Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Menuju Desa Wisata, Banda Terus Perangi Sampah Plastik

Bali Tribune / SAMPAH - Komunitas Banda Bersih perangi sampah plastik.

balitribune.co.id | Gianyar - Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah plastik masih perlu ditingkatkan. Kendati sejumlah program untuk merangsang masyarakat agar tidak membuang sampah plastik sudah banyak dijalankan. Untuk itu Komunitas Banda Bersih (Babe) yang terdiri dari anak muda dan orang tua yang peduli lingkungan akan mengawal Desa Adat Banda bebas dari sampah plastik.

Ketua Komunitas Ketut Suwardita Lengkong, mengatakan dalam menyadarkan masyatakat agar tidak membuang sampah palstik sudah dilakukan dengan berbagai program. Seperti palstik Exchange yang rutin dilakukan. Tidak tangung-tangung setiap pelaksanaan plastik exchange sekitar 2 ton sampah plastik baik yang bisa diur ulang atau tidak bisa dikumpulkan. "Plastik Exchange, penukaran beras dengan sampah plastik rutin kami lakukan," ujarnya saat melakukan pembersihan di area Pura Dalem setempat.

Dikatakanya, plastik exchange ini sangat membantu warga karena saling menguntungkan. Selain dari komunitas juga bersama Sekaa Truna Dwi Eka Mandala. "Warga sangat terbantu, bahkan warga kami yang tidak mampu selain bekerja, mereka juga rutin memunguti sampah plastik yang tersangkut di selokan yang nantinya akan ditukar dengan beras," jelasnya.

Selain itu menjelang galungan ini, Kata Lengkong, komunitas babe juga membuat tempat sampah khusus sampah plastik. Yang ditaruh di sejumlah pura. "Kalau hari raya biasnya banyak plastik dupa, plastik wadah bunga dan lainya. Sehingga diharapkan setelah disediakan tempat sampah ini, warga nanti sadar menjaga pura dari sampah palstik. Apa lagi desa Saba khususnya Banda nanti akan menuju desa wisata, jadi dalam sapta pesona, ada salah satunya keasrian lingkungan. Selain penataan minimal sampah plastik bisa dimanimalisir dan bisa dikelola," imbuhnya.

Warga setempat Etong Sanjay mengatakan dimana perang terhadap sampah plastik telah dilakukan sejak 4 tahun lalu. Dimana setiap hari tertentu atau perayaan tertentu yang dibuat oleh sekaa truna selalu mengajak anak-anak SD untuk memungut sampah palstik. "Ini sangat luar biasa, dimana dulu hanya dilakukan pada hari-hari tertentu saja, kalau sekarang sudah bisa membentuk komunitas, artinya kesadaran masyarakat meningkat," ujarnya.

wartawan
ATA
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.