Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lolos Dari Ketapang, Digagalkan di Gilimanuk

Bali Tribune / KAMBING - Pengiriman puluhan ekor kambing tanpa dokumen pengiriman sah yang lolos dari Ketapang, Banyuwangi berhasil digagalkan dan diamankan oleh petugas di Pelabuhan Gilimanuk.

balitribune.co.id | NegaraHingga kini masih saja ada upaya penyelundupan hewan/ternak secara illegal yang lolos dari Ketapang Banyuwangi. Terbukti masih saja ditemukan upaya penyelundupan hewan/ternak sampai di pintu gerbang Bali di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Kini pengawasan terhadap lalu lintas hewan di pintu gerbang Bali terus diperketat.

Penindakan yang dilakukan petugas rupanya tidak membuat jera pelaku penyelundupan hewan/ternak. Terlebih setelah diintensifkannya upaya pengawasan terhadap pengiriman hewan/ternak setelah merebaknya penyakit yang menyerang hewan/ternak akhir-akhir ini.

Namun pelaku penyelundupan dari luar Bali seolah tidak pernah jera dan berupaya menggunakan berbagai cara agar bisa mengelabui petugas. Hingga kini masih ada pengiriman hewan/ternak secara illegal yang lolos dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Terbukti ketatnya pengawasan yang dilakukan petugas di pintu gerbang Bali yang ada di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk sudah sering kali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan hewan ternak. Teranyar petugas yang melakukan pengamanan di Pos II Pintu Masuk Bali Pelabuhan Gilimanuk Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Melaya Minggu (21/8) dini hari mengamankan sebuah mobil pick up yang yang kedapatan mengangkut hewan/ternak rentan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan tanpa disertai dokumen resmi.

Saat itu sekitar pukul 04.50 Wita personil Polsek Kawasan Laut Gilimanuk yang mendapat perintah mencegah antisipasi meluasnya penyebaran PMK tengah melaksanakan rutinitas pemeriksaan terhadap kendaraan, barang dan orang masuk Bali. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap muatan mobil pick  up L 300 Warna Hitam P 87 8 VD yang baru tiba di Bali, petugas mendapati puluhan ekor kambing. Namun pengirimannya tidak menyertakan dokumen resmi berupas surat kesehatan dari daerah asal (viteriner) dan sertifikat kesehatan karantina.

Setelah dilakukan pengecekan, total kambing yang diselundupkan sebanyak 30 ekor. Saat dimintai keterangannya oleh petugas, pelaku Muhamad Safiola (30) dan Muhammad Khoirul Hamzah asal Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi mengaku berangkat dari Kalibaru Banyuwangi sekitar pukul 22,00 WIB dan masuk Pelabuhan Ketapang pukul 02.30 WIB. Diakui juga seluruh kambing yang dikirim milik seseorang bernama Pak Erfandi dan diangkut dari daerah Kecamatan Wadung, Kabupaten Banyuwangi.

Seluruh kambing tersebut dikirim kepada seseroang bernama Pak Padli yang beralamat di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Kedua pelaku ini mengakui sebagai jasa ekspedisi pengiriman hewan ternak jenis kambing dan sehari hari melayani pengiriman khusus pulau Bali. Pelaku diberi ongkos Rp 1,5 juta. Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol I Gusti Putu Dharmanatha mengakui pihaknya sudah sering kali berhasil menggagalkan upaya pengiriman barang yang masuk Bali tanpa dilengkapi dokumen resmi, salah satunya hewan/ternak.

Ia mengatakan pengetatan lalu lintas ternak ini berkaitan dengan adanya Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 12950/KR.120/K/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Hewan Ternak. Selanjutnya setelah dilakukan intrograsi, pelaku beserta barang bukti berupa 30 ekor kambing yang diamankan dan mobil yang digunakan untuk mengangkut diserahkan kepada pihak Karantina Pertanian Terpadu Wilayah Kerja Gilimanuk untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

Pihaknya memastikan 30 ekor kambing yang dikirim tanpa dokumen resmi dari daerah asalnya tersebut telah dilakukan penolakan oleh pihak Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk dan telah diseberangkan kembali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, “Selanjutnya pada Pk 15.00 wita dilakukan penolakan/pengembalian ke Ketapang dengan menggunakan kapal KMP Trisila Bakti I melalui Dermaga Ponton. Adapun penolakan/pengembalian dilakukan oleh pihak Karantina Gilimanuk yg dikawal oleh anggota Polsek Gilimanuk,” tandasnya. 

wartawan
PAM
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Presiden Prabowo Pilih Sapi Bali Asal Baturiti untuk Hewan Kurban Idul Adha 2026

balitribune.co.id I Tabanan -  I Wayan Doni Ardita (36), peternak asal Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, tengah diliputi rasa bangga. Sapi Bali hasil peliharaannya kembali terpilih dan dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Fenomena Satwa Laut Terdampar di Jembrana, Setelah Paus Kini Lumba-Lumba

balitribune.co.id | Negara - Hingga kini satwa laut yang terdampar mati semakin banyak ditemukan di pesisir Bali barat. Teranyar seekor lumba-lumba ditemukan terdampar di Pantai Yehsumbul, Mendoyo pada Minggu (17/5/2026). Bangkai satwa laut yang mati akhirnya dikuburkan di pantai di sekitar lokasi penemuan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dilaporkan Hilang Usai Pergi ke Ladang, Kakek Yuda Ditemukan di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar - Sempat menghilang semalaman, I Made Yuda (73) alias Kakek Yuda akhirnya  ditemukan selamat. Lansia asal Banjar Tangkas, Desa Kenderan, Tegallalang, ini ditemukan terperosok di dasar jurang di aliran Sungai Tukad Petanu,  dan langsung dievakuasi, Sabtu (16/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Beresiko Tinggi, 50 Pemandu Arung Jeram Bali Ikuti Sertifikasi Kompetensi

balitribune.co.id I Gianyar - Sebanyak 50 pemandu arung jeram (rafting guide) mengikuti Sertifikasi Kompetensi Kerja Bidang Kepariwisataan  2026 Sabtu-Minggu (16-17/5/2026) di Jalur Sungai Ayung, Ubud. Kualitas pemandu wisata berisiko tinggi  ini diharapkan memiliki ketrampilan dengan standar keselamatan yang ketat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.