balitribune.co.id | Singaraja - Setelah tertunda selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19, kegiatan lomba Musabaqah Tilawaltil Quran (MTQ) kembali digelar. Kegiatan MTQ ke XXIX tingkat Kabupaten Buleleng itu digelar Sabtu dan Minggu (4-5/6/22) di Banjar Dinas Kauman Desa Pengastulan Kecematan Seririt, Buleleng.
Pada acara pembukaan dihadiri sejumlah pejabat dari Forkominda diantaranya, Kapolres Bueleleng AKBP Andrian Pramudianto, Dandim1609/Buleleng Letkol Arh Tamaji serta Staf Ahli Bupati Drs I Made Budi Astawa, Msi.
Dalam sambutannya Budi Astawa mengatakan, dengan MTQ Kabupaten Buleleng ini diharap makna religius kegiatan ini mampu diimplemetasi dalam kehidupan sehari hari menimbulkan kesadaran spritual. Hal ini penting dalam upaya membangun kepribadian umat sebagai saran pereket rasa kebersamaan membangun kehidupan yang lebih baik. “Toleransi dan kerukunan akan terus terjalin sehingga kehidupan antar sesame akan berjalan damai diseluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Buleleng. Juga akan mampu memberikan resenonsi yang positif di kabupaten Buleleng,” ujarnya.
Ketua Panitia MTQ XXIX Buleleng H.Muhammad Anis mengatakan kegiatan MTQ adalah ajang untuk menggali sisi kandungan Alquran. ”MTQ ini sebagai landasan dalam implementasi nilai Alquran dalam kehidupan sehari sehari dan bukan sekedar ajang mencari juara,” katanya.
Menurutnya, peserta MTQ kali ini dikuti 6 kafilah,dari Kecamatan Tejakula, Buleleng, Sukasada, Banjar dan kafilah kecamatan Seririt serta Gerokgak. Dimana peserta Terdiri dari 32 peserta masing masing kafilah, yang akan dilombakan adalah Tilawah, Tartil, Fahmil, Sahril, Harmil dengan 6 cabang lomba.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Buleleng I Made Subawa, M.Hi, Menyatakan momentum penyelenggaraan MTQ pasca Pandemi sebagai ajang silaturahmi ummat dan membekas menjadi sebuah kesan setelah berakhirnya acara MTQ. Katanya, tidak sekedar perkompetisi namun bagaimana menggali dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari hari bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Nilai nilai toleransi yang diusung yang dipadukan sebagai tahun toleransi dari Kementrian Agama.
Sedangkan, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Bali Syaifudin Zaini menyanjung pelaksanaan MTQ Buleleng. Ia menyampaikan kegiatan ini ajang untuk nantinya mengikuti MTQ tingkat provinsi Bali. Dilanjutkan di MTQ provinsi, di Lumintang Denpasar pada 3, 4 dan 5 bulan Juli 2022. Dilanjutkan MTQ tingkat nasional di Kota Banjarmasin pada bulan Oktober 2022.
Hal yang sama disampaikan Ketua LPTQ Haji Mulyadi Putra. Katanya, bersyukur atas kembali terselenggaranya MTQ yang tertunda selama dua tahun. Hal ini menjadi antusiasme para peserta dan panitia dalam kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa penyaringan potensi berbakat Buleleng dimulai dari LPTQ Tingkat kecamatan setelah lolos baru dibina ditingkat Kabupaten dan dirinya juga berharap Buleleng akan mampu mencetak peserta MTQ melaju ke tingkat Nasional.
Pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Buleleng ke XXIX ditutup Minggu (5/6/22) dan keluiar sebagai juara umum kafilah dari Kecematan Gerokgak dengan raihan poin 69. Posisi nomor dua yakni Kafilah Kecematan Seririt meraih poin sebanyak 57 dan di posisi ke tiga yakni kafilah dari Kecematan Sukasada mendapat poin 45.