Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lima Parpol di Tabanan Tak Naikkan Bendera

NAIKKAN BENDERA – Lima partai politik di Tabanan tidak menaikkan bendera dalam rangka Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai dan sejuk.

BALI TRIBUNE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan bersama jajaran Polres Tabanan menggelar deklarasi damai dalam rangka Pileg dan Pilpres 2019, yang aman, damai dan sejuk bersama dengan sejumlah pimpinan partai politik di Kantor KPU Tabanan, Minggu (23/9). Dalam kesempatan itu juga dilakukan penaikan bendera tanda kampanye dimulai. Ternyata ada lima  partai yang tidak ikut menaikkan bendera. Lima partai tersebut adalah, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meski demikian bendera bisa disusulkan ke KPU Tabanan.  Ketua KPU Tabanan, Luh Darayoni mengatakan, partai politik yang tidak membawa bendera bukan berarti tidak siap. Melainkan ada alasan tertentu seperti kesibukan dan memang kepengurusannya masing-masing partai tidak pernah datang selama menggelar rapat. "Bukan berarti tidak siap, bendera bisa disusulkan dibawa," ujarnya.  Ditegaskan Darayoni, dengan bendera sudah dinaikkan ke tiang maka kampanye sudah bisa dilakukan mulai dari Minggu (23/9) hingga 14 April 2019. "Kampanye sudah bisa dimulai sekarang peraturan yang sudah disampaikan mohon dituruti oleh masing-masing partai politik," tegasnya.  Sedangkan terkait dengan deklarasi yang dibuat bekerja sama dengan pihak kepolisian Polres Tabanan menekankan bahwa kampanye diimbau selalu berjalan damai dan sejuk sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan, tanpa ada perpecahan dan isu sara yang ditimbulkan. "Jadi deklarasi ini penegasan agar kampanye dilakukan dengan damai," pintanya.  Di sisi lain, Kapolres Tabanan, AKPB I Made Sinar Subawa mengatakan Polres siap mengawal jalannya kampanye. Baik dari persiapan sampai akhir parhelatan. Mengigat nanti jumlah TPS di Tabanan kisaran 1.500 lebih banyak dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya 750 TPS, pengawasan akan diperketat di masing-masing TPS, bisa saja satu TPS satu anggota yang menjaga.  "Pengawasan dari jaringan bawah terus dilakukan kegiatan apapun selalu dilaporkan," tegasnya.  Dirinya pun mengajak terutama dalam masa kampanye ini teruntuk partai politik agar melaksanakan kampanye dengan sejuk. Tanpa adanya perpecahan NKRI. "Maka dari itu mari sama-sama menjaga Tabanan agar selalu kondusif dan melaksanakan kampanye sesuai dengan mekanisme," tandasnya.

wartawan
Komang Arta Jingga
Category

Bunda Rai Hadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali, Perkuat Sinergi Aksi Berbelanja dan Berbagi untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Bangli - Komitmen TP PKK Kabupaten Tabanan dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang digagas TP PKK Provinsi Bali kembali ditunjukkan melalui kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny.

Baca Selengkapnya icon click

Video Syur Guru PPPK Viral, Polisi Buru Mantan Suami

balitribune.co.id I Negara - Sebuah unggahan di media sosial yang menampilkan rekaman video pribadi seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Jembrana mendadak viral dan menjadi perbincangan publik. Dalam hitungan jam, video berdurasi sekitar empat menit lebih itu menyebar luas, memicu beragam reaksi dari warganet.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Badung Hadiri Tiga Pujawali di Darmasaba, Tegaskan Penguatan Infrastruktur dan Keamanan Berbasis Desa Adat

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian tiga kegiatan Pujawali di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (7/7/2026). Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam melestarikan adat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.

Baca Selengkapnya icon click

Pekerjakan LC Dibawah Umur, Pemilik Kafe Terancam 15 Tahun Penjara

balitribune.co.id I Negara - Di balik gemerlap lampu dan hingar-bingar musik tempat hiburan malam, tersimpan kisah yang seharusnya tidak dialami seorang remaja berusia 16 tahun. Jauh dari kampung halamannya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, gadis berinisial TW justru berakhir menjadi Lady Companion (LC) atau pemandu lagu di sebuah kafe di Kabupaten Jembrana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.