Menparekraf Usulkan Kurikulum Pariwisata di SD, SMP Daerah Tujuan Wisata | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 01 November 2020
Diposting : 27 November 2019 19:14
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/Wishnutama Kusubandio

balitribune.co.id | Badung - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Wishnutama Kusubandio menyampaikan bahwa pemerintah saat ini sedang fokus memperluas dampak ekonomi pariwisata melalui 5 destinasi pariwisata super prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang.

Kata dia, Presiden Jokowi juga terus mengingatkan infrastruktur dasar harus selesai di 5 destinasi pariwisata super prioritas tersebut pada 2020. Kementerian/lembaga terkait diminta untuk dapat mendukung dan mempercepat pembangunan di 5 destinasi itu. 

Selain itu pihaknya akan mempercepat pengembangan industri kreatif melalui distrik kreatif yang akan menjadi rumah bagi program pendampingan, inkubasi, fasilitasi, inovasi dan penguatan brand yang ditujukan untuk para pelaku ekonomi kreatif. "Kawasan dan skema insentif perlu disiapkan untuk mendorong masuknya investasi selain menjadi ekosistem ruang kreatif, distrik kreatif diharapkan menjadi destinasi wisata baru," jelasnya di Badung beberapa waktu lalu.

Disampaikan Wishnutama, beberapa daerah yang berpotensi menjadi lokasi distrik kreatif salah satunya adalah Malang. Di daerah-daerah yang memiliki potensi pariwisata juga perlu dikembangkan distrik kreatif. "Saya harap nanti di Bali juga kita akan bisa membangun distrik kreatif. Menurut saya ini sesuatu yang sangat menarik untuk kita pikirkan bersama," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk peningkatkan kapasitas SDM dan ekonomi kreatif akan dilakukan beberapa strategi antara lain memperkuat pendidikan hospitality dan industri kreatif melalui SMK dan Politeknik di daerah yang memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang tinggi, meningkatkan pendidikan dan pelatihan berbasis kerja sama industri dan kerja sama pendidikan dengan institusi-institusi di luar negeri. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang profesional dan berdaya saing melalui pelatihan, sertifikasi serta mengembangkan strategi manajemen talenta untuk lokal, nasional juga global.

Pihaknya mengaku telah mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk SD dan SMP yang berada di daerah- daerah tujuan pariwisata agar menambahkan kurikulum mengenai pariwisata sejak dini. Selain itu, Kemenparekraf memiliki beberapa strategi untuk meningkatkan citra pariwisata yang berdaya saing seperti akan dibuat single nation branding dengan menggunakan kata Indonesia. 

Ke depannya setiap kementerian/lembaga pemerintah dan swasta akan menggunakan nation branding ini baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Misalkan dicantumkan pada produk-produk buatan Indonesia, di kartu nama dan semua bentuk promosi yang berkaitan dengan Indonesia.

"Berikutnya adalah bagaimana kita meningkatkan produk-produk atau brand Indonesia ke depan. Fiji adalah sebuah kepulauan kecil memiliki brand yang sangat terkenal di mancanegara yaitu bernama Fiji Water," sebut Wishnutama.

Menurutnya, sudah saatnya Indonesia memiliki brand yang dapat dikenal di seluruh dunia. Begitu juga dengan gastronomi, kuliner merupakan cerminan wajah Indonesia di luar negeri. "Brand dan kuliner itu juga dapat membantu awareness pariwisata secara tidak langsung untuk Indonesia," cetusnya.

Pihaknya pun akan membawa event-event dunia ke Indonesia, menciptakan event nasional berkualitas yang mampu menarik wisatawan mancanegara. "Film juga dapat membantu mempromosikan pariwisata," imbuhnya.