Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mahkota Sulinggih Puluhan Juta Raib

Bali Tribune / TKP - Petugas saat Olah TKP Pencurian Ketu Sulinggih

balitribune.co.id | GianyarSetelah temuan Ketu/bawa atau mahkota sulinggih menggelinding di jalan, kini malah ada laporan Ketu yang hilang. Tidak hanya bernilai histori yang disucikan, kerugian material yang ditimbulkan juga mencapai Rp 90 Juta.

Dari keterangan yang diterima Bali Tribune, Selasa (5/7), raibnya Ketu/Bawa Sulinggih di Griya Sanding, Desa Bona, Blahbatuh, diketahui oleh Ida Bagus Putra Wibawa. Perangkat kesulinggihan ini ditempatkan di tempat yang disucikan di areal Merajan setempat. Saat itu Gus Putra sedang merapikan tempat wastra. Setelah masuk ke ruang tempat penyimpanan, ia pun terkejut mendapati tempat penyimpanan ketu itu telah terbuka.

Karena merasa curiga, Gus Tra bersama Istri dan anaknya lantas mengecek bersama-sama, dan dipastikan tempat penyimpanan sarana upacara itu telah  dicongkel atau dibuka paksa. Di dalamnya kondisinya sudah acak-acakan dan sarana Ketu sudah tidak ada di tempat. Setelah diperiksa lebih detail sebuah genitri juga hilang. Atas kejadian itu, Gus Tra melapor ke Polsek Blahbatuh.

Kapolsek Blahbatuh Kompol I Ketut Suharto Giri, membenarkan laporan pencurian dengan pemberatan itu. Dari pandataannya, barang yang hilang berupa mahkota pendeta hindu (ketu/bawa) yang berisi asesoris emas dan manik- manik. Serta satu set asesoris, kalung genitri dari emas. "Kerugian materialnya diperkirakan mencapai Rp. 90.000.000, " ungkapnya.

Pihaknya telah melakukan oleh TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Namun hingga kini pihaknya belum mendapatkan hasil perkembangannya. "Saat melakukan pencurian, pelaku terlebih dahulu mencongkel pintu. Kami masih melakukan penyelidikan," terangnya singkat.

wartawan
ATA
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.