Nilai Bantuan Lebih Kecil dari Nilai Bangunan, Penerima Bedah Rumah Berswadaya | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 13 Agustus 2020
Diposting : 31 December 2019 05:52
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/ BANTUAN - Tidak sedikit penerima bantuan bedah rumah kabupaten yang berswadaya dalam pembangunan rumahnya.
balitribune.co.id | Negara - Dibandingkan dengan bantuan bedah rumah Bantuan Keungan Khusus (BKK) Kabupaten Badung, bantuan bedah rumah Kabupaten Jembrana memang nilainya terpaut hingga puluhan juta rupiah. Tidak sedikit warga penerima bantuan bedah rumah APBD Kabupaten Jembrana juga berswadaya agar rumah bantuan yang diterima lebih nyaman untuk dihuni.
 
Salah seorang keluarga penerima manfaat (KPM) di Banjar Nusamara, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, I Gede Suardana (35) mengungkapkan nilai bangunan rumahnya memang melebihi nilai bantuan bedah rumah sehingga ia berswadaya dengan keluarganya untuk menambah bantuan yang nilainya sebesar Rp 30 juta. Ia pun mengaku bangga dan bersyukur bedah rumah yang diterimanya bisa terwujud sesuai harapannya. “Kalau nilai bangunan ini memang benar melebihi dari bantuan. Itu bisa diwujudkan lantaran kami bersama keluarga juga menyertakan swadaya termasuk bantuan dari warga masyarakat dalam bentuk gotong royong,” ujarnya. 
 
Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Jembrana I Wayan Darwin dikonfirmasi Senin kemarin mengatakan untuk bantuan bedah rumah APBD Kabupaten Jembrana nilainya Rp 30 juta per unit. Sedangkan bantuan bedah rumah PHR Kabupaten Badung nilainya Rp 50 juta per unit.  “Untuk tahun ini bedah rumah kabupaten sebanyak 91 unit, dari tahun 2017 sudah 491 unit. Yang bantuan Badung 300 unit tapi hanya di Kecamatan Negara saja” ujarnya. Untuk bantuan bedah rumah, warga memang diperbolehkan berswadaya untuk melengkapi, “kalau lantai dari kami hanya plester, swadayanya bisa di keramiknya,” dicontohkannya.
 
Bupati Jembrana I Putu Artha kemarin mengakui sejumlah penerima khususnya bantuan bedah rumah Kabupaten mampu berswadaya cukup tinggi sehingga rumah tempat tinggalnya menjadi lebih baik dan nyaman. “Bedah rumah tahun 2019 dari APBD, kwalitas bangunannya sudah sangat baik. Bahkan, tidak sedikit penerima manfaat itu menyertakan partisipasi swadayanya sangat tinggi,” ujar Bupati Artha.
 
Pihaknya mengaku selalu mewanti-wanti agar tidak ada pihak-pihak yang mencari keutungan dalam bantuan bedah rumah bagi warga miskin. ”Setiap saat selalu saya katakan agar bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu harus dikerjakan dengan baik. Saya tidak ingin ada pihak-pihak yang sengaja mendapat keuntungan dari program ini. Penerima agar menjaga dan merawat dengan baik agar bertahan lama” tandasnya.