Mural Berbentuk Topeng Akan Menjadi Daya Tarik Baru di Legian | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 30 November 2020
Diposting : 21 October 2020 18:00
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune /MURAL - Pembuatan mural berbentuk topeng di sejumlah rolling door di Legian

balitribune.co.id | KutaMural berbentuk topeng tarian Bali kini menjadi daya tarik baru bagi pengendara di sekitar Legian, Kuta Kabupaten Badung. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 menyebar di Bali, industri pariwisata di pulau ini sempat ditutup untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran wabah global tersebut. Sepinya kunjungan wisatawan membuat para pemilik toko menutup gerainya selama 7 bulan. 

Melihat kondisi rolling door toko-toko tersebut dalam kondisi kotor, pemilik berinisiatif untuk membuat mural sebelum mulai berjualan yang direncanakan pada 31 Oktober ini. Demikian disampaikan Made Madia salah seorang pemilik toko di Legian, Badung, Selasa (20/10).

"Rolling door kotor karena warung telah lama kita tutup. Jadi kondisinya kotor makanya dihias dengan mural berbentuk topeng. Kenapa bentuk topeng? Karena suka budaya Bali yang dibantu membuat mural oleh artis yang merupakan penari," paparnya. 

Salah seorang bule asal Australia saat melewati area toko yang dihias mural topeng, Paul mengaku senang dan kagum. "Ini sangat bagus dan menarik," ucapnya. 

Sementara itu tokoh Legian, Wayan Puspa Negara menjelaskan bahwa warga atau pemilik toko membuat mural di rolling door ini sebagai hiburan. "Toko-toko milik warga yang tutup di masa pandemi ini supaya masyarakat ada hiburan dari tekanan depresi yang cukup berat selama 7 bulan tutup," katanya. 

Menurut dia inisiatif dari pemilik warung dan toko, patut diapresiasi karena bertujuan untuk menciptakan estetika kawasan menjadi lebih baik ketimbang dibuat mural dengan tulisan corat coret. Para pemilik warung memikirkan sesuatu yang lebih menarik kemudian diaplikasikan dalam bentuk tematik budaya yang sekarang menjadi sangat 'keren' di zaman pandemi ini. 

"Terlebih yang dituliskan di mural ini adalah tematik budaya, kearifan lokal kita diangkat dan wisatawan pun menjadi senang melihatnya. Oleh karena itu kita berpandangan bahwa apa yang dilakukan pemilik warung dan keluarga, nanti akan kita pertimbangkan untuk memperkuat estetika kawasan dengan mengangkat kearifkan lokal. Dimana rolling door-rolling door yang selama ini terlihat begitu jorok banyak coretan kita akan buatkan tematik budaya dan kearifan lokal kita di sini," beber Puspa.

Sehingga kata dia ada cahaya baru yang bisa ditampilkan kepada wisatawan yang tidak hanya menampilkan toko-toko yang tutup saat ini. Kemudian ketika pandemi telah berakhir akan ada semacam daya tarik yang lain dan bisa lihat oleh wisatawan. "Dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Legian sangat mendukung langkah-langkah masyarakat untuk menghias rolling door-nya untuk menciptakan kawasan menjadi lebih baik," ucapnya.