Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kuras Kantong Pribadi ASN dan Tenaga Kontrak, Dewan Minta Program Sensus Satu Data Ditunda

Bali Tribune/' RAPAT - Fraksi Nasdem dan Golkar dalam sebuah rapat terkait Program Sensus Satu Data yang menuai kontroversi.

balitribune.co.id | Amlapura - Rencana Pemkab Karangasem menerjunkan ASN dan Tenaga Kontrak dengan biaya mereka sendiri ke lapangan guna melakukan sensus untuk program Satu Data Karangasem, menuai kritikan dan kontraversi dari berbagai kalangan.

Sejumlah ASN dan Tenaga Kontrak juga mengungkapkan keberatan dan keluhan mereka kepada sejumlah awak media, soal tugas tambahan yang dibebankan kepada mereka tersebut. “Kuisionernya ada lebih dari 10 lembar Pak, kami disuruh foto kopi dengan biaya sendiri, transport dan BBM dari uang kantong sendiri. Namanya perintah ya mau gak mau harus jalan,” ungkap salah seorang ASN.

Kisruh dan kontraversi Sensus melibatkan ASN dan Tenagak Kontrak tersebut juga mendapat reaksi keras dari sejumlah Fraksi di DPRD Karangasem. Ini kemudian berujung batalnya Rapat Paripurna dengan agenda penetapan Ranperda Pertanggungjawaban Penggunaan APBD Karangasem 2021, yang sedianya dilaksanakan pada Jumat (22/7/2022) setelah rapat sempat di skor oleh Ketua DPRD Karangasem, karena tidak quorum.

Beberapa Fraksi yang menolak di antaranya Fraksi Golkar dan Nasdem. Wakil Ketua DPRD Karangasem, dari Fraksi Nasdem I Gusti Ngurah Gede Subagiartha, kepada media ini, Minggu (24/7/2022) menjelaskan alasan fraksinya tidak setuju dengan Sensus Satu Data Karangasem tersebut. Ditegaskannya, Pemkab Karangasem bukan Lembaga Survey atau Sensus, dimana untuk survey atau sensus sendiri sudah ada lembaga yang khusus melakukan pekerjaan tersebut. Baik lembaga survey swasta, BPS, dan bahkan masing-masing desa sendiri sebenarnya sudah memiliki data lengkap seperti yang akan disensus oleh Pemkab Karangasem.

Fraksi Nasdem, Folkar dan sejumlah anggota Fraksi lainnya, menurutnya sangat tidak setuju jika kegiatan Sensus Satu Data tersebut melibatkan ASN dan Tenaga Kontrak, termasuk guru-guru dan bahkan dengan biaya mereka sendiri.

Penugasan Sensus tersebut ungkap dia, juga cukup menyusahkan dan membebani para ASN, Tenaga Kontrak dan guru yang mendapatkan tugas, yakni lokasi tugas sensus mereka. “Ada informasi pegawai yang ada di wilayah Kubu ditugaskan cukup jauh ke wilayah seperti Seraya dan Manggis. Ada juga yang dari Manggis ditugaskan melakukan Sensus ke Kubu,” sebutnya.

Agar masalah ini tidak menjadi ssumber kekisruhan yang berkepanjangan, pihaknya menyarankan agar Program Sensus Satu Data Karangasem tersebut ditunda dulu. Selanjutnya program tersebut diajukan ke dewan untuk dibahas bersama, agar jelas tujuan dan manfaatnya apa, serta objek sensus, petugas dan pembiayaannya jelas.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Karangasem, I Ketut Badra menilai program satu data yang akan dilaksankan Pemda Karangasem terkesan dipaksakan. Menurutnya menjadikan pegawai ASN dan Tenaga Kontrak sebagai tukang sensus,  akan sangat membebani ASN, Tenaga Kontrak dan guru bersangkutan, karena mereka harus mengeluarkan biaya dari kantong masing-masing. Selain itu kata Badra, mereka juga tidak memiliki keahlian khusus dibidang sensus menyensus apalagi survey.

Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta ketika dikonfirmasi menjelaskan pasca adanya sejumlah fraksi di DPRD yang tidak setuju dengan Program Sensus Satu Data Karangasem tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi. Namun demikian pihaknya menyebut jika program tersebut akan tetap jalan dengan berbagai pembenahan. “Gih nanti kita akan evaluasi. Namun ini akan tetap jalan,” tegasnya singkat.

wartawan
AGS
Category

Bali, Sepi Tapi Rindu

balitribune.co.id | Sebagai destinasi wisata dunia, Bali akan selalu menjadi perhatian semua orang, apa yang terjadi di Bali, seketika menjadi isu yang hangat dibicarakan, baik di level lokal maupun di level internasional, misalnya soal sampah, macet, dan banjir, ketiganya menjadi topik perbincangan global yang hangat, dan hal-hal semacam itu dianggap menjadi penyebab turunnya pamor Bali di mata wisatawan, mereka enggan ke Bali karena tidak nyaman dan f

Baca Selengkapnya icon click

Dibandingkan 2024, Inflasi Badung Melandai di Tahun 2025, Dampak Positif Bantuan Sosial Hari Raya Keagamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Program Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan berupa uang sebesar Rp. 2 juta per KK, berhasil menekan angka inflasi daerah Kabupaten Badung. Hal tersebut tertuang dalam laporan Inflasi Tahunan Wilayah Cakupan IHK se-Bali tahun 2024 dan tahun 2025.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dukung Ketahanan Pangan, Manajemen DTW Jatiluwih Salurkan 22,8 Ton Pupuk ke 7 Tempek Subak

balitribune.co.id | Tabanan - Memasuki musim tanam pertama di bulan Januari 2026,  mulai dari Tanggal 30 Desember  2025 - 6 Januari 2026 Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian pertanian berkelanjutan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Inflasi Bali 2025 Tetap Terjaga

balitribune.co.id | Denpasar - Inflasi Provinsi Bali sepanjang 2025 berhasil dijaga dalam rentang sasaran nasional. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada 5 Januari 2026, inflasi gabungan kabupaten/kota di Bali pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,70 persen secara bulanan (month to month/mtm), meningkat dibandingkan November 2025 yang sebesar 0,40 persen (mtm).

Baca Selengkapnya icon click

OJK Perkuat Stabilitas dan Daya Tahan Sektor Jasa Keuangan Hadapi Tantangan Global 2026

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan melemahnya kinerja ekonomi Tiongkok. Penilaian tersebut mengemuka dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK yang digelar pada 24 Desember 2025.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.