Pastika Ajak Masyarakat Gali Terus Ilmu Pengetahuan | Bali Tribune
Diposting : 27 June 2016 15:53
rls - Bali Tribune
gubernur
SEMBAHYANG BERSAMA - Gubernur Made Mangku Pastika didampingi istri serta pejabat di lingkungan Pemprov Bali saat mengikuti persembahyangan bersama serangkaian perayaan Hari Raya Saraswati di Pura Pusering Praja Mandala Kantor Gubernur Bali, Sabtu (25/6) lalu.

Denpasar, Bali Tribune

Hari Raya Saraswati yang jatuh setiap 210 hari sekali pada Saniscara Kliwon Wuku Watugunung sangat penting artinya bagi umat Hindu. Tidak hanya dimaknai dengan melaksanakan sembah bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam perwujudan-Nya sebagai Sang Hyang Aji Saraswati, namun lebih dimaknai sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan terutama pengetahuan suci weda yang patut menjadi pedoman bagi kita semua untuk kemudian menggali ilmu pengetahuan guna menghadapi tantangan dalam kehidupan yang semakin keras ini.

Hal ini disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam dharma wacana serangkaian persembahyangan bersama Hari Raya Saraswati yang berlangsung di Pura Pusering Praja Mandala Kantor Gubernur Bali, Sabtu (25/6) lalu.

Menurut Pastika, perayaan Hari Raya Saraswati hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk merenungi diri sendiri, agar selalu ingat tujuan dari kehidupan yang dijalani saat ini dan membangun rencana serta implementasi dari tujuan-tujuan tersebut.

“Karena kita memiliki basis intelektual yang cukup, maka kita harus bisa berfikir siapa diri kita, dimana kita, apa tujuan kita, apa kemampuan kita dan apa kelebihan kita. Dimana kesadaran-kesadaran itu penting untuk menyusun rencana dalam mengimplementasikan kehidupan ini”, ujar orang nomor satu di Bali tersebut.

Gubernur Pastika juga menghimbau, perayaan Hari Raya Saraswati hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai simbolisasi semata namun, lebih dimanfaatkan untuk mensucikan atau mengenang kembali betapa pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia.

“Sebagai seorang intelektual kita harus terus memperdalam dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan tidak pernah berhenti untuk belajar menggunakan kesempatan dalam memperbaharui pengetahuan yang dimiliki,” ujar Pastika. Sehingga dalam perkembangannya, pengetahuan yang dimiliki dapat diwariskan kepada anak-cucu generasi selanjutnya, untuk itulah dikatakan bahwa ilmu pengetahuan tersebut tidak pernah putus dan terus berputar seperti lambang genitri yang disimbolkan pada Dewi Saraswati,”paparnya.

Dia menambahkan, hendaknya seluruh insan yang ada dalam kehidupan ini tidak merasa puas dengan pengetahuan yang dimiliki saat ini saja sebaliknya, mereka terus menggali potensi diri yang ada hingga kesempatan untuk menuntut ilmu tidak ada lagi.

Pada persembahyangan itu, seluruh prosesi dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Pemaron Mandhara dari Griya Kusumayati, Yangbatu, Denpasar. Selain Gubernur Pastika disertai Ny.Ayu Pastika, hadir pula Wabup Ketut Sudikerta dan istri serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Bali.