Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mural Berbentuk Topeng Akan Menjadi Daya Tarik Baru di Legian

Bali Tribune /MURAL - Pembuatan mural berbentuk topeng di sejumlah rolling door di Legian

balitribune.co.id | KutaMural berbentuk topeng tarian Bali kini menjadi daya tarik baru bagi pengendara di sekitar Legian, Kuta Kabupaten Badung. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 menyebar di Bali, industri pariwisata di pulau ini sempat ditutup untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran wabah global tersebut. Sepinya kunjungan wisatawan membuat para pemilik toko menutup gerainya selama 7 bulan. 

Melihat kondisi rolling door toko-toko tersebut dalam kondisi kotor, pemilik berinisiatif untuk membuat mural sebelum mulai berjualan yang direncanakan pada 31 Oktober ini. Demikian disampaikan Made Madia salah seorang pemilik toko di Legian, Badung, Selasa (20/10).

"Rolling door kotor karena warung telah lama kita tutup. Jadi kondisinya kotor makanya dihias dengan mural berbentuk topeng. Kenapa bentuk topeng? Karena suka budaya Bali yang dibantu membuat mural oleh artis yang merupakan penari," paparnya. 

Salah seorang bule asal Australia saat melewati area toko yang dihias mural topeng, Paul mengaku senang dan kagum. "Ini sangat bagus dan menarik," ucapnya. 

Sementara itu tokoh Legian, Wayan Puspa Negara menjelaskan bahwa warga atau pemilik toko membuat mural di rolling door ini sebagai hiburan. "Toko-toko milik warga yang tutup di masa pandemi ini supaya masyarakat ada hiburan dari tekanan depresi yang cukup berat selama 7 bulan tutup," katanya. 

Menurut dia inisiatif dari pemilik warung dan toko, patut diapresiasi karena bertujuan untuk menciptakan estetika kawasan menjadi lebih baik ketimbang dibuat mural dengan tulisan corat coret. Para pemilik warung memikirkan sesuatu yang lebih menarik kemudian diaplikasikan dalam bentuk tematik budaya yang sekarang menjadi sangat 'keren' di zaman pandemi ini. 

"Terlebih yang dituliskan di mural ini adalah tematik budaya, kearifan lokal kita diangkat dan wisatawan pun menjadi senang melihatnya. Oleh karena itu kita berpandangan bahwa apa yang dilakukan pemilik warung dan keluarga, nanti akan kita pertimbangkan untuk memperkuat estetika kawasan dengan mengangkat kearifkan lokal. Dimana rolling door-rolling door yang selama ini terlihat begitu jorok banyak coretan kita akan buatkan tematik budaya dan kearifan lokal kita di sini," beber Puspa.

Sehingga kata dia ada cahaya baru yang bisa ditampilkan kepada wisatawan yang tidak hanya menampilkan toko-toko yang tutup saat ini. Kemudian ketika pandemi telah berakhir akan ada semacam daya tarik yang lain dan bisa lihat oleh wisatawan. "Dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Legian sangat mendukung langkah-langkah masyarakat untuk menghias rolling door-nya untuk menciptakan kawasan menjadi lebih baik," ucapnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini

Antusiasme Warga Padati Gilimanuk hingga Hutan Cekik Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

balitribune.co.id | Negara - Masyarakat Kabupaten Jembrana tumpah ruah memadati kawasan Gilimanuk hingga Hutan Cekik pada Selasa (25/8/2026). Kedatangan ribuan warga dan pelajar ini guna menyambut kunjungan kerja perdana Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diagendakan melakukan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan hutan Bali Barat.

Baca Selengkapnya icon click

Data 129 Ormas, Kesbangpol Badung Dorong Penataan dan Pemberdayaan

balitribune.co.id | Mangupura - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung mencatat sebanyak 129 organisasi kemasyarakatan (ormas) telah terdata hingga Agustus 2026. Ormas tersebut bergerak di berbagai bidang, di antaranya lingkungan hidup, seni budaya, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, serta kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Ancam Cabut Izin Usaha Besar yang Abaikan Produk Lokal

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung menyiapkan aturan yang mewajibkan pelaku usaha besar, khususnya sektor pariwisata, menggunakan produk unggulan lokal. Pelaku usaha yang mengabaikan kewajiban tersebut nantinya dapat dikenai sanksi administratif secara bertahap hingga rekomendasi pencabutan izin usaha.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.