menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangli Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD Bangli, Jumat (25/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Punya Hipertensi, Masih Boleh Minum Kopi?

balitribune.co.id | Secangkir kopi sering menjadi tersangka ketika tekanan darah meningkat. Kabar baiknya, penderita hipertensi tidak selalu harus berpisah dengan kopi. Pedoman European Society of Cardiology tahun 2024 menyebut konsumsi kopi tidak berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi pada populasi umum; konsumsi moderat bahkan dalam penelitian observasional dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Grab Dorong Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat dan Rompi Khusus Mitra Tuli

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui rangkaian kegiatan bersama Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.