balitribune.co.id | Semarapura - WNA Wanita umur 20 tahun asal Jerman menjadi pasien Suspect Covid 19 pertama di kabupaten Klungkung. WNA ini sempat berkunjung ke Nusa Penida. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dalam jumpa Pers menyebutkan Pasien WNA kondisi suspect Covid 19 saat ini berada di ruamg Isolasi RSU Klungkung untuk selanjutnya dalam waktu 2 jam pasien bakal dikirim ke RSUP Sanglah untuk langkah antisipasi serta pengawasan sampai hasil laboratoriumnya diketahui.
Informasi awal diketahui Bupati Suwirta dari Kadiskes Klungkung dr Adi Swapatni yang menyatakan seorang WNA wanita umur 20 tahun asal Jerman di diagnose suspect Covid 19 dan pasien berada di RSU Pratama, Gema santhi, Nusa Penida. Suwirta mengingatkan Kadiskes untuk segera mengirim pasien ke daratan Klungkiung. Pengiriman pasien sempat terkendala penolakan nahkoda kapal boat maupun Nahkoda Kapal roro NJA yang tidak mau mengangkut pasien suspect Covid 19 ini.
“Setelah saya perintahkan demi kemanusiaan, Nakoda Kapal Roro NJA bersedia membawa pasien WNA susfect covid 19 ke Klungkung tanpa membawa penumpang selain ambulance dan pasien suspect Covid 19 ini,” tegas Bupati Suwirta.
Sementara dipelabuhan Padangbai, Pemda Klungkung menyiapkan mobil ambulance lengkap petugas dengan mengenakan pakaian standar Protec Covid 19 dan Ambulance langsung masuk ke Kapal Roro NJA menjemput pasien saat merapat di Pelabuhan padangbai.
“Takut adanya penolakan saya minta pengelola pelabuhan Padangbai bisa memberikan kemudahan agar Kapal Roro NJA yang membawa pasien Suspect Covid 19 ini bisa lewat. Intiinya saya sengaja silent untuk pemberitaan dulu agar tidak nantinya infonya malah membuat panik masyarakat,” ujarnya Bupati Suwirta. Seraya memastikan pasien WNA wanita umur 20 tahun asal Jerman ini dalam kondisi masih bagus, suhu tubuhnya sekitar 36 c dan Kamis (12/3) sore dirujuk ke RSU sanglah.
“Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan Klungkung untuk melakukan Spraying disinfectant terhadap tempat tempat yang sempat dikunjungi oleh Pasien WNA asal Jerman ini,” tembahnya.
Sementara itu mewakili Kadiskes Klungkung, Sekretaris Diskes Dr Ida Ayu Megawati menyebutkan pasien dalam pengawasan Covid 19 ini diketahui mengalami gejala batuk dan pilek. Sebelum ke Nusa Penida, diketahui pasien sempat ke singapura. Saat mengalami gejala awal covid 19, pasien dirujuk ke RSU Pratama, Gema Santhi, Nusa Penida selanjutnya ke RSUD Klungkung dan saat ini sudah di rujuk ke RSUP Sanglah sebagai RSU Rujukan Regional.
Riwayat perjalanan Pasien diketahui tanggal 9 Maret 2020 ke Nusa Penida dan tanggal 11 Maret sekitar jam 12 pasien masuk dirawat di RSU Pratama, Gema Santhi, Nusa Penida dengan status pasien dalam Pengawasan, sebutnya.
Sementara itu Dirut RSU Klungkung Dr Nyoman Kesuma mengakui menerima pasien Susfect Covid 19 sekitar jam 18.30 malam dan langsung di masukkan keruang isolasi.
“Diperiksa tadi jam 8 Pagi pasien dalam Pengawasan Covid 19 ini sudah membaik hanya batuk batuk dan tetap diinfus. Tapi sekitar jam 9 pagi kembali diperiksa Dokter ahli paru paru, pasien diketahui dalam kondisi bagus, hanya batuk dan karena kondisinya membaik infus dibuka. Hari ini (12/3) dirujuk ke RSU Sanglah,” jelas Kesuma.
Sementara itu Sekda Klungkung Putu Gde Winastra menyatakan jumpa Pers ini dilakukan untuk memberikan penjelasan yang gamblang, agar tidak terjadi pemberitaan yang simpang siur. “ Pada saat kejadian seperti ini dimaksudkan agar negara selalu hadir,” pungkas Putu Gde Winastra menambahkan.