Pariwisata Belum Pulih, Pengemudi Taksi Online Rangkul Sesama Driver | Bali Tribune
Diposting : 1 December 2021 15:31
YUE - Bali Tribune
Bali Tribune / salah seorang mitra pengemudi yang memotivasi rekan-rekannya sesama pengemudi taksi online tetap bertahan di masa pandemi mengantar penumpang ke tempat tujuan
balitribune.co.id | Denpasar - Berkurangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali akibat pandemi, membuat penghasilan sopir taksi dan ojek online menurun. Melihat kondisi tersebut, salah seorang mitra pengemudi taksi online, Leksy Sinlae yang akrab disapa Alex bersama rekan-rekannya sesama pengemudi transportasi online tidak mau menutup mata. Namun tetap berinisiatif untuk bekerja sama dengan berbagai pihak guna memberikan bantuan bagi rekan sesama pengemudi transportasi online dan masyarakat yang terdampak pandemi. 
 
Seperti diketahui, pandemi Covid -19 yang saat ini masih mewabah, berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang bekerja sebagai mitra pengemudi Taksi Online. Kendati turut merasakan dampak pandemi tetap aktif mengajak rekan-rekan pengemudi taksi online di Bali untuk melakukan kegiatan sosial.
 
Pengemudi taksi online ini sudah aktif menjalankan kegiatan sosial bersama rekan-rekannya sesama pengemudi sopir taksi online yang tergabung dalam Grup Relawan Driver Bali (Dribel) yang dibentuk pada Juli 2019. Ia mengaku, bergabung menjadi mitra pengemudi memberi peluang untuk merangkul rekan-rekan sesama mitra pengemudi dalam melakukan kegiatan sosial. 
 
“Bersama anggota Dribel, kami bisa rutin melakukan donasi seperti uang tunai, pakaian, hingga sembako bagi masyarakat yang membutuhkan. Ditengah pandemi saat ini, kami juga rutin mengirimkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 di beberapa daerah di
Bali,” jelasnya.
 
Menurut dia, di era pandemi ini masyarakat sebagai pengguna transportasi online cenderung memilih yang dilengkapi perlindungan ekstra. Hal tersebut membuat mitra pengemudi mampu meningkatkan pendapatannya selama pandemi. 
 
Pada pertengahan 2021, salah satu lembaga non profit Scholars of Sustenance (SOS) mengajak Alex menjadi relawan untuk mendistribusikan nasi bungkus bagi panti asuhan, rumah kumuh, tempat pemrosesan akhir (TPA), dan sesama mitra pengemudi yang terdampak Covid -19. Selama satu bulan, menyalurkan setidaknya 4.000 nasi bungkus di beberapa wilayah di Bali seperti Sanur, Denpasar, Kerobokan hingga Tanah Lot. "Saya juga mendata berapa banyak sopir taksi dan ojek online yang terdampak untuk disalurkan bantuan nasi bungkus ini,” ujar Alex.
 
Ia menceritakan, sebelum pandemi moda transportasi online mulai ramai dikenal masyarakat. Tidak hanya masyarakat lokal Bali, wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia dan turis asing banyak yang memanfaatkan transportasi online untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata. Hal tersebut yang menuntut para mitra pengemudi kendaraan online harus cepat beradaptasi sesuai perkembangan zaman. "Dimana teknologi dapat mempermudah siapa saja dan akhirnya saya memutuskan untuk bergabung menjadi mitra pengemudi pada 2016,” ungkapnya.
 
Di awal bergabung, ia merasakan peningkatan dari segi pendapatan. Wisatawan yang berkunjung ke Bali pun juga lebih mudah dan senang ketika menggunakan layanan transportasi online. Cukup pesan lewat aplikasi dan menunggu di hotel maupun villa, tidak perlu menyetop taksi di pinggir jalan. 
 
"Berbagai inovasi yang dihadirkan saat pandemi juga membantu saya untuk meningkatkan pendapatan. Di awal pandemi, banyak masyarakat yang takut untuk berpergian ke luar rumah, sehingga terkadang dalam seminggu saya hanya dapat satu kali pesanan saja. Beruntungnya, saat itu bertindak cepat dengan menyediakan berbagai fitur layanan sehingga masyarakat tidak perlu takut lagi ke luar rumah dan menggunakan taxi online,” katanya.
 
Mitra pengemudi lainnya diharapkan tidak menyerah dengan kondisi sulit sekarang ini. Pemerintah pun meminta semua pihak untuk tetap menjaga protokol kesehatan, sehingga Bali dapat segera bebas dari wabah global tersebut yang dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan internasional berwisata kembali ke pulau ini. "Dengan demikian penghasilan dari para mitra pengemudi transportasi online dapat membaik seperti sebelum pandemi," harap Alex.