Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Merapat di Pelabuhan Celukan Bawang, Wisatawan Seven Seas Explorer Blusukan ke Pasar Anyar

Bali Tribune / DISINGGAHI - Pelabuhan Celukan Bawang disinggahi kapal pesiar MS. Seven Seas Explorer berbendera Marshall Island membawa 647 penumpang dengan 530 crew, Selasa (14/2) sekitar pukul 07.00 wita.
balitribune.co.id | Singaraja – Pelabuhan Celukan Bawang, Gerokgak kembali disinggahi kapal pesiar berukuran besar, Selasa (14/2). Kapal yang memiliki GRT (Gross Tonnage) 55.524 Ton dan LOA (Length Over All) 225 meter berbendera Marshall Island membawa sebanyak 647 penumpang dengan 530 crew merapat sekitar pukul 07.00 wita. Dengan merapatnya kapal Seven Sea Explorer di bulan Februari 2023 sudah 2 kapal pesiar merapat di Pelabuhan Celukan Bawang setelah sebelumnya kapal pesiar berbendera Bahamas bernama MS. Ocean Odyssey merapat pada Jumat (3/2) lalu.
 
General Manager Pelindo Celukan Bawang, Zanuar Eka Wijaya mengatakan, minat wisatawan untuk berkunjung ke Bali utara melalui Pelabuhan Celukan Bawang semakin tinggi. Dari data, tercatat sebanyak 12 kapal pesiar akan merapat di Dermaga Pelabuhan Celukan Bawang dalam kurun waktu setahun mendatang. ”Pada bulan Februari 2023 saja rencananya ada 5 kapal pesiar. Dua diantaranya sudah merapat termasuk yang hari ini (Selasa (14/2). Sisanya direncanakan tanggal 19, 22 dan 27 Februari 2023 akan merapat lagi,” ungkap Zanuar Eka Wijaya.
 
Totalnya menurut Zanuar, sebanyak 10 kapal pesiar akan merapat dan berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang hingga bulan Desember 2023 nanti. Untuk memastikan kenyamanan wisatawan saat berada di areal pelabuhan, Zanuar memastikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan wisatawan. Selain sarana toilet memadai beberapa sarana transportasi juga telah disiapkan melalui agen perjalanan untuk memudahkan wisatawan mengakses destinasi wisata di Buleleng. ”Untuk sementara fasilitas yang ada di pelabuhan masih mencukupi untuk penumpang dibawah 500 orang. Namun jika lebih tentu akan dilakukan evaluasi agar fasilitas yang ada bisa mengcover semua kebutuhan termasuk menyiapkan terminal penumpang,” ucapnya.
 
Sementara itu Ni Made Armini dari agen perjalanan mengaku para pelaku perjalanan wisata laut mulai tertarik berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang. Selain masih alami view alam sekitar pelabuhan cukup menarik buat para wisatawa. ”Pelabuhan Celukan Bawang mulai menjadi ketertarikan untuk disinggahi. Mungkin karena alami dan pemandangan sekitar pelabuhan cukup eksotis. Banyak wisatawan yang memberi pujian,” ujarnya.
 
Karena itu, dari 647 penumpang, sebanyak 455 wisatawan akan turun dan mengunjungi sejumlah destinasi di Buleleng terutama tujuan Kota Singaraja. Dengan konsep "Highlight of Singaraja" wisatawan akan mengunjungi banyak lokasi bernuansa sejarah. Selain ke Brahmavihara Arama Banjar, Hotspring, Royal Palace of Singaraja, Wihara Ex Pelabuhan, Krisna Oleh-Oleh, Munduk, Twin Lake Bedugul, Pura Beji Sangsit, Pura Segara Madu Jagaraga, Plataran, serta Snorkling di Pulau Menjangan yang merupakan destinasi wisata andalan Kabupaten Buleleng yang sudah mendunia.
 
“Yang menarik bagi wisatawan Amerika mereka suka blusukan ke Pasar Anyar Singaraja karena masih tradisional dan apa adanya. Singaraja kan banyak cerita masa lalu sebagai capital of Bali, itu yang menarik buat mereka sehingga kita konsep dengan "Highlight of Singaraja",” imbuhnya.
 
Hanya saja,menurut Armini, di seputaran Pelabuhan Celukan Bawang belum tersedia sarana restoran representatif termasuk tempat nongkrong seperti coffee shop. Karena wisatawan yang tidak ingin berkeliling cenderung mencari tempat bersantai disekitar pelabuhan. ”Mestinya disekitar pelabuhan ada restoran atau semacam coffee shop. Peluang ini bisa dimanfaatkan dari UMKM sekitarnya,” kata Armini.
 
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengaku menyambut baik peluang ekonomi dengan semakin banyaknya kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang. Menurut Dody, ia akan mengajak pelaku usaha dari sektor UMKM untuk mengisi ruang kosong atas belum tersedianya sejumlah fasiliats penunjang di Pelabuhan Celukan Bawang.
 
“Peluang ini sangat terbuka bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Tentu kami akan mengajak pelaku UMKM dari pengerajin souvenir hingga coffee shop untuk bisa memanfaatkan peluang tersebut. Bagi kami ini merupakan kebangkitan pariwisata dan ekonomi Buleleng yang akan dimanfaatkan sebaik mungkin,” tandas Dody.
 
wartawan
CHA
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hadiri Karya di Pura Dalem Jambe Kapal, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program Pendidikan Gratis

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2). Kehadiran Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya di gumi keris.

Baca Selengkapnya icon click

Ketupat, Barongsai dan Canang, Cerita Akulturasi Alami Umat Tionghoa di Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Ribuan umat keturunan Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577 di Kong Co Bio Tabanan dengan suasana akulturasi budaya Bali yang kental melalui penggunaan sarana canang dalam persembahyangan.

Selain dupa dan kue keranjang, kehadiran ornamen serta sesaji khas lokal ini menjadi simbol keharmonisan tradisi leluhur Tionghoa dengan budaya Hindu di Kabupaten Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Warga Tionghoa Buleleng Pusatkan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong

balitribune.co.id | Singaraja - Warga etnis Tionghoa di Kabupaten Buleleng merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang dipusatkan di Klenteng Ling Gwan Kiong, Singaraja. Sejumlah rangkaian acara digelar sebelum dilaksanakan sembahyang tutup tahun dan melepas Tahun Ular oleh pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (PTITD) Ling Gwan Kiong dan Seng Hong Bio.

Baca Selengkapnya icon click

Mulai 23 Februari Pelabuhan Gilimanuk Terapkan E-Money

balitribune.co.id | Negara - Para pengendara yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa maupun yang masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk tidak bisa lagi membayar retribusi (tiket) secara manual. Untuk membayar retribusi di Terminal Manuver maupun Terminal Gilimanuk kini menggunakan uang elektronil E-Money.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.