Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Krama Adat Blungbang Inginkan Jalan Melingkar

Bali Tribune/ I Putu Rupadana.
balitribune.co.id | Bangli - Krama Adat Blungbang, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, berharap dibuatkan jalan melingkar di seputaran Pura Dalem Penunggekan. Seperti diketahui, antara areal pura dipisahkan oleh jalan. Selain itu jarak antara panyengker pura dengan jalan raya hanya 60 cm serta untuk persiapan piodalan di pura yang diempon 450 kepala keluarga tersebut hampir lima puluh persen kegiatan berlangsung di jaba pura. Sementara untuk status jalan merupakan jalan Provinsi.
 
Kelian Adat Belumbang I Putu Rupadana saat dikonfirmasi membenarkan ada keinginan krama untuk bisa dibuatkan jalan melingkar. Sejatinya wacana tersebut sudah sejak lama muncul. Pada masa kepemimpinan Bupati I Nengah Arnawa sempat diwacanakan pembuatan jalan melingkar. Kala itu rencananya akses jalan yang dibuat dari utara pura menuju ke timur dan tembus di sebelah selatan Pura Penunggeka. Hanya saja, karena pertimbangan ada lahan milik orang dan harus melintasi kuburan, wacana tersebut belum terealisasi hingga saat ini. Selain itu kemungkinan pembuatan jalan melingkar belum menjadi prioritas pemerintah waktu itu akhirnya dan rencana tersebut hanya sekadar wacana. “Untuk wacana memang sudah dari sejak lama muncul, namun belum terujud. Kami berharap kepada pemerintahaan saat ini dapat dibuatkan jalan melingkar,” ungkapnya, Kamis (23/1).
 
Menurut Putu Rupadana, setiap dilangsungkan piodalan praktis arus lalin ditutup untuk kendaraan dari utara dialihkan menuju Lapangan Kapten Mudita. Selain itu, belakang ini jalur tersebut banyak dilalui kendaraan berukuran besar. Untuk jalan melingkar, kata Putu Rupadana, sudah ada lahan yang dapat dimanfaatkan, tepatnya di sebelah utara wantilan. Jika disetujui maka jalan melingkar tepat di belakang wantilan menuju ke selatan dan tembus di sebelah utara Pura Penatara Gana, Kelurahan Bebalang, Bangli.
 
Terkait keinginan krama ini, maka pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bisa difasilitasi. “Kami berharap keinginan membuat jalan melingkar bisa diakomodir. Selain memang untuk tanah sudah tidak ada persoalan,” imbuh mantan kepala sekolah ini.
wartawan
Agung Samudra
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.