Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pasca Berakhirnya Libur Lebaran 2022 Okupansi Hotel Kembali Anjlok

Bali Tribune / MULAI RAMAI – Saat libur Lebaran kunjungan wisatawan ke Pantai Kuta Badung mulai ramai, namun kini anjlok lagi.

balitribune.co.id | MangupuraOkupansi atau tingkat hunian hotel di Kabupaten Badung kembali melorot pasca berakhirnya hari libur Lebaran tahun 2022. Saat libur Lebaran tingkat hunian atau okupansi hotel rara-rata mencapai 60 persen, namun sekarang kembali turun drastis.

Hal itu disampaikan Kepala Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, Rabu (11/5/2022). Menurut Suryawijaya kembali anjeloknya akupansi hotel lantaran wisatawan domestik yang meramaikan libur Lebaran kini telah kembali ke daerah asalnya. 

"Saat arus balik Lebaran wisdom sudah kembali, ada yang lewat jalur darat, laut dan udara. Sehingga otomatis tingkat kunjungan sekarang menurun," ujarnya.

Pihaknya juga menyebut saat arus balik terminal keberangkatan Bandara Ngurah Rai dipadati oleh wisatawan lokal yang kembali ke daerah asalnya. "Libur sudah selesai, sehingga mereka kembali," imbuh Suryawijaya.

Pria asal Dalung ini mengakui libur Lebaran sempat menggeliatkan kehidupan pariwisata di Bali. Tingkat akupansi hotel saat itu bahkan rata-rata di atas 60 persen.

"Selama libur dan puncak Lebaran hunian hotel di Badung sempat rata-rata 60 persen. Bahkan ada yang sampai 80 persen tergantung promosinya," katanya, sembari menyebut saat ini tingkat akupansi hotel masih kisaran 40 persen. Saat ini jumlah kunjungan wisatawan berada di angka 12 ribu perhari. 

"Saat libur Lebaran wisatawan domestik saja mencapai 18 ribu orang per hari," tegasnya. 

Mulai Buka

Sementara itu Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista mengakui kegiatan usaha pariwisata di kawasan Kuta seperti hotel sudah mulai membuka operasionalnya kendati tingkat hunian belum maksimal. Tidak hanya itu, restoran dan art shop atau pun toko-toko sekitarnya sudah mulai berkemas dan mulai mempersiapkan usahanya untuk kembali beroperasi setelah tutup kurang lebih 2 tahun lamanya.

Lebih lanjut Wasista mengungkapkan, meskipun kunjungan wisatawan asing khususnya ke wilayah Kuta belum terlalu banyak. Namun pihaknya tetap mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur lantaran geliat pariwisata sudah kembali mengalami kemajuan dan tentunya berdampak baik bagi masyarakat yang kini sudah dapat kembali mempersiapkan tempat usahanya.

"Beberapa pelaku usaha juga ada yang mulai melakukan renovasi kecil-kecilan untuk mempercantik penampilan tempat usahanya," ujarnya, Senin (9/5) lalu.

Wasista juga mengimbau para pedagang yang berada di area Pantai Kuta agar tetap menjaga etika saat berjualan, sehingga tidak sampai mengganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi wisatawan.

Sementara terkait perhelatan KTT G20 yang dijadwalkan akan berlangsung di Bali nantinya diharapkan mampu memicu kedatangan wisatawan. Sehingga dengan adanya G20 dapat membantu mempromosikan Bali yang kini masih berproses untuk pulih.

“Seusai kegiatan G20 diharapkan dapat memicu kedatangan wisatawan lebih banyak lagi," terangnya.

Selain itu, ia pun berharap kepada seluruh elemen masyarakat di Kuta untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan bagi wisatawan. Mengingat sekarang ini masih dalam kondisi pandemi, tentunya wisatawan akan mencari tempat wisata yang bersih dan nyaman.

"Kalau sampah sampai berserakan hal itu menandakan kita belum siap. Kalau tempat-tempat wisatanya sudah bersih seperti pantai, itu menandakan kita sudah siap kembali menyambut wisatawan mancanegara," tandasnya.

wartawan
ANA
Category

Libur Nataru Berakhir, Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan Padang Bai

balitribune.co.id | Amlapura - Arus penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai Karangasem pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru berlangsung padat. Pihak ASDP Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, mencatat adanya peningkatan arus kendaraan dan penumpang sejak tiga hari jelang puncak arus balik.

Baca Selengkapnya icon click

Relokasi PKL Dauhwaru, Upaya Bupati Jembrana Ciptakan Ketertiban Tanpa Matikan Ekonomi Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Ruas jalan Ngurah Rai di selatan lapangan Dauhwaru, Jembrana yang selama ini kerap dikeluhkan pengguna jalan maupun pejalan kaki akan ditertibkan. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan di atas trotoar di kawasan tersebut akan direlokasi. Relokasi ini pun mendapat respon dari para PKL

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resahkan Warga, ODGJ Lempar Tanah Kering ke Pemangku Dievakuasi ke RSJ Bangli

balitribune.co.id | Gianyar - Ulah seorang warga Banjar Taman, Desa Bedulu,  Blahbatuh, terhadap seorang pemangku meresahkan warga. Kejadiannya, Sabtu (3/1) pagi lalu,  saat itu Jero Mangku Marsa (70) jadi korban pelemparan menggunakan tanah kering saat berbelanja di sebuah warung. Pelakunya diketahui INS (55) warga setempat yang diketahui penderita kelaianan kejiwaan.

Baca Selengkapnya icon click

Dana Desa Dipangkas Besar-besaran, Hasil Musdes Bakal Macet

balitribune.co.id | Singaraja - Sejumlah kepala desa mengeluhkan pemangkasan Dana Desa (DD) secara besar-besaran oleh pemerintah pusat. Mereka khawatir kebijakan itu akan berdampak serius pada pembangunan di desa, terelebih yang sudah dirancang melalui forum Musyawarah Desa (Musdes). Beberapa usulan masyarakat melalui musdes dipastikan sulit bisa diwujudkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.