Lampion bernuansa Pegunungan Akan Hadir di Pulau Peninsula Nusa Dua | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 25 Juni 2022
Diposting : 25 May 2019 17:50
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ LAMPION - Selain ribuan lampion dalam berbagai tema dan bentuk, tahun ini NDLF juga menyedikan berbagai atraksi tambahan antara lain Kids Playground yang dilengkapi dengan permainan Helikopter Mini, Euro Bungee, Kereta Mini, Trampolin, Rumah Balon & Rumah Kelinci yang tidak ada pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
balitribune.co.id | Nusa Dua - Kawasan Pariwisata Terpadu atau The Nusa Dua yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), untuk keempat kalinya akan menggelar Nusa Dua Light Festival (NDLF). Kegiatan yang dikenal dengan festival lampion terbesar dan satu-satunya di Bali ini berlangsung di Pulau Peninsula, The Nusa Dua, Badung pada 30 Mei–14 Juli 2019.
 
NDLF kali ini mengangkat tema The Mountain View, yang akan menampilkan rangkaian lampion bernuansa pegunungan. NDLF 2019 juga akan dikolaborasikan dengan penyelenggaraan Bali Blues Festival (BBF) pada tanggal 13 -14 Juli 2019, sekaligus sebagai event penutupan festival.
 
Selain ribuan lampion dalam berbagai tema dan bentuk, tahun ini NDLF juga menyedikan berbagai atraksi tambahan antara lain Kids Playground yang dilengkapi dengan permainan Helikopter Mini, Euro Bungee, Kereta Mini, Trampolin, Rumah Balon & Rumah Kelinci yang tidak ada pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.  Sedangkan Bali Blues Festival 2019 akan menghadirkan artis-artis nasional seperti Gugun Blues Shelter ft Emmy Tobing, Endah n Rhesa, Balawan, Gus Teja dan artis-artis pendukung lainnya.
 
Managing Director Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita saat konferensi pers di kawasan setempat, Jumat (24/5) mengatakan Nusa Dua Light Festival 2019 dikolaborasikan dengan Bali Blues Festival guna menambah pilihan hiburan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bali pada masa liburan pertengahan tahun. "Tahun ini bertepatan dengan libur dalam rangka Hari Raya Idul Fitri dan libur sekolah," ucap mantan General Manager Bandara Internasional Lombok Praya ini. 
 
NDLF diselenggarakan oleh ITDC bekerjasama dengan Taman Pelangi suatu perusahan swasta yang bergerak di bidang penyelengara event seperti Festival of Light di Yogyakarta, Banyuwangi, Medan Solo dan Semarang.  Sedangkan BBF diselenggarakan ITDC bekerjasama dengan Pregina Art Showbiz event organizer di Bali yang telah berpengalaman menyelenggarakan event Festival sejenis seperti Sanur Village Festival.
 
Dikatakan Ardita, kegiatan annual event NDLF dan BBF 2019 didukung oleh Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mempromosikan Bali pada umumnya, dan The Nusa Dua khususnya. "Tahun sebelumnya, NDLF meraup rata-rata 3.300 pengunjung per hari atau total 130 ribu pengunjung dalam satu kali penyelenggaraan," sebutnya. 
 
Selama 46 hari pelaksanaannya, NDLF 2019 dibuka untuk pengunjung pukul 16.00-22.00 WITA setiap harinya, dengan dua kelompok harga tiket masuk. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik adalah Rp 30 ribu (tiket harian atau weekdays) dan Rp 35 (Sabtu-Minggu atau weekend, dan libur nasional). Sedangkan harga tiket masuk untuk wisatawan asing adalah Rp 75 ribu (weekdays) dan Rp 100 ribu (weekend serta libur nasional).
 
Di dalam area NDLF sendiri akan dikenakan tiket permainan berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu menurut jenis permainan. Permainan Helikopter Mini, Kereta Mini, Rumah Balon & Rumah Kelinci aman untuk anak-anak seusia tiga tahun ke atas, sedangkan permainan Euro Bungee dan Trampolin hanya boleh dimainkan anak-anak minimal usia enam tahun. Selain berbagai pilihan permainan anak-anak tersedia juga bermacam stan makanan dan minuman. uni