Kecam Tewasnya 2 Mahasiswa di Kendari, IMM Geruduk Polres Buleleng | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 11 Juli 2020
Diposting : 3 October 2019 19:02
Khairil Anwar - Bali Tribune
Bali Tribune/TUNTUTAN – Puluhan mahasiswa mendatangi Polres Buleleng menyampaikan tuntutan terkait tewasnya 2 mahasiswa di Kendari.
Balitribune.co.id | Singaraja - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Buleleng, ‘menggeruduk’ Mapolres Buleleng, Rabu (2/10). Mereka menyampaikan tuntutan terkait tewasnya dua rekan mereka mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari saat mengikuti aksi demonstrasi belum lama ini.
 
Tak hanya mahasiswa, elemen lain yang ikut dalam aksi itu yakni Pemuda Muhammadiyah Buleleng dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Buleleng. Sebelum menyampaikan tuntutan, mereka terlebih dahulu menggelar shalat ghaib di Mushala Al Ikhsan Mapolres Buleleng untuk mengenang rekan mereka yang tewas akibat tindakan represif aparat kepolisian.
 
Dalam tuntutannya yang dibacakan Ketua IMM Buleleng Damurrosysyi Mujahidin disampaikan empat poin untuk diteruskan kepada Kapolri di Jakarta. Diantaranya, membenarkan adanya penembakan terhadap dua anggota IMM mahasiswa Halu Oleo, Kendari bernama Randi dan Yusuf Qhardawi yang berakibat keduanya kehilangan nyawa. 
 
Mereka juga mengecam tindakan represif aparat kepolisian dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang dianggap tidak mengikuti mekanisme dalam Perkapolri No 16/2006 tentang pengendalian massa dan Perkapolri No 8/2009 tentang implementasi prinsip dan standar hak asasi manusia dalam penyelengaraan tugas kepolisian RI.
 
Dua tuntutan lainnya berisi desakan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas pelaku penembakan aktivis pejuang demokrasi yang terjadi di Kendari. Desakan lainnya, mereka meminta agar Kapolri melibatkan IMM maupun Muhmmadiyah dalam tim investigasi yang dibentuk untuk mengusut kasus Kendari.
 
"Kami datang untuk sampaikan keprihatinan atas meninggalnya dua rekan kami anggota IMM mahasiswa Halu Oleo, Kendari. Sejumlah point yang berisi kecaman dan desakan sudah kami sampaikan kepada kepolisian RI melalui Polres Buleleng untuk mengusut kasus hingga tuntas," ujar pria yang akrab di sapa Rosi ini.
 
"Kami juga ingin agar pihak Polres Buleleng ikut bersikap atas kasus penembakan rekan kami sesama kader IMM di Kendari," imbuhnya.
 
Dengan pernyataan sikap yang disampaikan di depan pejabat kepolisian Buleleng, Rosi mengaku bahwa IMM Buleleng tidak diam dan berharap Polres Buleleng menindaklanjuti pernyataan sikaf IMM Buleleng disampaikan ke Kapolri.
 
Sementara itu Wakpolres Buleleng Kompol Loduwyk Tapilaha mengatakan, segera melakukan tindak lanjut atas tuntutan mahsiswa IMM itu. "Pernyataan sikap IMM itu akan kami teruskan ke tingkat pimpinan Kapolda maupun Kapolri," tandasnya. (u)