Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Masyarakat di Dekat Pantai Diminta Waspada

Gubernur Bali saat konferensi pers terkait kondisi pascagempa di Lombok Utara.

BALI TRIBUNE - Menyikapi sejumlah pasien luka-luka di rumah sakit di Bali yang terdampak gempa di wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu malam (5/8), Gubernur Bali, Made Mangku Pastika minta rumah sakit di seluruh Bali menyediakan fasilitas tabung oksigen portable untuk para pasien ketika gempa terjadi dan pasien harus dirawat di luar ruangan. "Saat gempa, kalau pasien dibawa keluar ruangan ini kan oksigennya (oksigen portable) terbatas. Oksigennya tidak bisa lama-lama dipakai karena oksigen portable sejam habis. Oksigen yang ada di ruangan tempat perawatan dan ruangan operasi ini oksigennya cukup, tidak jadi masalah," ucapnya kepada awak media di Denpasar, Senin (6/8). Namun terkait oksigen portabel ini, kata dia menjadi kendala saat terjadi gempa kemarin Minggu malam (5/8) di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Ketika guncangan gempa dirasakan oleh pasien di rumah sakit setempat, para pasien meminta dirawat di luar ruangan karena khawatir tertimpa reruntuhan bangunan. Mengantasi terjadi hal serupa, Pastika meminta agar pihak rumah sakit menambah ketersediaan oksigen portable. "Sebagai solusi jika terjadi sesuatu, mereka (pasien) dibawa keluar dan mereka harus siapkan tenda paling aman, genset di rumah sakit. Jika operasi, terjadi gempa, lampu mati ini persoalan juga. Teknisnya ini harus kita antisipasi. Kalau di Rumah Sakit Bali  Mandara bisa kita siapkan cukup banyak (tenda)," beber Pastika. Dia mengatakan, jika dampak gempa di dalam Bali ini sudah mampu ditangani, selanjutnya pihaknya akan ke Lombok memberikan bantuan kepada korban gempa. Disebutkan, korban luka-luka paling banyak terjadi di Kabupaten Karangasem sejumlah 19 orang. Selanjutnya di Kota Denpasar sebanyak 14 orang luka-luka dan 2 orang meninggal dunia, di Kabupaten Gianyar 10 orang luka-luka, Klungkung sebanyak 7 orang luka-luka, Bangli 4 orang, Buleleng 3 orang dan Tabanan 1 orang luka-luka. Bahkan kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Klungkung sejumlah 29 kerusakan, Bangli 26 kerusakan, Karangasem 16 kerusakan, Gianyar 21 kerusakan, Badung, 16 kerusakan, Tabanan 11 kerusakan, Buleleng 19 kerusakan, Jembrana 4 kerusakan, Denpasar 8 kerusakan dengan total kerugian sekitar Rp 1,67 miliar. "Kalau pasien/korban gempa masuk ke rumah sakit daerah itu biaya pemerintah," tegasnya. Pastika mengimbau masyarakat yang tinggal di dekat pantai agar tetap waspada apabila berpotensi terjadi tsunami. "Hingga saat ini pelayanan publik di Bali aman dan normal. BPBD terus melaporkan kepada saya kondisi-kondisi sekarang," katanya.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Banjir Rob Terjang Pantai Mongalan Kusamba

balitribune.co.id I Semarapura - Air pasang kembali menerjang kawasan Pantai Mongalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (19/5/2026). Kondisi tersebut menyebabkan satu rumah warga yang sudah luluh lantak, kembali diterjang ombak ganas air laut akibat abrasi yang terus terjadi di pesisir pantai tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

Semarak Hari Posyandu 2026, Bunda Rai Pantau Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang, Selemadeg Timur

balitribune.co.id | Tabanan - Semarak Hari Posyandu Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan berlangsung penuh antusias melalui pelaksanaan pelayanan Posyandu 6 SPM serentak yang digelar di tingkat desa/kelurahan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sasar Tiga Desa Percontohan, Bangli Targetkan Digitalisasi Data Desa

balitribune.co.id | Bangli - Pemerintah Kabupaten Bangli memperkuat fondasi pembangunan berbasis data dengan meluncurkan program Desa Cinta Statistik atau “Desa Cantik” 2026. Pencanangan dilakukan secara hybrid di Ruang Rapat Krisna Setda Bangli pada Selasa (19/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Sidak KEK Kura Kura Bali, Pimpinan Dewan Ingatkan Pansus TRAP Soal Ranah Kewenangan Pusat

balitribune.co.id | Denpasar - Pimpinan DPRD Provinsi Bali menyoroti pola kerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) dalam menjalankan fungsi pengawasan, khususnya terkait dugaan pelanggaran di kawasan strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali di Serangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.