balitribune.co.id I Kuta - Pergerakan penumpang pada Lebaran 2026 (1447 H) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai diprediksi akan mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama di tahun 2025. Diprediksi, pada periode Lebaran 2026, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan melayani sebanyak 1.130.436 pergerakan penumpang dan sebanyak 6.742 pergerakan pesawat.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati mengatakan, terdapat empat maskapai yang saat ini sudah mengajukan penambahan penerbangan saat periode Lebaran 2026 ini diantaranya 128 penerbangan tambahan keberangkatan domestik dan 129 penerbangan tambahan untuk kedatangan domestik. "Prediksi trafik pada periode Posko Lebaran 2026 akan melayani sebanyak 1.130.436 pergerakan penumpang dan sebanyak 6.742 pergerakan pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai," sebut Nugroho Jati saat Media Gathering yang digelar di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Badung, Minggu (8/3/2026).
Mengingat adanya peningkatan tersebut, kata Nugroho Jati, pihak Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan mempersiapkan Posko Angkutan Lebaran 2026 (1447 H) selama 18 hari yakni pada 13 hingga 30 Maret 2026. Posko Lebaran 2026 ada di dua lokasi yakni di Terminal Kedatangan Domestik sebagai posko utama dan Posko Lalu-lintas di perlintasan sebelum Gerbang Tol Bandara I Gusti Ngurah Rai. "Ditengah kelesuan trafik penumpang yang menurun pada awal tahun 2026 yang merupakan tren tahunan setiap awal tahun ini, optimis akan ada pertumbuhan trafik 1 persen," ucapnya.
Pihaknya memprediksi puncak pergerakan penumpang terjadi pada 18 Maret atau sebelum Hari Suci Nyepi dengan total penumpang 71.444 orang. Sedangkan untuk puncak arus balik akan terjadi setelah Lebaran pada 28 Maret 2026 sebanyak 73.704 orang. "Posko Angkutan Lebaran 2026 di bandara ini menyiagakan 2.900 personel dan melakukan sejumlah kesiapan, serta langkah-langkah antisipasi menghadapi potensi kenaikan trafik penerbangan," imbuhnya.
Selain itu dikatakannya mengantisipasi cuaca buruk yang sering terjadi di bandara, antisipasi gangguan teknis, antisipasi kondisi penundaan penerbangan, antisipasi gangguan keamanan dan potensi lainnya.