Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ombak Tiga Meter Terjang Tanah Ampo, Tiga Rumah Warga Pesisir Nyaris Roboh

Bali Tribune / Ombak Pantai menerjang rumah warga di pesisisr Tanah Ampo
balitribune.co.id | Amlapura - Ombak tinggi menerjang wilayah pesisir pantai Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Karangasem, Kamis (24/6/2021) pagi. Sedikitnya tiga rumah rusak parah dan nyaris roboh, dan beberapa rumah lainnya milik warga setempat yang berada di pesisir pantai rusak ringan.

Saat Bali Tribune tiba di lokasi kejadian bencana, sebagian besar warga pemilik rumah di pesisir pantai berupaya keras mengamankan barang dan harta benda mereka dari dalam rumah mereka yang rusak berat diterjang ombak setinggi 3-4 meter yang terjadi sekitar pukul 09.00 Wita tersebut. Bahkan salah satu ibu pemilik rumah yang hampir roboh, menangis histeris melihat kondisi rumahnya yang rusak berat dimana beberapa warga lainnya mencoba menenangkan ibu tersebut.

“Ombaknya tingginya sekitar tiga meter lebih tiba-tiba datang menghantam bangunan rumah saya dan rumah warga lainnya di pinggir pantai. Kami kaget dan langsung berhamburan keluar rumah,” ungkap I Nengah Sukanadi. Saat kejadian dia dan istrinya memang tengah berada dalam rumah, dan dalam hitungan menit bagian teras rumahnya yang mengarah ke pantai langsung ambruk. Istrinya panik dan menangis histeris.

Dengan bantuan warga dan nelayan di pesisir pantai, Sukanadi berupaya menyelamatkan kasur, lemari, pakaian, perabot dan harta benda yang dimilikinya keluar dari dalam rumah untuk diamankan di lokasi yang aman. “Saya sendiri bingung mau tinggal dimana, mungkin untuk sementara tinggal di Balai Banjar. Rumah saya sudah tidak bisa ditempati lagi karena sudah hampir roboh,” ucapnya berusaha tabah.

Pun demikian dengan warga pemilik rumah lainnya yang terkena hantaman ombak tinggi, I Wayan Adi Suartana juga berusaha sesegera mungkin mengeluarkan harta benda dan barang miliknya yang ada dalam rumah untuk dievakuasi ketempat yang aman.

“Jelas kami sangat khawatir pak! Tumben terjangan ombaknya sampai setinggi ini. Pondasi rumah saya juga sudah tergerus, takut ada ombak tinggi lagi rumah saya roboh. Makanya sementara barang-barang saya ungsikan dulu,” ujar Adi Suartana. Untuk sementara ini, dia dan keluarganya akan pulang kerumah orang tuanya, dan tinggal sementara disana hingga kondisi cuaca membaik.

Disebutkannya, akibat terjangan ombak pantai tersebut, tiga rumah yang rusak parah, masing-masing rumah milik I Nengah Sukanadi, I Kadek Darmayasa dan I Nengah Kariasa. “Kalau ombak pasang memang sudah beberapa kali terjadi, namun kali ini yang diluar dugaan sampai membuat rumah warga disini rusak parah,” sebutnya.

Sementara setelah menerjang selama hampir lima jam, ketinggian ombak mulai mereda sekitar pukul 13.00 wita. Dan warga yang tinggal di pesisir pantai baru berani turun untuk mengecek seperti apa kerusakan rumah mereka akibat terjangan ombak pantai tersebut.

wartawan
AGS
Category

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click

Anggaran Daerah Cekak, Pemkab Bangli Tunggu Regulasi Pusat Pengangkatan PPPK Jadi PNS

balitribune.co.id I Bangli - Wacana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta peralihan PPPK paruh waktu menjadi Penuh Waktu membuat sumringah  para tenaga pendidik di Kabupaten Bangli.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.