Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Menjelang Idul Fitri, Elpiji 3 Kg Langka di Pasaran

ELPIGI - Hingga menjelang hari raya Idul Fitri, warga masih kesulitan untuk mendapatkan elpiji 3 kg akibat pasokannya ke pengecer tersendat.

BALI TRIBUNE - Hingga saat ini masyarakat Jembrana masih kesulitan memperoleh gas elpiji ukuran 3 Kg. Terlebih di saat permintaan masyarakat terhadap gas elpiji semakin meningkat menjelang hari raya Idul Fitri.

Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ini terjadi hampir di setiap desa di 5 kecamatan di Jembrana.  Kelangkaan ini diduga pasokan gas elpiji tabung melon hilang sebelum sampai dipengecer dan masyarakat sebagai konsumen. Warga pun kini mempertanyakan upaya pemerintah untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar gas menjelang hari raya ini.

Salah seorang warga di Desa Pengambengan, Negara, Alfina Laila ditemui Senin (11/8) kemarin mengatakan warga disekitar rumahnya sudah mengalami kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji 3 Kg ini sejak beberapa hari belakangan ini. "Sudah empat hari ini saya dan warga lainnya kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji, padahal kebutuhan untuk memasak meningkat menjelang Lebaran," ungkap ibu rumah tangga ini.

Gas elpiji 3 Kg ini menurut warga sudah sulit didapatkan dipengecer sehingga warga harus keliling untuk mendapatkanya. Bahkan warga baru bisa memperoleh gas elpiji 3 kg di SPBU yang jaraknya cukup jauh. "Saya sudah keliling di Pengambengan sampai desa tetangga tidak dapat gas elpiji, ke SPBU baru dapat," katanya.

Sejumlah pedagang pengecer gas elpiji mengakui pasokan gas elpiji 3 Kg ini sudah tersendat sejak beberapa pekan belakangan ini. Salah seorang warung pengecer gas elpiji 3 Kg di Desa Cupel, Negara, Salihin mengaku para pedagang sudah kesulitan mendapatkan pasokan gas tabung melon ini. Pasokan elpiji ukuran tiga kilogram sudah tidak ia terima hampir satu minggu terakhir, padahal ketersediaan elpiji di warungnya sudah habis. Watik, salah seorang pengecer elpiji di Desa Pengambengan juga mengaku sampai saat ini belum mendapat pasokan gas elpiji 3 kg tersebut sejak beberapa hari belakangan.

Pengecer gas elpiji di Kelurahan Pendem Jembrana, Ni Made Mari Artini bahkan mengaku pasokan gas elpiji 3 kg ini sudah tersedat sejak sebelum hari raya Galungan. “dari sabelum Galungan sudah anyang-anyangan gasnya, warga harus menitipkan tabung kosongnya agar bisa mendapat gas elpiji secara antre,” ungkapnya.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana Made Gde Budhiartha saat dikonfirmasi terkait keluhan warga yang kini kesulitan memperoleh gas elpiji 3 kg ini menyatakan pihaknya akan turun melakukan pengecekan kelapangan terkait kelangkaan elpiji tiga kilogram di sejumlah desa di Jembrana ini.

Sementara Salles Executiv Elpiji Bali, Rainer Axel Gultom dikonfrimasi melalui ponselnya Senin malam justru mengaku heran dengan kondisi kelangkaan elpiji 3 kg di Jembrana ini. Telebih menjelang hari raya Idul Fitri pihak Pertamina menurutnya telah menambah sampai 7 persen pasokan elpiji 3 kg keseluruh Bali termasuk juga ke Jembrana. “Saya heran kok bisa di Jembrana langka sedangkan sebelum Galungan pasokannya elpiji bersumbsidi sudah kami tambah 5 sampai 7 persen diseluruh Bali,” ungkapnya.

Menurutnya, ada indikasi penyelewengan dalam pendistribusian elpiji 3 kg ini. “Kuat dugaan ada oknum berspekulasi mencari keuntungan seperti dioplos atau ditimbun karena saat hari raya permintaannya memang meningkat,” jelasnya. 

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Logo Baru Honda Fans Bali, Padukan Spirit Jalak Bali dan Energi Modern Gen Z

balitribune.co.id | Denpasar – Honda Fans Bali, komunitas resmi pecinta sepeda motor Honda di bawah naungan Astra Motor Honda Bali, resmi meluncurkan identitas visual terbaru sebagai bagian dari penguatan arah strategis komunitas ke depan. Mengusung semangat “Terbang Tinggi, Melaju Bersama”, identitas ini merefleksikan komitmen Honda Fans Bali dalam menyatukan nilai budaya lokal dengan semangat modern generasi muda.

Baca Selengkapnya icon click

Libur Nataru Berakhir, Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan Padang Bai

balitribune.co.id | Amlapura - Arus penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai Karangasem pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru berlangsung padat. Pihak ASDP Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, mencatat adanya peningkatan arus kendaraan dan penumpang sejak tiga hari jelang puncak arus balik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Relokasi PKL Dauhwaru, Upaya Bupati Jembrana Ciptakan Ketertiban Tanpa Matikan Ekonomi Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Ruas jalan Ngurah Rai di selatan lapangan Dauhwaru, Jembrana yang selama ini kerap dikeluhkan pengguna jalan maupun pejalan kaki akan ditertibkan. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan di atas trotoar di kawasan tersebut akan direlokasi. Relokasi ini pun mendapat respon dari para PKL

Baca Selengkapnya icon click

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click

Resahkan Warga, ODGJ Lempar Tanah Kering ke Pemangku Dievakuasi ke RSJ Bangli

balitribune.co.id | Gianyar - Ulah seorang warga Banjar Taman, Desa Bedulu,  Blahbatuh, terhadap seorang pemangku meresahkan warga. Kejadiannya, Sabtu (3/1) pagi lalu,  saat itu Jero Mangku Marsa (70) jadi korban pelemparan menggunakan tanah kering saat berbelanja di sebuah warung. Pelakunya diketahui INS (55) warga setempat yang diketahui penderita kelaianan kejiwaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.