Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Nelayan Pantai Sekeh Tolak Pembangunan Ruko Permanen

Bali Tribune/NELAYAN- Sosialisasi dan Koordinasi Kegiatan Penataan Kawasan Pantai Kuta yang dihadiri kelompok nelayan Pantai Sekeh, pejabat Daerah dan pejabat Desa pada Senin (4/7).


balitribune.co.id | Denpasar - Sekelompok nelayan di Pantai Sekeh, Banjar Segara, Kecamatan Kuta, menolak tegas rencana pembangunan ruko permanen di sempadan pantai. Dalam sosialisasi kegiatan penataan pantai yang diadakan Senin (4/7) di Pantai Sekeh.
 
Para ini nelayan hanya memperbolehkan pembangunan asalkan ruko memanfaatkan material alam non-permanen.
 
Rencana pembangunan ruko di sempadan Pantai Sekeh, Banjar Segara Kuta, Kabupaten Badung, memang gencar terdengar. Hal ini tentunya menimbulkan keresahan bagi sekelompok nelayan yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidupnya pada hasil melaut di sana.
 
Penolakan para nelayan tersebut akhirnya mencapai kesepakatan yang sedikit lagi menguntungkan kedua belah pihak.  Sosialisasi dan Koordinasi Kegiatan Penataan Kawasan Pantai Kuta ini menghadirkan kelompok nelayan setempat, pejabat Daerah dan pejabat Desa.
 
kelompok nelayan, yang diwakili oleh I Wayan Pagi, Ketua Bendega Mina Segara Sekeh, menyuarakan aspirasi mereka terkait rencana pembangunan ruko. 
 
"Kami mengijinkan rehabilitasi atau restorasi pantai, asalkan bahan baku material memanfaatkan sumber daya alam seperti kayu," tegas Wayan Pagi.
 
Sebab, bangunan permanen, dinilai akan hanya merugikan nelayan, melenceng dari Undang-Undang 27 tahun 2007 pasal 21 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, dan oleng dengan konsep eco-tourism. 
 
Pasalnya, bangunan permanen akan mempersulit nelayan untuk menyadarkan perahu mereka sewaktu-waktu air laut pasang.
 
Sebab dengan mengubah bahan baku bangunan ruko dipercaya bisa menjadi solusi atas segala kegundahan mereka. Hal ini memudahkan nelayan memindahkan bangunan saat air naik.
 
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, SH, juga ikut hadir dalam kegiatan sosialisasi penataan pantai kali ini dan turut melakukan pengawasan terkait pembangunan ruko di kawasan Pantai Sekeh. 
 
"Jika bangunan yang dibuat seperti yang di Pantai Jerman dengan memanfatkan media kayu, silahkan. Artinya, sesuai dengan konsep eco-tourism dan tidak mengganggu saat ombak besar, kami ijinkan," papar Anom Gumanti.
 
wartawan
M2
Category

Harpelnas 2026, Dealer Kecak Motor Pererat Keharmonisan Bersama Konsumen

balitribune.co.id | Denpasar – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Astra Motor Bali bersama seluruh jaringan dealer resmi Honda menghadirkan beragam aktivitas apresiasi bagi konsumen setia. Mengusung tema besar “Satu Hati, Menemani Setiap Langkah”, rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang berkesan, personal, dan penuh nilai kepedulian sosial hingga akhir September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sembahyang Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Bupati Sanjaya: Jaga Keharmonisan dengan Alam

balitribune.co.id | Tabanan – Dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Uye, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta jajaran memaknai perayaan hari suci yang menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga keharmonisan dengan alam dan seluruh makhluk hidup, khususnya satwa, melalui Persembahyangan Bersama di Pura Luhur Batukaru, Sabtu (5/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Akses Terbuka Lebar, Minat Studi ke Luar Negeri Terus Meningkat

balitribune.co.id | Denpasar - Minat pelajar Bali untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri terus menunjukkan peningkatan. Kemudahan akses informasi serta semakin terbukanya pilihan kampus internasional menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya antusiasme tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Bangli Gelar Upakara Tumpek Uye, Tegaskan Komitmen Pelestarian Alam dan Satwa

balitribune.co.id | Bangli - Pemerintah Kabupaten Bangli melaksanakan Upakara Tumpek Uye untuk mengimplementasikan Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi demi mewujudkan Bali Era Baru. Ritual sakral tersebut dipusatkan di Pura Dalem Prajapati, Desa Adat Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli, Sabtu (5/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.