New Normal Wisata Alam Silangjana jadi Pilihan | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 01 Oktober 2020
Diposting : 17 June 2020 21:16
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / YOGA - Suasana yoga di Desa Wisata Alam Silangjana (dok)

balitribune.co.id | Singaraja – Air terjun yang terletak di Banjar Dinas Dajan Margi, Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng di era kenormalan baru atau New Normal mulai dikunjungi. Para pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari adanya penularan wabah global tersebut. 

Di Desa Silangjana sendiri terdapat dua air terjun, berpotensi menjadi tujuan wisata yang bisa dikunjungi di era normal baru ini. Kecamatan Sukasada sebagian wilayahnya berada di dataran tinggi dan terdiri dari perbukitan hijau yang dipenuhi oleh pepohonan tropis dengan udara sejuk dan tenang.

Komunitas pelaku pariwisata Bali yang tergabung dalam G.O.G (Group Of Geniuses) belum lama ini mengunjungi Desa Wisata Banjar Dinas Dajan Margi Desa Silangjana, Kecamatan Sukadana Kabupaten Buleleng. Penasehat G.O.G, Eddy Sunyoto mengatakan mulai awal Juni 2020 ini sejak pemerintah menyatakan memasuki era New Normal, warga sudah mulai memberanikan diri untuk jalan-jalan ke tempat yang tidak ramai bernuansa alam di udara bebas.

Mengingat sebagian masyarakat masih khawatir untuk bepergian di tempat tertutup guna menghindari semakin meluasnya penyebaran Covid-19 di Bali. "Masyarakat pastinya merasa bosan selama 3 bulan tidak melakukan aktivitas wisata, karena mengikuti arahan pemerintah untuk berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali," katanya.  

Mengapa masyarakat yang bosan berada di rumah memilih bepergian ke tempat-tempat alam pedesaan? Karena di tempat-tempat tersebut tidak ramai orang. Meskipun demikian tetap harus mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, rajin cuci tangan maupun membawa hand sanitizer dan jaga jarak fisik. 

"Kami merasa lebih rileks saat berada Banjar Dajan Margi Desa Silangjana yang menawarkan kegiatan wisata alam. Di desa wisata ini kami melakukan aktivitas yoga sambil menyusuri perkebunan kopi dan cengkeh. Di sini sepi, cocok untuk sekadar resfreshing di era New Normal, jauh dari keramaian sehingga tidak berpotensi menyebarkan Covid-19," ucap Eddy. 

Sementara itu Ketut Sarka, Kelian Tempek 10 Banjar Dinas Dajan Margi, Desa Silangjana Kecamatan Sukasada, Buleleng, menjelaskan bahwa wilayahnya berada di dataran tinggi dan terdiri dari perbukitan hijau yang dipenuhi oleh pepohonan tropis, alamnya terlihat hijau sejuk dan tenang.

Air terjun yang disajikan di Desa Silangjana ini memang belum begitu populer, namun pemandangannya tidak perlu diragukan lagi karena memberikan pengalaman berbeda dalam perjalanan wisata. Pada awalnya keberadaan desa ini belum begitu dikenal sebagai tujuan wisata di kawasan Buleleng.

Selain itu kata dia tempat ini cocok untuk wisata religi diantaranya Pucak Cemara Gesem, Pucak Padi Mas, Pura Pejenangan, Air Terjun Tirta Buana. "Selama ini (sebelum Covid-19) yang datang kebanyakan wisatawan asing seperti Australia, Rusia, dan Eropa. Kebanyakan mereka melakukan trekking," paparnya.

"Di sini dapat merasakan udara dan pemandangan yang masih asri sehingga dapat mengurangi stres. Tapi tentunya tetap saya arahkan teman-teman ini untuk menerapkan protokol kesehatan karena pandemi ini belum berakhir," tegas Sarka.