Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Korban WNA India Kausal Aditya Belum Ditemukan

Bali Tribune/ PENCARIAN - Lokasi dan pencarian korban terus dilakukan Tim SAR Gabungan.
balitribune.co.id | Semarapura - Hilangnya Warga Negara  India Kausal Aditya(24) yang menginap di Villa Kusuma Abianta, Lembonga, Selasa (7/5) sekitar pukul 12.23 Wita saat sedang melakukan poto selfie terhempas ombak ganas di seputaran kawasan Laut Devil Tear, sampai saat ini korban keberadaannya masih teka-teki.
 
Kapolsek Nusa Penida Kompol Komang  Reka Sanjaya, SH pada penjelasannya, Rabu (8/5) sore, menyatakan korban hilang WNA asal India sampai saat ini belum ditemukan oleh Tim Gabungan SAR yang diturunkan. Menurutnya Tim SAR Gabungan mulai melakukan aktifitas pencarian mulai pukul  10.30 wita dengan menyusuri kawasan pantai dan laut yang dimungkinkan korban bisa ditemukan.
 
Sebagai mana pemberitaan diketahui  korban Kausal Aditya(24) Nomor Pasport : K8042740, WNA India, alamat sementara menginap di Villa Kusuma Abianta Lembongan diketahui hilang di tebing   Laut Devil Tear di Banjar Kawan ,Desa Lembongan Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung. 
 
Pencarian dilakukan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri  dari Basarnas Denpasar yang  menurunkan 12 personel dengan menggunakan bouat RIB Basarnas, Dit Sabhara Polda Bali terjunkan  sebanyak 5 personel, Sat Pol Air Polres Klungkung dengan kekuatan 5 personel dengan bout  menyusuri Tanjung Sahyang bersama personil dari Polsek nusa penida/ polsubsektor lembongan sebanyak 8 personil. Juga ikut turun membantu dari unsur  TNI Koramil dan Pos TNI AL 4 personil dibantu masyarakat dan  nelayan sekitar.
 
Disamping sejak pagi menyusuri kawasan Tanjung Sahyang juga menyusuri di sekitar perairan Pulau Lembongan.Pada pukul 12.30 wita Tim Gabungan  kembali melanjutkan pencarian seputaran perairan Devil's Tear. Kemudian  pada pukul 14.25 wita Tim Gabungan bergeser melakukan  pencarian di lakukan memutar kearah utara Nusa Lembongan mengingat air laut mulai surut.Kapolsek Kompol Komang Reka Sanjaya menginformasikan kepada masyarakat sekitar apabila menemukan adanya jenazah agar segera menghubungi pihak Kepolisian dan instansi  terkait. 
 
 ”Walaupun kekuatan Tim sudah all out diterjunkan ,sampai saat ini pencarian masih berlangaung namun keberadaan Korban masih belum di ketemukan,”ujar Kapolsek Nusa Penida Kompol Komamg Reka Sanjaya sedih. uni
wartawan
Ketut Sugiana
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.